IMCNews.ID, Jambi - Taufik Hardiansyah (32) yang melawan polisi saat penangkapan, dan ditembak hingga tewas, masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak akhir tahun 2021. Pria ini sudah berkali-kali melakukan aksi pembegalan atau penjambretan.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Pol Kaswandi Irwan mengatakan pria ini tercatat melakukan pencurian sebanyak 11 kali, yakni 6 kasus di Kabupaten Batanghari, 2 di Kota Jambi, dan 3 kasus di Muaro Jambi.
Pelaku kriminal ini mengincar kalung emas, gelang, dan lainnya, yang mayoritas korbannya merupakan perempuan.
"Pelaku ini sudah masuk DPO di Polresta Jambi sejak akhir tahun 2021. Ini kasus yang banyak. Pelaku ini termasuk ketua dalam komplotannya. Tahun kemarin akhir tahun 2021," katanya, Rabu (11/5), di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jambi.
Lebih Rincinya, saat dikepung polisi yang diketuai Kanit Resmob Polda Jambi AKP Johan Silaen, pria ini tetap melawan. Sehingga polisi menembak paha Taufik. Sedangkan tombak yang digunakan tersangka melukai AKP Johan Silaen yang berada di garis depan. Lalu, tembakan kedua dilayangkan polisi pada bagian perut samping. Namun, pelaku pembegalan ini belum tumbang. Hingga akhirnya polisi menembak bagian jantung Taufik.
Kemudian,Kanit Resmob AKP Johan Silaen dilukai oleh tersangka menggunakan tombak ikan sepanjang 118 centimeter.

"Jadi AKP Johan Silaen sempat juga menahan dengan tangannya membuat luka di tangan anggota kita,"katanya.
Sedangkan dua rekan sekaligus saudaranya, yakni Husni, dan Deny, sudah ditangkap terlebih dahulu. Kata Kaswandi, pihaknya masih menyelidiki jaringan penjambretan atau pembegalan ini.
"Masih dalam penyelidikan, kita buru jika ada pelaku lain,"tutupnya. (IMC02)
Menaker Ingatkan Itjen Jangan Cuma Cari Temuan Tapi Harus Cegah Masalah
Tiga Warga Jambi Korban Scam di Kamboja Dipulangkan, Satu Menghilang Saat Tiba di Jakarta
Sempat Dibantarkan, Bengawan Kamto Terdakwa Korupsi Kredit BNI Rp105 M Kembali Ditahan
Gandeng KI Jambi, LLDIKTI Sosialisasikan Keterbukaan Informasi Perguruan Tinggi Swasta
BMKG Ingatkan Kemarau Tahun Ini Lebih Kering Dibanding 30 Tahun Terakhir
Gubernur Al Haris: RKPD Provinsi Perlu Jaga Keselarasan dengan Target Nasional