IMCNews.ID, Jambi –Gubernur Jambi Al Haris dan istri Hj.Hesnidar Haris mendampingi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) beserta Ibu Negara, Hj. Iriana saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Jambi, Kamis (7/4). Al Haris berharap kunker Jokowi ke Jambi dapat memberikan dampak positif dan manfaat bagi Provinsi Jambi. Khususnya dalam proses pembangunan di Provinsi Jambi sehingga kedepannya lebih baik lagi dan Provinsi Jambi lebih maju lagi.
“Pemerintah Provinsi Jambi sangat menyambut baik kunker dari Bapak Presiden Jokowi. Terlebih kunker tidak hanya dilakukan pada satu titik saja. Tapi dilakukan beberapa titik di Provinsi Jambi. Tentunya hal ini akan memberikan manfaat untuk proses pembangunan Provinsi Jambi dan daerah lain lebih mengenal Provinsi Jambi,” kata Haris Haris.
Rangkaian kegiatan Jokowi di Jambi dimulai dari kunjungan ke Pasar Angso Duo. Dui pasar tradisional modern tersebut, Presiden Jokowi membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng sebesar Rp 300 ribu kepada pedagang di Pasar Angso Duo, Kamis (7/4) kemarin. Dia berharap BLT tersebut dapat meringankan beban pedagang skala kecil, seperti pedagang kaki lima (PKL).
Pembagian BLT di Angso Duo ini merupakan salah satu agenda Jokowi selama satu hari di Jambi. Presiden mengatakan bantuan serupa nantinya tidak hanya diberikan di Provinsi Jambi. Namun juga di seluruh provinsi di Indonesia.
Presiden juga mengatakan kepada jajarannya untuk memastikan BLT minyak goreng dapat tersalurkan seluruhnya sepekan sebelum lebaran. “Tadi sudah kita berikan dan kita harapkan tidak hanya di sini saja. Nanti di seluruh provinsi di Tanah Air BLT Minyak Goreng bisa segera disalurkan. Saya sudah minta sebelum Lebaran harus bisa diselesaikan, seminggu sebelum Lebaran,” kata Jokowi.
Bersamaan dengan pemberian BLT Minyak Goreng, Presiden Jokowi juga memberikan Bantuan Modal Kerja (BMK) sebesar Rp1,2 juta. Kepada penerima BMK, Presiden menyampaikan agar bantuan tersebut bisa digunakan sebagai tambahan modal usaha. “Yang Rp 1,2 juta silahkan dipakai buat modal usaha, modal kerja, yang Rp 300 ribu buat beli apa?” tanya Presiden kepada para pedagang.
“Beli minyak goreng, Pak,” ujar para pedagang menjawab pertanyaan Presiden Jokowi.
Pada kesempatan itu, selain memberikan BLT Minyak Goreng dan BMK untuk penerima manfaat dari Program Keluarga Harapan, Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi juga membagikan Bantuan Langsung Tunai kepada para pedagang yang berjualan di pasar tersebut.
Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam kegiatan di pasar tersebut yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Jambi Al Haris, dan Wali Kota Jambi Syarif Fasha.
Namun sejumlah warga yang telah datang ke Pasar Angsoduo mengaku kecewa karena tidak kebagian BLT. Sari, warga Telanaipura, Kota Jambi mengaku telah di PCR agar bisa mendapatkan bantuan. Namun Sri mengatakan dirinya tidak kebagian, malahan bantuan diterima oleh orang lain. "Kami sudah di data. Dari tadi nunggu malah dak dapat," ujar Sari.
Dari Pasar Angso Duo, Jokowi melanjutkan lawatannya ke gudang pinang biji CV Indokara di jalan Suak Kandis, desa Pudak III, Kumpeh Ulu, Muaro Jambi. Di sana, Jokowi melepas
ekspor 7 kontainer komoditas pinang biji. Dia berharap pinang biji dapat menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia, dengan pengelolaan modern dan manajemen yang baik.
"Kita harapkan ini akan menjadi salah satu juga komoditas unggulan kita. Kalau kita kelola dengan manajemen modern, manajemen yang lebih baik,” ujar Presiden Jokowi.
Jokowi mengatakan luas lahan yang ditanami pinang biji di Indonesia mencapai 152.000 hektare. Sebanyak 22.000 hektare di antaranya berada di Jambi.
Kepala Negara menyampaikan pinang biji merupakan komoditas yang banyak dibutuhkan di Thailand, Iran, India, China dan Pakistan. “Kita harapkan ini nanti akan menjadi sebuah komoditas ekspor dalam jumlah yang besar,” jelasnya.
Presiden Jokowi mengatakan sudah memerintahkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk menyiapkan varietas unggul, yang memiliki kualitas yang bagus, agar Indonesia bisa mengekspor dalam jumlah yang lebih besar lagi. “Karena tahun kemarin ekspor (pinang biji) kita di seluruh Tanah Air sebesar Rp5 triliun lebih. Ini sebuah jumlah yang sangat besar sekali dan sangat baik memberikan income kepada petani-petani,” ujar pungkasnya.
Selanjutnya, Jokowi meninjau jalan Nasional Provinsi Jambi di wilayah Desa Talang Duku, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Mengenakan sweater warna merah bertuliskan G20 Indonesia 2022, Jokowi langsung memantau Peta Jalan Nasional Provinsi Jambi yang dipaparkan oleh pihak Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Gubernur Jambi Al Haris.
Jokowi terlihat tertawa saat berbincang dengan Gubernur Jambi Al Haris dan juga para pejabat lainnya. Berdasarkan data dari Balai Pelaksanaan Jalan Wilayah Jambi bahwa Proyek Jalan Batanghari II - Zona V - Muara Sabak terbagi menjadi dua proyek.
Proyek pertama yaitu ruas jalan Batanghari II - Zona V dengan panjang 33 kilometer dan lebar 7 meter yang menelan biaya sebesar 119,4 miliar rupiah, proyek kedua yaitu ruas jalan Zona V - Muara Sabak dengan panjang 31,5 kilometer dan lebar jalan 7 meter yang menelan biaya 113,7 miliar rupiah.
Setelah meninjau lokasi jalan nasional, Jokowi melanjutkan kunjungan ke Candi Kedaton, di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi. Di kompleks candi tersebut, Presiden mencermati teknologi pembangunan candi pada masa lalu, yang tidak menggunakan semen sebagai perekat bata.
“Kalau kita melihat, begitu kita masuk, yang ada adalah tumpukan tumpukan bata yang sudah lebih dari 1.000 tahun, karena ini adalah (dari) abad ke-7,” kata Presiden dalam sambutannya yang disiarkan secara virtual.
Presiden juga mengemukakan bahwa Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi pada masa lalu merupakan pusat pendidikan terbesar di Asia. Tempat pendidikan teologi, kedokteran dan obat obatan, filsafat, serta arsitektur dan seni berkembang.
“Artinya apa, peradaban kita saat itu sudah meng-internasional dan terbuka. Ini lah yang sejarah yang perlu kita lestarikan, agar jejak-jejak peradaban kita di bidang pendidikan utamanya, bisa kita ketahui,” katanya.
Presiden menyampaikan bahwa pemerintah berencana restorasi Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi yang luasnya 3.980 hektare. (*)
Demokrat Jambi Matangkan Pelaksanaan Musda, Mashuri: Siapa Saja Bisa Maju Asal Sesuai Aturan
Komitmen Anti-Narkoba dan HP Ilegal, Jajaran Lapas Jambi Tandatangani Ikrar Zero Halinar
Gubernur Al Haris Dukung Liga 4 di Stadion Swarna Bhumi, Persebri Wakili Jambi ke Tingkat Nasional
Angka Kemiskinan Muaro Jambi Melonjak, Tekanan Pangan dan Daya Beli Disorot
Berujung Damai, SAD Sepakat Tak Lagi Ambil Sawit di Lahan PT SAL dan Tinggalkan Kecepek