Ingatkan Pedagang Soal Sampah dan Ketertiban

Fasha Pastikan Makanan di Pasar Bedug Aman

Senin, 04 April 2022 - 06:49:52 WIB

Walikota Jambi, Sy Fasha, meninjau beberapa lapak di pasar beduk yang dikelola Pemkot usai membuka pasar bedug kemarin.  (Foto. IMCNews.ID)
Walikota Jambi, Sy Fasha, meninjau beberapa lapak di pasar beduk yang dikelola Pemkot usai membuka pasar bedug kemarin. (Foto. IMCNews.ID)

IMCNews,ID, Jambi - Semarak bulan suci Ramadhan disambut dengan suka cita oleh umat muslim di seluruh dunia, tidak terkecuali bagi masyarakat Kota Jambi. Masyarakat Tanah Pilih ini pun menyambut bulan yang mulia dan penuh rahmat tersebut dengan berbagai aktivitas dan persiapan. 

Tidak hanya mempersiapkan mental dan rohani, masyarakat juga menyambut bulan suci ramadhan dengan menggelar pasar bedug. Pasar yang hanya ada satu kali dalam setahun tersebut, merupakan tradisi yang telah membudaya di masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa. 

Di awal puasa 1443 Hijriah ini, Walikota Jambi, Syarif Fasha membuka secara resmi pasar bedug Ramadhan di Jalan Mr Asaad Pasar Jambi, Minggu (3/4). Seperti tahun sebelumnya, Pemkot Jambi selalu menggelar pasar dadakan selama sebulan penuh. Pasar yang dikenal dengan nama Pasar Bedug itu hanya dibuka setahun sekali, yakni selama Ramadan. 

Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi sudah menyiapkan sedikitnya ratusan lapak  pedagang. Pasar Bedug tersebut tidak hanya satu lokasi, tapi ada beberapa titik. Biasanya di lokasi yang strategis dan banyak dikunjungi warga.

"Pasar Bedug yang dikelola oleh Pemkot Jambi ini ada dua, yaitu di Jalan Mr Asaad khusus kuliner, dan Jalan WR Soepratman khusus pakaian. Khusus Pasar Bedug kuliner, umumnya pasar diisi pedagang makanan dan minuman, dan menu khas Kota Jambi," ujar Walikota Jambi Syarif Fasha saat membuka pasar bedug di Jalan Mr. Asaad Pasar Jambi.

Dikatakan Fasha, tujuan diadakannya pasar bedug ini adalah untuk mendekatkan dan memudahkan masyarakat dalam membeli makanan untuk keperluan berbuka puasa. 

“Kami izinkan masyarakat untuk berjualan, tapi ingat jangan abaikan Protokol Kesehatan (Prokes). Ribuan UMKM silahkan menjajakan hasil kreatifitasnya di bulan ramadhan ini, sebab selama hampir 3 (tiga) tahun kita berjuang melawan Covid-19," katanya.

Selain itu, tujuan diadakan pasar bedug ini adalah untuk menata agar para pedagang lebih tertib dan rapi. Sehingga tidak menimbulkan kemacetan dan kesemrawutan di jalan-jalan khususnya jalan protokol.

Fasha juga mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir tentang kualitas dan bahan yang digunakan dalam membuat menu berbuka puasa yang di jual di pasar bedug. Sebab, semua makanan dan minuman yang dijual di pasar bedug sudah melalui uji tes oleh BPOM. Jadi, keamanan dan kesehatannya sudah terjamin.

“BPOM akan mengecek ke pasar-pasar bedug, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya.

Ia berharap agar pasar-pasar bedug yang belum terdata oleh pemerintah agar didata ulang. Hal itu guna memudahkan pemantauan di pasar-pasar bedug tersebut. Selain itu juga memudahkan pemerintah untuk mengatur lalu lintasnya, agar tidak menyebabkan macet. 

"Pasar bedug yang ada di kecamatan-kecamatan itu harus ada rekom dari Disperindag. Supaya kita bisa pantau apa yang dijualnya, bagaimana lalu lintasnya, dan lain sebagainya. Kita juga tempatkan petugas keamanan dari Trantib Kecamatan, Satpol PP, dan dari Dinas Perhubungan,” katanya. 

Politisi Partai Nasdem itu menambahkan, para pedagang untuk bisa menjaga kebersihan kota. "Jangan buang sampah sembarangan, tempatkan sampah sesuai dengan tempatnya," ujarnya.

Menurutnya, dengan diberikannya kendali ruang kepada masyarakat untuk melakukan aktivitas ekonomi, diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kota Jambi. Tahun lalu pertumbuhan ekonomi kota Jambi tumbuh 3,78 persen. Tahun 2022 ini diharapkan bisa tumbuh diatas 5 persen.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, Yon Heri menyebutkan bahwa Pasar Bedug yang berada di Mr Ass'at ini terdapat sebanyak 81 pedagang. Sementara yang berada di Jalan WR Supratman berjumlah 695 pedagang. 

"Jadi totalnya sebanyak 776 pedagang yang terdaftar di pasar bedug yang dikelola oleh Pemkot Jambi," katanya.

Dia menambahkan, semua jajanan kuliner yang ada di pasar bedug sudah diperiksa BPOM.

"Berdasarkan beberapa sampel sudah diambil, dan tidak terbukti, artinya aman dikonsumsi masyarakat," pungkasnya.

Pantauan di lapangan, orang nomor satu di kota Jambi tersebut menyapa para pedagang di Pasar Bedug. Selain itu, ia juga membeli beberapa makanan diantaranya adalah kurma, lemang dan es buah. (*)



BERITA BERIKUTNYA