IMCNews.ID, Kerinci - Masyarakat Lima Desa Tanjung Pauh Mudik, kecamatan Danau Kerinci Barat, kabupaten Kerinci, kembali keluhkan jembatan pertanian, karena kondisi jembatan semakin memprihatinkan.
Padahal Jembatan tersebut penting bagi masyarakat karena satu satunya untuk akses warga dalam mengangkut hasil pertanian.
Perjuangan ketegasan anggota dewan dapil V, usulan PUPR Kabupaten Kerinci sangat dibutuhkan dalam hal ini, terlebih dahulu anggaran untuk pembangunan jembatan Batang Merao Desa Tanjung Pauh Mudik telah beberapa kali menjadi Silpa.
Hal seperti ini, pemerintah daerah Kabupaten Kerinci terfokus Dinas PUPR Kabupaten Kerinci harus berkaca dari pengalaman sebelumnya, jangan sampai kejadian yang terjadi setiap tahun kini terulang kembali di setiap tahunnya.
Tahun 2022, masyarakat berharap besar untuk pembangunan jembatan Batang Merao di Desa Tanjung Pauh Mudik sangat dinantikan.
"Belum ada kabar akan dibangun Jembatan Sungai Batang Merao, apalagi dari tahun ke tahun pembangunan di Kabupaten Kerinci banyak terfokus untuk wilayah Mudik," ujar Wedi, salah seorang warga Tanjung Pauh Mudik.
Menurutnya, tidak seriusnya pemerintah daerah Kabupaten Kerinci (KLB jilid 2) untuk pembangunan merata di seluruh wilayah Kabupaten Kerinci.
"Legislatif lemah, PUPR Kabupaten Kerinci lengah. Buktinya sudah dua tahun selalu terjadi Silpa," pungkasnya. (*/IMC01)
Raih Opini WTP ke-14, Gubernur Al Haris Tegaskan Komitmen Perbaiki Tata Kelola Keuangan
Dua Terdakwa Kasus 58 Kg Sabu Dituntut Seumur Hidup Oleh JPU Kejari Jambi
Kasus Pengadaan Zat Kimia Perumda Tirta Mayang Kota Jambi Seret Nama Sejumlah Pejabat
Bapemperda DPRD Jambi Konsultasikan Ranperda Pengelolaan Tahura ke Kemenhut
Soal PI Migas, Al Haris Ungkap Baru Satu Perusahaan Setuju Beri 10 Persen
Terjunkan Alat Pencarian Bawah Air Cari KM Sumber Daya di Perairan Pulau Berhala