IMCNews.ID, Kerinci - Banjir bandang merusak lahan perkebunan warga Desa Gunung Labu, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci. Banjir bandang ini disebabkan guyuran hujan di wilayah Kayu Aro tersebut, Senin (27/12/2021) siang.
Air bah berasal dari perbukitan gunung Kerinci. Tanaman petani seperti kentang, Cabai, Kol rusak. Salah seorang warga Desa Gunung Labu, Tomi mengatakan, banjir bandang dari Gunung Kerinci terjadi sekitar pukul 14.00 Wib.
"Banjir bandang seperti ini sudah sering terjadi di Desa kami. Setiap hujan, pasti banjir. Kalau intensitasnya lama bisa sampai ke permukiman penduduk. Sekarang baru di perkebunan masyarakat," katanya.
Akibat banjir bandang tersebut, para petani mengalami kerugian yang tidak sedikit. Pasalnya, banyak tanaman hanyut terbawa arus.
"Airnya sangat deras dari perbukitan kaki gunung Kerinci. Tanaman holtikultura, seperti Kentang, Cabai, dan tanaman lainnya rusak. Petani pun merugi," ungkapnya.
Dia menuding banjir bandang ini disebabkan maraknya aktifitas perambahan hutan di kaki Gunung Kerinci. Kondisi itu diparparah lagi tidak ada sungai yang menampung.
"Banjir cukup parah selama empat bulan terakhir. Karena, hutan di kaki gunung Kerinci sudah banyak dirambah," katanya.
Dia berharap kepada pihak terkait, yakni Dinas PUPR Kerinci dapat mengatasi masalah banjir yang sering terjadi di Desa Gunung Labu, Kayu Aro Barat.
"Butuh penanganan dari tanggap darurat Dinas PUPR Pemkab Kerinci untuk segera membuat jalur sungai baru, agar bisa ada solusi supaya air tidak ke perladangan masyarakat dan jalan," jelasnya. (IMC01)
Gubernur Al Haris Tinjau dan Berikan Bantuan Korban Banjir Sarolangun dan Merangin
Rektor UIN Tindak Tegas Oknum Dosen yang Digerebek di Kos Mahasiswi, Aktivitas Akademik Dihentikan
Tujuh Pelaku PETI Tertangkap Sedang Garap Lahan dengan Alat Berat di Merangin, Pemodal Jadi DPO
Pimpin Apel di Kantor Camat Danau Sipin, Kemas Faried Tegaskan Pentingnya Kolaborasi
Soal Hasto Jadi PAW Pangeran, Ketua DPRD Kota Jambi Tegaskan Belum Ada Rekomendasi
Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Tinjau Pelebaran Drainase di Solok Sipin