Gunung Kerinci Berstatus Siaga Level II

Kamis, 16 Desember 2021 - 08:49:37 WIB

IMCNews.ID, Kerinci - Gunung Kerinci saat ini berstatua siaga level II. Pasca erupsi gunung Semeru beberapa waktu lalu, sejumlah gunung berapi menjadi perhatian. Tak terkecuali gunung tertinggi di Sumatera itu. 

Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kerinci, aktifitas gunung Kerinci belum ada peningkatan. 

Petugas PVMBG Kerinci, S Mamori, mengatakan sepanjang tahun 2021 Gunung Kerinci pernah satu kali mengeluarkan hujan abu pada Februari dan berdampak pada warga yang tinggal di sekitar kaki gunung. 

"Setelah itu, sampai saat ini belum ada lagi abu keluar," katanya, Rabu (15/12/2021). 

Selain hujan abu, menurut Mamori, sepanjang tahun ini Gunung Kerinci juga sering mengeluarkan lahar dingin. Banjir lahar dingin itu terjadi di wilayah kaki Gunung Kerinci. 

Namun, lanjut dia, banjir lahar dingin lebih disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi di puncak gunung. Bahkan, menurut dia, dalam beberapa minggu terakhir, sudah dua kali terjadi banjir lahar dingin, yakni pada tanggal 10 dan 13 Desember 2021.

"Banjir lahar dingin ini disebabkan curah hujan di puncak gunung tinggi. Sehingga laharnya melimpah dan mengalir ke bawah, menyebabkan banjir lahar dingin,’’ jelasnya. 

Dikutip dari website Penjelajah Gunung Kerinci adalah gunung tertinggi di Pulau Sumatera (Puncak Sumatera). Gunung yang termasuk ke dalam jajaran Pegunungan Bukit Barisan ini memiliki ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Sebagai salah satu gunung api jenis stratovolcano yang termasuk dalam Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire), Gunung Kerinci adalah gunung api (volcano) aktif tertinggi di Indonesia. Gunung Kerinci memiliki kawah pada puncaknya dengan kedalaman 600 meter dan luas kawah sekitar 48.000 meter persegi.

Kemudian, Gunung Kerinci juga termasuk bagian dari Taman Nasional Kerinci-Seblat (TNKS) yang merupakan taman nasional terbesar kedua di Indonesia. Kawasan konservasi ini memiliki luas area sekitar 1,3 juta hektar. 

Bersama dengan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), TNKS dikelompokkan menjadi Situs Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO sejak tahun 2004. 

Hutan Hujan Tropis Sumatera dinobatkan oleh UNESCO karena keindahan alamnya yang luar biasa, merupakan contoh yang mewakili proses ekologis dan biologis yang sedang berlangsung secara signifikan, dan memiliki habitat alami yang sangat penting dan signifikan dalam konservasi in-situ. Selain itu, TNKS juga diakui sebagai situs Taman Warisan ASEAN. (*)



BERITA BERIKUTNYA