IMCNews.ID, Jakarta - Presiden Jokowi memberikan bocoran soal nama yang bakal memimpin ibu kota baru di Kalimantan Timur. Melalui Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) pembangunan Ibu Kota baru itu telah dirancang.
RUU IKN juga memuat soal pengisian calon pemimpin di ibu kota negara baru yang tidak dipimpin oleh seorang gubernur yang diseleksi lewat pemilihan kepala daerah, tapi oleh Kepala Otorita Ibu Kota Negara.
Dikutip dari liputan6.com, Presiden mengungkap empat nama calon Kepala Otorita IKN, yakni Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok beserta tiga nama lain dengan latar belakang berbeda. Diantaranya Menristek Bambang Brodjonegoro, pengusaha sapi Tumiyana, hingga Bupati Banyuwangi Azwar Anas.
"Namanya kandidat memang banyak. Satu, pak Bambang Brodjonegoro, dua pak Ahok, tiga pak Tumiyana, empat pak Azwar Anas. Cukup," ujar Jokowi, dikutip, Sabtu (23/10/2021).
Merujuk Pasal 9 UU IKN, dituliskan bahwa penunjukan hingga pemberhentian Kepala Otorita IKN hingga sang wakil nantinya bakal jadi wewenang seorang presiden.
"Pemerintahan Khusus IKN dipimpin oleh Kepala Otorita IKN dan dibantu oleh seorang Wakil Kepala Otorita IKN yang ditunjuk, diangkat, dan diberhentikan langsung oleh Presiden," bunyi Pasal 9.
Adapun Kepala Otorita IKN dan Wakil Kepala Otorita IKN kelak akan memegang jabatan selama 5 tahun terhitung sejak tanggal pelantikan dan sesudahnya, juga dapat ditunjuk dan diangkat kembali dalam masa jabatan yang sama.
"Kepala Otorita IKN dan/atau Wakil Kepala Otorita IKN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dapat diberhentikan sewaktu-waktu oleh Presiden sebelum masa jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berakhir" tulis Pasal 10 ayat (2). (*)
Jambi Berpotensi Diguyur Hujan Petir Dampak Pergerakan Siklon Tropis Jangmi
Selama Libur Panjang Idul Adha, Pertamina Tambah 9 Juta Tabung Gas 3 Kg
PT SAS dan Group Kembali Salurkan 40 Hewan Kurban untuk Masyarakat
Seorang Wanita di Sijenjang Tewas Dihabisi Anak Kandung yang Diduga ODGJ
Resmi Dilantik, Fasha Ungkap Alasan Bergabung dan Pimpin Nasdem Provinsi Jambi