IMCNews.ID, Jambi - Penyebaran covid-19 di Kota Jambi mulai terkendali. Hingga Senin 18 Oktober 2021, tercatat sudah 9.792 warga Kota Jambi yang terkena virus Covid-19.
Dari total itu, sebanyak 9.428 warga sudah sembuh. Kini hanya tersisa 23 kasus aktif. Sementara sudah sepekan lebih, tak ada lagi warga Kota Jambi yang meninggal akibat Covid-19.
Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengajak warga selalu menjaga protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi. Meskipun kondisi Covid-19 di Kota Jambi sudah mulai turun.
"Jangan terlalu euforia berlebihan, terutama kalangan muda. Kita harus sama-sama menjaga ini supaya angkanya tidak naik lagi. Mudah-mudahan Kota Jambi bisa turun ke level 1," kata Fasha, Senin (18/10/2021).
Fasha berharap, meskipun diprediksi bakal ada gelombang ketiga Covid-19, jika warga tetap konsisten menjaga protokol kesehatan, maka hal tersebut tidak akan terjadi.
"Saya harap masyarakat sudah mulai teredukasi, rajin cuci tangan, tidak berkerumun, menjaga jarak. Sehingga mulai mengenali virus Covid-19 ini. Bisa dikalahkan atau dicegah dengan apa," katanya.
Selain itu, tidak ada lagi Rukun Tetangga (RT) yang berada di zona merah. Hanya ada 17 RT yang masih zona kuning.
"Ini adalah buah dari kerja keras kita bersama. Kita pernah melakukan pengetatan PPKM Level 4, sehingga sekarang angka penyebarannya bisa kita tekan," jelasnya.
Perlu diketahui, capaian vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 90 persen. Dimana sebanyak 416.341 warga Kota Jambi sudah divaksinasi dosis pertama dari target sebanyak 460.139 warga. Sementara untuk dosis ke dua sudah berada diangka 63 persen atau 291.239 warga. (IMC01)
Gubernur Al Haris Apresiasi Bhayangkara Presisi Job Fair dan Bazaar UMKM Polda Jambi
Produktivitas Industri Topang Kenaikan BI Rate Jadi 5,75 Persen, Rupiah Menguat
Pemerintah Kembali Berikan Diskon Tarif Transportasi, Kali Ini Dalam Momen Libur Sekolah
Selat Hormuz Bisa Dilewati Tanpa Biaya Selama 60 Hari, Ditanggung Iran
Gubernur Al Haris: ISMI Jadi Wadah Pengabdian untuk Membangun Jambi
Kondisi Harimau yang Memangsa Warga Renah Pembarap di Tempat Rehabilitasi