IMCNews.ID, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah di Indonesia berpotensi diguyur hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang, Jumat.
Dilansir melalui laman resmi BMKG, kondisi itu diprakirakan melanda wilayah Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Sementara kondisi yang sama diprakirakan berlangsung di seluruh wilayah Sulawesi. Sedangkan untuk wilayah timur Indonesia terjadi di Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang yang dapat terjadi di wilayah Lampung dan Kalimantan Selatan.
Sedangkan potensi angin kencang diprakirakan berlangsung di wilayah Bali dan Nusa Tenggara Timur.
Sedangkan sejumlah wilayah yang berpotensi diguyur hujan berskala lebat, sedang dan ringan adalah Mamuju, Denpasar, Bengkulu, Gorontalo, Jambi, Palangkaraya, Samarinda, Tarakan, Tanjung Pinang, Ambon, Ternate, Manokwari, Makassar, Kendari, Manado, Padang, Medan.
Sedangkan cuaca cerah dan berawan diprakirakan berada di Aceh, Serang, Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Semarang, Pontianak, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Mataram, Kupang dan Jayapura.
Situasi yang sama juga diprakirakan berlangsung di Kupang, Palembang dan Pekan Baru.
Situasi suhu di kota besar diperkirakan berada pada angka rata-rata 20 hingga 35 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan berkisar di angka 45 hingga 100 persen. (IMC02/Ant)
RUPST PHR Perkuat Kemandirian Energi dan Kinerja Berkelanjutan
Jadi Barometer, Komisi I DPRD Bengkulu Bahas Penguatan Kelembagaan & Sengketa dengan KI Jambi
Wamen Imipas Diduga Sudah Dapat Jatah Pengurusan Izin Tinggal WNA Sejak Jabat Dirjen Imigrasi
Seorang Jamaah Haji Asal Merangin Meninggal Akibat Serangan Jantung di Makkah
Faried Tegaskan DPRD dan Pemkot Jambi Terus Perjuangkan Warga Terdampak Zona Merah
Al Haris Minta Proyek Sekolah Rakyat Dipercepat Demi Sambut Siswa Baru
Satgas: Penurunan Kasus Masih Dua Kali Lipat dari Gelombang Pertama