IMCNews.ID, Muara Tebo - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali menelan korban. Dua penambang emas illegal di Kabupaten Tebo dilaporkan tewas tertimbun longsoran tanah.
Peristiwa itu terjadi saat kedua korban menambang di kawasan perkebunan karet, Lorong Mayat, Kelurahan Pulau Temiang, Kecamatan Tebo ulu, Rabu (1/9/2021), sekitar pukul 16.00 Wib.
Kedua penambang itu diketahui bernama Fesa Nesra (23) warga RT 12, RW 04, Kelurahan Pulau Temiang, dan Amri Mursalin (21) warga Dusun Telago Mudo, Desa Tanjung Aur, Kecamatan Tebo ulu. Keduanya tertimbun saat menggali tebing setinggi 15 meter.
BACA JUGA : Dua Anggota Satpol PP Peras Pelaku Usaha Manfaatkan PPKM Level 4, Akhirnya Dipecat
Kasat Reskrim Polres Tebo AKP Maharatua Siregar mengatakan saat kejadian kedua korban melakukan aktivitas penambangan menggunakan dompeng di areal kebun karet milik Pi'I, warga Kelurahan Pulau Temiang. Keduanya sudah menggali tebing setinggi 15 meter.
"Namun tebing longsor. Keduanya tertimbun material tanah longsoran setinggi 1 meter," katanya.
Kedua korban, kata dia, sempat meminta tolong saat terjadi longsor. Teriakan mereka terdengar warga yang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pencarian. Namun sayangnya, upaya evakuasi terkendala tingginya material tanah yang menimbun kedua korban.
BACA JUGA : Bangkrut, Koja Trans Stop Operasional
Kedua korban baru berhasil ditemukan setelah dilakukan penggalian tanah hingga sedalam satu meter dalam keadaan telah meninggal dunia.
"Korban dimakamkan hari ini (Kamis kemarin) oleh keluarganya, " pungkasnya.
Sementara Kepala Desa Tanjung Aur, Itianto membenarkan dua orang warganya tewas tertimbun tanah longsor saat melakukan aktivitas penambangan.
“Saya baru pulang, jadi belum tahu kronologisnya. Apakah kecelakaan tertimbun longsor apa tidak belum lihat, karena saat ini hujan,” katanya. (IMC01)
Kabel Transmisi Putus di Mestong Jambi Penyebab Blackout Listrik Sumatera
Makna Berkurban Idul Adha di Tengah Kesenjangan Sosial di Jambi
KABAR DUKA! Seorang Jamaah Haji Asal Jambi Meninggal Dunia di Makkah
Sepanjang Triwulan Pertama 2026 Ditemukan 1.443 Orang Dipasung Akibat Masalah Kesehatan Mental
Listrik se-Sumatera Padam Total, Pemerintah Didesak Audit Menyeluruh PLN