Tak Dapat Ambulan, Soni Nekat Bawa Jenazah Istri yang Diduga Positif COVID-19 Menggunakan Motor

Rabu, 04 Agustus 2021 - 07:33:59 WIB

Ilustrasi. (ist)
Ilustrasi. (ist)

IMCNews.ID - Soni Efendi (42) nekat membawa jenazah istrinya, Ompilawati (38) yang diduga positif COVID-19 dengan menggunakan sepeda motor lantaran tak mendapatkan layanan mobil ambulan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mukomuko, Selasa (3/8/2021) dini hari. 

Soni Efendi (42) merupakan warga Desa Pelokan, Kecamatan XIV Koto. Didampingi keluarganya Indra Taufik (54), Soni menjelaskan kronologis kejadian ketika awalnya Ompilawati yang mengidap penyakit gula dan sering berobat di rumah sakit itu dibawa menggunakan sepeda motor pada Senin (2/8/2021) ke RSUD karena penyakitnya kambuh.

Ompilawati sempat menjalani perawatan di RSUD setempat. Namun ibu rumah tangga ini menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Pada saat mengurus jenazah, pihak RSUD mengatakan bahwa jenazah positif COVID-19, sehingga pemulasaraan jenazah harus mengikuti standar penanganan jenazah COVID-19. Namun hal itu ditolak oleh pihak keluarga.

Menurut Taufik, kalau keluarga tidak mau jenazah diurus dengan standar pemulasaraan COVID-19. RSUD tidak menyediakan mobil ambulan sehingga keluarga membawa pulang jenazah menggunakan sepeda motor.

"Memang waktu Ompilawati masuk rumah sakit Senin siang itu sempat menjalani tes cepat COVID-19 dan katanya positif, tapi keluarga tidak percaya yang bersangkutan ini terjangkit virus corona, karena almarhum jarang keluar rumah dan sekitar rumahnya tidak ada yang terjangkit virus ini,” ujarnya.

Direktur RSUD Mukomuko dr. Syafriadi tidak membenarkan ada warga yang membawa pulang jenazah keluarganya menggunakan sepeda motor.

Menurut Syafriadi, kejadian itu hanya “miskomunikasi” antara petugas RSUD dan pihak keluarga. Jenazah memang sempat akan dilakukan pemulasaraan standar COVID-19 karena yang bersangkutan positif berdasarkan pemeriksaan tes cepat antigen.

Ia mengatakan, awalnya keluarga sudah setuju jenazah dimakamkan secara standar protokol kesehatan COVID-19. Tetapi petugas yang mengurusi jenazah saat itu belum siap karena malam hari sehingga petugas harus dihubungi dulu.

“Setelah saya klarifikasi dengan petugas-petugas, menurut penilaian saya, pihak keluarga tidak sabar. Kita akui petugas yang mengurus jenazah tidak standby. Harus dihubungi dulu,” ujarnya.

Ia menegaskan, RSUD sangat siap memberikan pelayanan berupa ambulan bagi pasien yang meninggal di RSUD Mukomuko. Mobil ambulans siap 24 jam dan pemulasaraan pasien COVID-19 juga tidak ada kendala termasuk peti dan perlengkapan lainnya.

"Tidak benar jika ada yang mengatakan RSUD enggan memfasilitasi mobil ambulan. Menurut saya, kejadian ini karena ada miskomunikasi,” tukasnya. (IMC01)



BERITA BERIKUTNYA