IMCNews.ID, Tebo - Puluhan masyarakat yang mengatasnamakan aliansi masyarakat peduli pembangunan Simpang Niam melakukan aksi unjuk rasa menuntut pembangunan Jalan Simpang Niam Lubuk Madrasah yang berada di Kecamatan Tebo Ilir.
Warga memblokir jalan dan memberhentikan truk batubara yang melintas di kawasan itu. Aksi ini menuntut agar jalan yang rusak akibat perlintasan truk batubara bermuatan berat untuk segera diperbaiki.
Koordinator lapangan, Yusar mengatakan bahwa aksi protes warga ini dilakukan karena kondisi jalam yang sudah rusak parah namun belum juga diperbaiki oleh pemerintah.
BACA JUGA : Kota Jambi Dikepung Banjir Dadakan
"Padahal pernah janji, dan jalan ini jalan utama masyarakat untuk sekolah, dan aktivitas setiap hari," kata Yusar.
Menurutnya, akibat getaran truk batubara dengan muatan melebihi tonase, mengakibatkan banyak rumah warga yang retak di sepanjang jalan nasional tersebut. Ia juga mengatakan akan menyetop semua truk batubara yang lewat jika tidak ada solusi dadi pihak perusahaan batubara tersebut.
"Kalau tidak ada dari perusahaan yang menemui kami mencari solusi, kami akan terus menghentikan truk yang lewat disini," tambahnya.
Sementara itu, anggota DPRD Tebo, Fahruddin Alroji yang turun langsung menemui warga Desa Mengupeh, Tengah Ilir Kabupaten Tebo berjanji akan memfasilitasi masyarakat agar dipertemukan dengan perusahaan.
"Saya lihat memang jalannya sudah rusak. Saya akan fasilitasi dalam waktu dekat, kalau perlu jumat besok kita panggil pihak perusahaan di kantor camat biar kita ketemu," ujar Fahruddin. (*)
Jembatan Putus Akibat Banjir di Sarolangun, Edi Purwanto: Harus Jadi Prioritas
Jambi Guncang Rakernas ADPMET: Gubernur Al Haris Deklarasi Perang Fiskal Tak Adil
Edi Purwanto Desak Percepatan Jalan Dua Jalur Depan Kampus Unja dan UIN hingga Exit Tol Pijoan
Tiga Tersangka Kasus Perusakan Hutan dan Pelayaran Dilimpahkan ke Kejari Tanjabbar
Pohon Tumbang Diterjang Angin Kencang di Jalinsum Ganggu Lalu Lintas, Brimob Bergerak Evakuasi
Rekor Lagi, Bertambah 400 Pasien Dalam Sehari, Kasus COVID-19 Jambi Tembus 15.006