Jambi Terkini

Wisudawati Terbaik IAI Tebo Isolasi Diri Usai Bersalaman dengan Pejabat yang Diduga Positif Covid-19

Maret 26, 2020 03:04
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan mahasiswa yang baru pulang dari melakukan perjalanan ke daerah pandemi Corona. (ist)
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan mahasiswa yang baru pulang dari melakukan perjalanan ke daerah pandemi Corona. (ist)

IMCNews.ID, Jambi - Masyarakat Kabupaten Tebo dilanda keresahan luar biasa, setelah satu orang di Jambi dinyatakan positif terinfeksi virus corona 9Covid-19). 

Keresahan ini bukan tanpa alasan. Mereka khawatir orang yang terinfeksi covid-19 itu adalah pejabat publik yang baru saja ditemui di sebuah acara.

Masyarakat tidak menyalahkan adanya orang yang terinfeksi. Mereka meminta agar catatan riwayat perjalanan yang positif covid-19 dibuka ke publik. Tujuannya agar yang merasa bersentuhan selama ini dengannya bisa mengambil keputusan, semisal isolasi diri.

BACA JUGA : FKIK Unja Produksi Hand Sanitizer Bantu Kebutuhan Cegah Covid-19

Keresahan ini salah satunya disampaikan oleh Meri Rusman Juli. Ia merupakan wisudawati terbaik pada saat wisuda Institut Agama Islam (IAI) Tebo belum lama ini. 

Pada saat itu, Meri bersama orangtuanya, sempat berjabat tangan seorang pejabat publik di acara itu. Pejabat itu kini santer disebut-sebut sebagai orang yang postitif covid-19. 

Meri sangat bangga pada saat itu. Tapi kini muncul kekhawatiran pada dirinya dan juga orangtuanya, apakah benar orang yang mereka salami itu adalah orang yang dinyatakan positif covid-19.

Saat ini kondisi Meri baik-baik saja. Ia tidak merasakan gejala umum terinfeksi covid-19 padanya, seperti demam, sesak nafas, batuk, dan yang lainnya. Begitu juga dengan orangtuanya. 

Namun ia akhirnya melakukan pencegahan dan mengisolasi diri bersama dengan orangtuanya. Ia menyebut ini keputusan terbaik yang saat ini bisa dilakukan. 

Isolasi diri ini inisiatif mereka sendiri, bukan karena diminta oleh pemerintah setempat maupun pihak terkait. Bila memang pasien yang positif covid-19 itu adalah pejabat yang mereka salami, keputusan yang diambil bisa berbeda lagi.

BACA JUGA : Satu Dokter dan Empat Perawat di RSUD Raden Mathaher ODP Covid-19

Sementara salah seorang civitas akademika di IAI Tebo juga menceritakan bahwa saat acara wisuda itu ia juga dekat dengan pejabat tersebut. Bahkan saat itu beberapa orang petinggi IAI Tebo hadir. 

Di ruangan pada saat wisuda digelar, Sabtu (14/03/2020) lalu, ada lebih dari 100 orang di ruangan itu. Beberapa hari setelahnya pejabat itu demam dan dibawa ke rumah sakit, hingga dirujuk ke Jambi.

Kabar pejabat Tebo yang positif Covid-19 ini telah heboh di Tebo sejak Senin (23/3/2020) pagi. Informasi disebarkan di banyak media sosial. Pada sore harinya, pemerintah pusat mengeluarkan data adanya warga di Provinsi Jambi positif Covid-19. Respon masyarakat pun langsung ramai. 

Masyarakat berspekulasi sendiri. Data dari pemerintah pusat itu dikaitkan mereka sendiri dengan informasi yang beredar sebelumnya, bahwa yang positif covid-19 itu adalah seorang pejabat di Tebo. 

Masyarakat maupun yang pernah kontak dengan yang bersangkutan kini menjadi waswas karena rentan terpapar. Terlebih karena informasi yang diperoleh masyarakat dan beredar luas di media sosial, ada sejumlah kegiatan dihadiri pejabat tersebut beberapa hari sebelum masuk rumah sakit. 

BACA JUGA : Keluarga Pasien Positif Covid-19 Diisolasi Mandiri, Kesehatan Dipantau

Acara itu mulai dari pengukuhan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tebo, bimbingan teknis fasilitasi pemilihan kepala desa untuk 30 desa di Tebo, dan wisuda sarjana Institut Agama Islam (IAI) Tebo yang dihadiri dari 100 orang lebih. Termasuk ada juga pertemuan dengan sejumlah anggota DPRD Provinsi Jambi, dan juga DPRD Tebo. 

Wakil Bupati Tebo, Syahlan, yang merupakan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tebo, menyebut memang kemungkinan ada seorang masyarakat Tebo, yang merupakan pejabat publik di daerah itu, yang terinfeksi covid-19
Namun pihaknya belum menerima surat secara resmi dari Gugus Tugas Jambi. Ia hanya meminta agar masyarakat lebih waspada lagi menjaga kesehatan, serta mengurangi interaksi dengan masyarakat luas, dan menghindari keramaian. Dia juga meminta agar masyarakat Tebo tenang dan tidak panik. 

Informasi soal siapa yang positif terinfeksi virus corona ini memang masih simpang siur. Desakan agar membuka catatan perjalanan yang positif virus corona kemudian mengalir dari kelompok masyarakat. 

Satu di antaranya disampaikan oleh Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Tebo, beserta Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU). Menurut mereka, Pemkab Tebo saat ini lamban menginformasikan benar atau tidak pasien yang positif covid-19 tersebut adalah Sekda Tebo. 
Mereka khawatir bila informasi catatan perjalanan yang positif covid-19 tidak dibuka, nantinya akan menimbulkan persoalan yang lebih besar, pada aspek kesehatan dan juga keselamatan masyarakat.

Ketua GP Ansor Tebo, Fadhlin Hafizi, mengatakan bahwa semestinya harus ada keterbukaan dari Pemkab Tebo dan harus memberanikan diri mengakui benar atau tidak yang positif Covid-19 tersebut adalah pejabat di Tebo. Dia menyebut terinfeksi covid-19 bukanlah sebuah aib.

"Untuk Antisipasi kita bersama jika seumpama benar pasien positif corona itu pejabat Tebo, setidaknya ada upaya yang harus dilakukan Pemkab Tebo dan dinas terkait," ungkap Fadhlin.

Kini bahkan bahkan muncul petisi online, yang berjudul ‘Buka Riwayat Perjalanan Pasien Positif Covid-19’. Petisi itu mendesak agar Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi segara membuka kepada publik catatan perjalanan pasien positif Covid-19. Informasi soal penyebaran virus disebut dalam petisi itu, merupakan hak publik.

Selain itu disebutkan juga dalam petisi itu, seharusnya publik mendapat informasi yang jelas agar bisa membantu mereka mengambil keputusan terbaik demi keselamatannya. 

“Kami tidak meminta supaya identitas pasien covid-19 dibuka, kami hanya meminta supaya riwayat perjalanannya segera diumumkan ke publik,” tertulis di petisi tersebut. (*/IMC01)

(Berita Ini adalah hasil liputan kolaborasi jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen Kota Jambi)