Waspada Makanan Berbahan Kimia Berbahaya Jelang Idul Fitri, BPOM Lakukan Ini

Waspada Makanan Berbahan Kimia Berbahaya Jelang Idul Fitri, BPOM Lakukan Ini
Ilustrasi. (ist)

IMCNews.ID, Jambi – Jelang hari Raya Idul Fitri 1441 H/2020, peredaran makanan berbahaya di Provinsi Jambi terus diawasi. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jambi mengaku sudah melakukan pengawasan terhadap 38 distributor makanan dan swalayan.

Dari 38 swalayan dan distributor yang telah dilakukan pengawasan, hanya ditemukan makanan yang kemasannya rusak. Seperti kaleng kemasan makanan yang penyok dan berlubang.

Dia menjelaskan, kemasan makanan yang rusak tersebut ditemukan di 11 swalayan dan distributor yang tersebar di sejumlah wilayah di Kota Jambi.

"Kita hanya menemukan kemasan yang rusak, untuk makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya, makanan ilegal, dan masa kedaluwarsanya telah habis tidak di temukan," kata Kepala BPOM Jambi, Antoni Asdi.

BPOM Jambi juga melakukan pengawasan terhadap makanan untuk berbuka puasa di daerah itu. Selama Ramadhan, BPOM Jambi telah mengambil 154 sampel makanan berbuka puasa di Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi.

BACA JUGA : Terdengar Suara Dentuman Saat Terjadi Longsor di Pematang Kandis, Wilayah Kota Bangko Juga Terendam

"Tidak ditemukan ada bahan kimia berbahaya di menu berbuka puasa, namun kita tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat membeli makanan untuk berbuka puasa," ungkapnya.

BPOM Jambi juga mengimbau masyarakat untuk waspada saat membeli bahan makanan dan penganan untuk persiapan Hari Raya. Dia menyarankan kepada masyarakat untuk cek "KLIK" saat membeli makanan atau bahan makanan.

Cek "KLIK" yang dimaksud yakni cek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa makanan yang akan di beli. "Jika cek 'KLIK' telah dilakukan dapat dipastikan makanan yang dibeli aman," ujarnya. (IMC01)