Nasional

Tiga Pastor Keuskupan Jalani Isolasi Mandiri

Agustus 2, 2020 11:54
Suasana Gereja Katedral Purwokerto sebelum pelaksanaan misa sore. (ist)
Suasana Gereja Katedral Purwokerto sebelum pelaksanaan misa sore. (ist)

IMCNews.ID, Purwokerto - Sebanyak tiga pastor dan dua karyawan di lingkup Gereja Katolik Keuskupan Purwokerto menjalani isolasi mandiri, meskipun tes usap kedua yang mereka jalani dinyatakan negatif COVID-19.

"Kabar tersebut telah kami umumkan saat misa tadi pagi," kata Sekretaris Keuskupan Purwokerto Romo FX Bagyo Purwosantosa Pr saat dihubungi di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu.

Menurut dia, isolasi mandiri dilakukan setelah tiga pastor dan dua karyawan Keuskupan Purwokerto itu menjalani perawatan di rumah sakit  dan dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil tes usap yang dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2020.

Selama dirawat di rumah sakit, kata dia, tiga pastor dan dua karyawan itu menjalani serangkaian pemeriksaan, termasuk tes usap kedua yang hasilnya dinyatakan negatif.

"Untuk lebih meyakinkan, mereka saat ini sekarang menjalani isolasi mandiri. Dalam hal ini, para pastor menjalani isolasi mandiri di Keuskupan, sedangkan yang karyawan di rumah masing-masing," katanya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan berdasarkan hasil konferensi video bersama Bupati Banyumas Achmad Husein, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Banyumas, dan kepala organisasi perangkat daerah yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Banyumas, akan segera dilakukan tes usap di gereja yang pastornya terpapar virus corona jenis baru itu.

Sesuai dengan perintah Bupati Banyumas, kata dia, tes usap juga akan dilakukan terhadap para jemaat di gereja tersebut.

"Mungkin mulai besok atau lusa akan dilakukan tes usap. Kami juga masih menelusuri riwayat perjalanan para pastor tersebut," katanya di Purwokerto, Sabtu (1/8) sore.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Banyumas akan membicarakan masalah kasus COVID-19 di dua gereja Keuskupan Purwokerto tersebut pada Senin (3/8).

"Kalau masalah tempat ibadah, biasanya keputusannya bersama. Biasanya juga melibatkan MUI dan FKUB, Pak Bupati tidak mau memutuskan sendiri," katanya. (IMC02/ant)