Ternyata Batu Bara Juga Bisa Diolah Jadi BBM

Ternyata Batu Bara Juga Bisa Diolah Jadi BBM
Ilustrasi. (ist)

IMCNews.ID, Jakarta - Target produski minyak pada 2030 ditetapkan pemerintah sebesar 1 juta barel per hari (bph).

Namun ternyata,jika produksi minyak bumi belum mencukupi, batu bara bisa juga dioleh menjadi minyak.

"Alternatif untuk mendukung 1 juta BOPD (barel per hari) lifting minyak, kalau migas tidak sampai nanti memproduksi 1 juta BOPD-nya, opsi lainnya adalah bagaimana kalau kita misalnya sekelas minyak bumi, sekelas crude, tapi sumbernya itu dari batu bara," papar Pelaksana Tugas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Senin (30/11/2020) seperti dilansir dari CNBC Indonesia.

Caranya, batu bara mulanya dicairkan terlebih dahulu, kemudian dibawa ke kilang. Menurutnya, ini bisa dilakukan karena yang dibutuhkan kilang adalah bahan baku cair untuk kemudian dikonversi menjadi bahan bakar minyak (BBM).

"Jadi, kita cairkan batu bara, kemudian kita bawa ke refinery minyak. Kalau refinery tahunya sudah cair, di situ bisa dikonversi nanti jadi BBM," paparnya.

Sebelumnya, Hadi Ismoyo, Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), mengatakan dilihat dari sisi cadangan, target produksi minyak 1 juta bph bisa saja dicapai. Namun sayangnya Indonesia termasuk negara yang rumit di dalam berbisnis, baik di sektor migas dan non migas.

Menurutnya, ada lima pilar yang harus digenjot untuk mendongkrak produksi ke 1 juta bph, di antaranya program pengeboran sumur (well work program), optimasi permukaan (surface optimization), percepatan rencana pengembangan lapangan marginal (speed up POD marginal field), Enhanced Oil Recovery (EOR), dan eksplorasi.

"Lima pilar ini adalah tugas Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), tapi tanpa dukungan pemerintah tidak bisa mencapai itu (1 juta bph). Kuncinya adalah masif dan agresif," ungkapnya dalam acara diskusi 'Road to 1 Million BOPD and 12 BSCFD Gas in 2030' secara daring, Jumat (20/11/2020). (IMC01)

Kemudian, untuk kegiatan EOR dia meminta agar bisa difokuskan pada Blok Rokan. Daripada berbicara di banyak lapangan yang belum tentu ekonomis, menurutnya Blok Rokan sangat prospektif untuk digencarkan program EOR. Potensi minyak di Blok Rokan menurutnya bisa mencapai 8,5 miliar. Jika 10% saja diambil, sudah mencapai 850 juta barel.

"Daripada ngomong di banyak lapangan, EOR difokuskan di Rokan saja. Saya optimis, meski banyak yang mengatakan (target 1 juta bph) ini impossible (mustahil), tapi saya instruksikan untuk support ini," paparnya.