Daerah

Tak Bernafsu Lagi dengan Suami, Seorang Istri di Merangin Ajak Dua Selingkuhan Berhubungan Bersama

Mei 29, 2020 09:42
Tiga pelaku hubungan gelap yang digrebek warga saat akan melakukan aksinya. (ist)
Tiga pelaku hubungan gelap yang digrebek warga saat akan melakukan aksinya. (ist)

IMCNews.ID, Merangin - Dengan alasan sudah tidak bernafsu lagi dengan suaminya, HM (47), seorang istri berinisial SD (48), warga Dusun Sungai Tebal, Desa Nilo Dingin, Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi tega berselingkuh, bahkan dengan dua pria sekaligus.

Aksinya tertangkap basah oleh warga pada Senin (25/05/2020) sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu, SD tengah bersama dengan dua selingkuhannya, yakni PN (46) dan YD (42) di rumahnya.

Pengakuan SD kepada warga, dia memang berencana akan berhubungan dengan kedua pria selingkuhannya itu dalam waktu bersamaan. Saat itu, HM suami SD sedang tak berada di rumah.

Kapolsek Lembah Masurai, Iptu Sitepu melalui Kanit Reskrim Aipda Adi Arianto mengatakan, saat penggerebekan ketiga pelaku belum sempat melakukan hubungan layaknya pasangan suami istri (pasutri) karena keburu digerebek warga.

"Saat penggerebekan suami SD tidak berada di tempat. Baru datang setelah dihubungi warga usai penggerebekan. Ia (suami) sendiri yang melaporkan ke kepolisian," ujarnya.

BACA JUGA : Truk Bermuatan Sayur Terjun ke Jurang Sedalam 10 Meter di Muaro Emat, Begini Kronologisnya

Dari hasil interogasi di Polsek Lembah Masurai, ketiganya mengakui berencana melakukan perbuatan terlarang itu. SD mengaku telah melakukan hubungan gelap dengan PN selama 3,5 tahun terakhir.

Berlangsung sejak tahun 2016 dan telah melakukan hubungan pasutri sebanyak 11 kali. Keduanya berhubungan badan saat suami SD tidak berada di rumah. Mereka melakukannya di luar rumah tepatnya di belakang dapur.

SD juga mengakui telah melakukan hubungan gelap dengan YD sejak satu bulan terakhir. Di tempat yang sama, di belakang dapur, SD dan YD sudah melakukannya sampai dua kali.

“Atas kasus tersebut, ketiga pelaku bisa dikenakan pasal 284 KUHP, yang mana pelaku tindak pidana perzinahan diancam pidana kurungan penjara paling lama sembilan bulan,” sebutnya. (*)