Jambi Terkini

Syarat yang Harus Dipenuhi Pengelola Tempat Wisata di Kota Jambi di Masa Pandemi

Juli 1, 2020 07:29
Pintu masuk tempat wisata Kampung Radja di Kota Jambi tampak sepi.  (ist)
Pintu masuk tempat wisata Kampung Radja di Kota Jambi tampak sepi. (ist)

IMCNews.ID, Jambi - Relaksasi tempat wisata kembali dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi setelah sebelumnya melakukan relaksasi ekonomi, sosial dan kemasyarakatan di masa pandemi Covid-19.

Wali Kota Jambi Syarif Fasha, Selasa (30/6/2020) mengatakan, untuk membuka kembali tempat wisata, pengelola tempat wisata di Kota Jambi terlebih dahulu harus mengusulkan surat pengajuan kepada gugus tugas COVID-19 Kota Jambi.

“Relaksasi ini sebagai upaya memulihkan perekonomian masyarakat, tidak hanya bagi pengusaha namun juga untuk tempat-tempat wisata,” katanya.

Setelah surat usulan dimasukkan, tim dari gugus tugas COVID-19 Kota Jambi akan melakukan pengecekan ke tempat wisata.

Pengecekan yang dilakukan terkait dengan kesiapan tempat wisata  di masa pandemi COVID-19. Dimana tempat-tempat wisata harus menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

BACA JUGA : Ini Enam Lokasi UTBK SBMPTN Unja 2020

Diantaranya memasang papan pengumuman terkait himbauan menggunakan masker dan menjaga jarak antar sesama pengunjung.

Selain itu, tempat-tempat wisata harus menyediakan tempat cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, atau menyediakan anti septik.

Bila sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan COIVD-19 sudah lengkap, maka tempat wisata itu mendapatkan rekomendasi untuk membuka tempat wisatanya.

Akan tetapi, hingga saat ini belum semua tempat wisata di Kota Jambi telah dibuka, karena saat ini sejumlah tempat wisata masih menyusun program yang cocok untuk dilaksanakan di masa pandemi COVID-19.

“Hingga saat ini tempat wisata yang kita kelola belum buka, kita masih menyusun program dalam rangka menarik minat wisatawan,” kata Manajer Pemasaran Kampung Radja Fela Agustina.

Tempat-tempat wisata di daerah itu menyusun program untuk wisatawan karena tempat wisata di daerah itu di dominasi oleh wisata buatan.

Seperti Kampung Radja dan Jambi Paradise, sehingga tempat-wisata harus memiliki program yang menarik minat wisatawan, terlebih di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini.

Penyusunan program untuk wisatawan tersebut mengalami kendala karena harus di sesuaikan dengan protokol kesehatan COVID-19.

“Namun untuk pengajuan relaksasi tetap kita lakukan,” katanya. (IMC01)