Sudah Tua, Ayah Bejat Ini Masih Bergairah Lihat Anaknya yang Masih Berusia 16 Tahun

Sudah Tua, Ayah Bejat Ini Masih Bergairah Lihat Anaknya yang Masih Berusia 16 Tahun
Ayah bejat yang tega menggauli anaknya sendiri. (ist)

IMCNews.ID - Tak ingat usia, CA (62) bergairah melihat anak kandungnya sendiri yang masih berusia 16 tahun bahkan melakukan perbuatan cabul. 

Bukan sekali, perbuatan cabul itu bahkan sudah dilakukan ayah bejat ini berulang kali. Pelaku merupakan warga Kabupaten Aceh Besar. 

"Korban disetubuhi ayah kandungnya sebanyak empat kali, dilakukan di rumah saat istrinya sedang tidak berada di rumah," kata Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP M Ryan Citra Yudha, Rabu (28/10/2020). 

Ryan mengatakan, pelaku mencabuli korban pertama kali pada Juni dan kemudian November 2015. Kemudian diulanginya lagi pada 2017, dan terakhir dilakukan Agustus 2020.

BACA JUGA : Ibu Muda Ditemukan Tewas dengan Luka Bekas Cekikan di Kamar Hotel Mahkota

Ryan menyampaikan, pencabulan itu dilakukan pelaku dengan cara mengikat tangan korban menggunakan jilbab, dan menutup wajah anaknya itu dengan bantal.

"Pelaku juga mengancam akan membunuh korban menggunakan pisau jika menceritakan peristiwa itu kepada orang lain," ujarnya.

Ryan menjelaskan, kasus ini terungkap setelah korban berhasil kabur saat terakhir kali pelaku mencabulinya pada Agustus 2020 lalu. Korban lalu menceritakan peristiwa itu kepada teman serta abang kandungnya. 

Selanjutnya, kejadian itu dilaporkan ke Polresta Banda Aceh pada 18 Oktober 2020.

"Usai mencabuli, pelaku mengunci korban di dalam kamar agar dapat mencabulinya lagi, namun korban berhasil kabur lewat jendela dan meminta dijemput temannya," katanya.

Menurut Ryan lagi, saat hendak ditangkap, ternyata pelaku sudah melarikan diri ke Kabupaten Aceh Barat Daya, sehingga dilakukan pengejaran.

"Pelaku kami tangkap di Kecamatan Manggeng, Aceh Barat Daya pada 26 Oktober 2020," ujarnya.

Adapun barang bukti yang disita Polresta Banda Aceh berupa sehelai jilbab, satu pisau dapur dengan gagang kayu, dan satu bantal berwarna pink.

Akibat perbuatannya, pelaku telah melanggar Pasal 81 ayat (1) dan ayat (3) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dan UU Nomor 17 Tahun 2016 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (IMC01)