Suami Kerja Jadi TKI, Istri Malah Buat Video Syur

Suami Kerja Jadi TKI, Istri Malah Buat Video Syur
Ilustrasi.(ist)

IMCNews.ID – Seorang wanita berinisial DN menjadi perbincangan di kampungnya. Pasalnya, DN yang ditinggal suaminya bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia, diduga membuat sebuah video syur.

Video singkat berdurasi 52 detik yang mirip dengan DN beredar luas didunia maya, sejak Kamis (27/11/2020).

Sehingga kejadian itu cukup membuat heboh warga Desa Dasan Baru, Kopang, Lombok Tengah.

Dalam rekaman video terlihat perempuan mirip DN tengah melakukan video call dengan seseorang tanpa busana.

Salah seorang warga Desa Dasan Baru, Adipati mengatakan, DN berasal dari Dusun Ontok, Desa Dasan Baru. Lalu ia menikah dan pindah ke Dusun Penyaung, Desa Dasan Baru.

“Suaminya DN ini ke Malaysia dan kejadian pembuatan video ini sekitar dua minggu yang lalu,” kata Adipati, Jumat (28/11/2020) lalu.

Sejauh ini, warga belum ada yang tahu secara pasti dengan siapa DN melakukan video call tak senonoh itu. Di dalam video hanya terlihat DN.

“Jadi dengan siapa yang bersangkutan video call kami tidak tahu,” terangnya.

Kades Dasan Baru, M Zaenuddin mengatakan, baru mengetahui video tak senonoh yang diduga melibatkan warganya itu baru beberapa waktu lalu.

Namun informasi yang diperolehnya, wanita tersebut diduga sedang melakukan video call dengan suaminya yang bekerja di Malaysia.

Kapolsek Kopang, AKP Suherdi menegaskan pihaknya sudah mengamankan pemeran dan yang diduga menyebarkan video ini. Saat ini pihaknya juga sudah melimpahkan kasus tersebut ke Polres Lombok Tengah.

"Setelah kami mendapatkan informasi kemarin, langsung kami telusuri dan koordinasi dengan tokoh setempat untuk mengambil langkah-langkah. Untuk sementara sudah kami amankan di Polres. Karena ini juga ada kaitan dengan (UU) ITE,” katanya.

Ia sendiri enggan membeberkan secara detail kasus tersebut, hanya memastikan jika pemeran dan penyebar video tak senonoh itu sudah diamankan. Termasuk berbagai barang bukti (BB) yang ada kaitannya dengan kasus tersebut. (IMC01)

Sumber: jpnn.com