Hukum

Sepanjang 2020, Sudah 186,87 Kilogram Sabu Berhasil Diamankan

Juni 30, 2020 10:19
Petugas Bea Cukai memperlihatkan barang bukti 119 kilogram sabu-sabu dalam bungkusan teh di Kantor Bea Cukai Langsa. (ist)
Petugas Bea Cukai memperlihatkan barang bukti 119 kilogram sabu-sabu dalam bungkusan teh di Kantor Bea Cukai Langsa. (ist)

IMCNews.ID, Banda Aceh - Tim Bea Cukai bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan kepolisian sepanjang 2020 menggagalkan empat kali upaya penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu dengan berat keseluruhan mencapai 186,87 kilogram di Provinsi Aceh.

 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh Isnu Irwantoro di Banda Aceh, Selasa, mengatakan 16 tersangka diamankan dari empat kasus penyelundupan barang terlarang tersebut.

"Ada empat kali penggagalan penyelundupan narkoba dari luar negeri melalui Aceh hingga Juni 2020. Penggagalan penyelundupan sabu-sabu tersebut juga berkat dukungan masyarakat," kata Isnu Irwantoro.

Isnu Irwantoro menyebutkan empat penindakan penyelundupan narkoba tersebut yakni di Aceh Timur pada Senin (14/2). Bea Cukai dan BNN menggagalkan penyelundupan 18,87 kilogram sabu-sabu serta menangkap lima tersangka.

Kemudian, penindakan penyelundupan 12 kilogram sabu-sabu di Aceh Utara. Penindakan tersebut juga atas kerja sama Bea Cukai dengan BNN. Dua tersangka diamankan dalam penindakan tersebut.

BACA JUGA : Pemasok Narkoba ke Ridho Ilahi Diringkus Polisi

Berikutnya, sinergi Bea Cukai dengan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menggagalkan penyelundupan 119 kilogram sabu-sabu dengan tiga tersangka di perairan Aceh Timur.

Serta penindakan penyelundupan 37 kilogram sabu-sabu bekerja sama dengan BNN di Kabupaten Bireuen pada Sabtu (27/6). Dalam penindakan tersebut, enam tersangka diamankan sejumlah tempat di Aceh dan Sumatera Utara.

"Kami akan terus bekerja sama dengan lembaga penegak hukum lainnya untuk meningkatkan pengawasan. Penindakan penyelundupan tersebut merupakan komitmen Bea Cukai melindungi masyarakat terhadap bahaya narkoba," tutur Isnu Irwantoro. (IMC02/ant)