Curcol

Secangkir Kopi

Mar 10, 2019 06:47
ILUSTRASI.(Istimewa)
ILUSTRASI.(Istimewa)

Rogi Irawan

 

Berpertualanglah jika kamu ingin bertemu dengan kejutan-kejutan yang bermakna

Wanita ibaratkan sebuah bunga. Kecantikan dan keindahanya pada pandangan mata hanyalah sementara. Namun yang kekal dari dirinya hanyalah kemuliaan akhlaknya. Karena ahklak itu umpakan mahkota. Apalah guna berwajah cantik tapi tak mencerminkan akhlak baiknya, apalah guna berwajah menarik tapi hatinya kosong dengan ilmu agama. Ibaratkan bunga, ada yang cantik bila dipandang, tapi busuk buahnya. Namun ada juga yang kurang menarik bila dipandang mata, tapi bila diterawang dengan mata hati, ternyata amatlah tinggi nilainya. Ya..Hingga dikatakan kemuliaan dan keruntuhan suatu bangsa terletak di tangannya.

Ya... karena wanita tidak akan pernah usai untuk diperbincangkan. Saya  rasa tidak akan pernah cukup seluruh tinta di dunia ini saya tumbahkan untuk menceritakan keindahan dan keunikannya. Bayangkan saja ketika senang  ia menangis, apalagi waktu sedih ya? Bisa banjir Kota Jambi. Eh tapi katanya wanita itu suka bunga, saya rasanya ingin berandai-andai, bila saya punya pacar nanti saya akan belikan bunga yang banyak untuk si dia hehe.. biar biasa nandingin bunga Pak Ahok di Balai Kota.

Hari ini saya tidak ingin menceritakan segala bentuk dan sifat-sifat wanita. Karena hari ini saya cuman ingin menceritakan tentang  “Si dia” yang berwajah polos, berpenampilan sederhana yang duduk manis di samping meja.

Minggu 30 April 2017 hari libur panjang sudah datang melanda. Saya bingung hari kuliah pun tidak kunjung-kunjung tiba, demi mengisi waktu kosong saya sempatkan diri untuk keluar cari-cari inspirasi sambil minum segelas kopi. Heheh ada yang tau nggak tempatnya di mana? Dengan berkemeja merah bercela jens hitam dan menggandeng tas kamera hari itu saya  beranikan diri  untuk bersua dengan “Mbak Pelayan” kedai kopinya, upszz ada yang lupa “kaca mata” yang selalu menemani perjalanan saya.

Hari itu saya duduk di kedai kopi tempat biasa langanan saya, memang waktu itu tidak ada yang istimewa semuanya sama dengan hari biasanya, kotak-katik handphone sambil pesan kopi kesukaan saya “original coffee” dengan gulanya terpisah. Mengingat saya datangnya sendiri saya pilih meja paling ujung yang dekat dengan colokan hehe biasa kan ya, ngopi sambil cas handphone kan enak #MentalMahasiswa. 5 menit kemudian pesanan saya datang, sajian segelas kopi hitam yang ditemani dengan semangkok kecil gula pasir.

Hirupan kopi pertama mengajarkan saya” bahwa hidup ini seperti secangkir kopi di mana pahit dan manis bertemu dalam kehangatan”. Hirupan kopi yang kedua mengajarkan saya bahwa “Dari secangkir kopi saya belajar bahwa rasa pahit itu ternyata bisa kita nikmati”. Namun hirupan kopi yang ketiga saya temukan sesuatu yang berbeda. seorang gadis cantik berhijab panjang melintas di depan mata. Berwajah polos dengan berpenampilan sederhana berjalan menuju kursi dan duduk di samping meja sambil tersenyum hormat ke arah saya. Sungguh itu hal yang luar biasa.  Saya coba ungkapkan dalam imajinasi  seketika.

Subhanallah, di setiap ayunan yang tergambarkan di hijab panjangnya. Yang telah lapang hati membentukkan gelombang kesejukan di dalam jiwa, demi Allah bukan karena raut wajah yang terpampang sempurna di mukanya, juga bukan betapa putih dan mulus kulitnya. Seandai dia tau, kecantikan dan kemulusan kulitnya telah dikalahkan INDAHNYA kepribadian dan kemul ian ahklaknya. Maha suci Allah yang telah menciptakan perhiasan di atas perhiasan, yang nilai kemuliaannya tidak biasa tergambarkan oleh panca inderaku. Insyaallah yang akan memberikan cahaya indah untuk duniaku dan juga Insayaallah akan memberikan keharuman suci di dalam surgaku.

Saya beranikan diri untuk berkenalan mengucap salam dengan menyatukan kedua tangan, dia membalas salam dengan menundukan pandangannya. Ya.. karena muslimah yang baik pasti akan menjaga pandangan, aurat dan kesuciannya.  “Terimakasih telah memberikan warna baru di hari libur saya"

 

Rogi Irawan merupakan mahasiswa UIN STS JAMBI, Fakutas Ushuluddin (Jurnalistik Islam).    


Loading...