Sajak 'Yang Hitam'

Sajak 'Yang Hitam'
ILUATRASI.(Istimewa)

Setitik Cerita

 

Pagi hari aku naik angkot ke desamu, untuk sekadar melihat betapa kuning barisan gigimu. Dan aku ingin mendekap erat 

ringkihnya tubuhmu. Yang, Hitam dan Hitam

 

Aku tiba, tapi kamu malah bermain ke sawah bersama

Bu Lurah. Yang, aku dan diriku menyapa Hitam pada telaga bola

matamu. Kemudian, angkotku mengepulkan asapnya.

 

Sore ini, aku kembali pada lekukan depan gang rumahmu. Aku tersenyum, Yang.

Yang Hitam adalah bagaimana cara 

kamu memandang: aku.

 

Tak terlihat, dan begitu kecil.

(2018)