Hukum

Rusuh Pembagian BLT, Enam Polisi Terluka Saat Amankan Aksi

Juli 1, 2020 07:31
Personel Polres Madina mengalami luka-luka akibat kerusuhan yang terjadi di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Senin. (ist)
Personel Polres Madina mengalami luka-luka akibat kerusuhan yang terjadi di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Senin. (ist)

IMCNews.ID, Medan - Enam anggota Polres Mandailing Natal terluka saat mengamankan aksi warga yang berujung kericuhan perkait pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa.

Dalam aksi itu, satu unit mobil dinas Wakapolres ikut dibakar. Kemudian, sebuah mobil Baleno dan motor juga ikut dibakar massa.

Kerusuhan terjadi di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

"Ada enam anggota Polri yang terluka saat mengamankan aksi unjuk rasa itu. Keenamnya saat ini sudah ditangani oleh pihak medis," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja.

Tatan menyebutkan, enam personel polisi tersebut masing-masing AKP J Hutajulu mengalami luka robek pada tulang kering kaki kanan.

BACA JUGA : Rusuh Pembagian BLT, Mobil Dinas Wakapolres Dibakar Warga

Kemudian Aipda AB Siagian mengalami luka memar di kaki akibat lemparan batu. Selanjutnya, Bripda WA Putra terkilir bahu kiri, lalu Bripka AR Kurniawan mengalami luka robek pada kelopak mata sebelah kiri.

"Kemudian, Briptu M Arif dan Bripka H Sitorus mengalami luka memar di bagian kepala," ujarnya.

Sebelumnya, kerusuhan terjadi di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Senin.

Kerusuhan ini disebabkan adanya masyarakat yang tidak mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp600 ribu yang berasal dari dana desa. (IMC01)