Rp 585, 3 Miliar untuk Proyek Jalan Lintas Timur Sumatera Riau

Rp 585, 3 Miliar untuk Proyek Jalan Lintas Timur Sumatera Riau
Proyek Preservasi Jalan Lintas Timur Sumatera Provinsi Riau menelan investasi Rp585,3 miliar dengan masa konsensi 15 tahun. (ist)

IMCNews.ID, Jakarta - Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto menjelaskan pihaknya telah menandatangani perjanjian kerjasama degan Badan Usaha (KPBU) terkait proyek jalan lintas timur Sumatera Provinsi Riau.

Nilai investasi dalam pembangunan ini sebesar Rp585,3 miliar. Pemenang lelang proyek ini adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Proyek ini terdiri dari tiga ruas jalan, yakni Jl Simpang Kayu Ara-Batas Kabupaten Pelalawan, Jl Batas Pelalawan-Sikijang Mati, dan Jl Sikijang Mati-Simpang Lago.

"Termasuk di dalamnya perbaikan empat unit jembatan di Jl Sikijang Mati-Simpang Lago," ujar Eko, Senin (12/4/2021) dikutip dari cnnindonesia.com.

Masa kerjasama proyek ini sampai hingga 15 tahun, yakni tiga tahun konstruksi dan 12 tahun masa pengoperasian.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Luky Alfirman mengatakan penandatanganan kerja sama ini adalah proyek KPBU jalan non tol kedua. 

Sebelumnya, pemerintah sudah meneken proyek KPBU Jalan Lintas Timur Sumatra Selatan. Ia menyatakan proyek KPBU akan meringankan beban pemerintah. Pasalnya, sebagian dana proyek akan ditanggung oleh pemenang lelang.

"Kementerian PUPR harus shifting belanja, preservasi jalan yang biasanya dialokasikan lewat belanja modal sekarang menjadi skema KPBU," kata Luky.

Kementerian Keuangan, tambah dia, akan terus mendukung kontrak KPBU Preservasi Jalan Lintas Timur Sumatra Provinsi Riau dan Sumatra Selatan. Ia akan melakukan monitoring penjaminan dan pengawasan secara berkala. (*)