Redup

Redup
ILUSTRASI.(Istimewa)

Setitik Cerita

Kata menjadi kota. Aku dan hening saling melempari dosa. Sedangkan kau tertawa menyaksikan macet di jalan raya

Titik menjadi derap, melangkah saling menyapa. Tapi, sudah jauh aku menjadi jejak penghapus iba. Lantas, kau tak jua merayu jiwaku yang mengandung derita

Mata menjadi terang, redup kembali.

Kota menjadi redup, terang kembali hatimu. Aku menjadi aku. Kau, tak berubah jadi debu.

Kekasih, redup aku redup.

Kejang aku kejang rungkup. Kau tak ada. Kota mati, hati redup.

(2019)