12 September 2017, 12:33:04 WIB

Praperadilan Setya Novanto Ditunda Hingga Pekan Depan

Praperadilan Setya Novanto Ditunda Hingga Pekan Depan
Ketua DPR RI Setya Novanto. (istimewa)

IMCNews.ID, Jakarta - Sidang praperadilan Ketua DPR Setya Novanto ditunda hingga pekan depan.

"Sidang berikutnya ditunda pada Rabu, 20 September 2017. Kalau bisa KPK supaya langsung menjawabnya agar bisa diselesaikan segera. Sidang permohonan praperadilan nomor perkara 97/Pid.Pra/2017/PN JKT.SEL dinyatakan diundur hingga 20 September 2017, sidang ditutup," kata hakim tunggal Cepi Iskandar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa.

Seperti dilansir Antara, dalam perkara ini Setnov mengajukan praperadilan terkait penetapan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan KTP Elektronik oleh KPK.

Namun tim biro hukum KPK tidak hadir dalam persidangan dan hanya diwakili oleh seorang staf administrasi Biro Hukum KPK yang membawakan surat dari KPK. Awalnya tim KPK meminta penundaan selama 3 minggu.

"Sehubungan dengan surat panggilan untuk perkara No 97/Pid.Pra/2017/PN JKT.SEL dengan pemohon Setya Novanto yang dimulai Selasa, 12 September 2017, KPK selaku termohon menyampaikan permintaan penundaan sidang untuk dapat mempersiapkan administrasi yang layak. Kiranya melalui ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dapat menunda persidangan hingga 3 minggu ke depan. Demikian kami sampaikan, tertanda tangan Kabiro Hukum KPK Setyadi," kata hakim Cepi.

Sedangkan tim penasihat hukum Setya Novanto diwakili oleh empat orang pengacara yaitu Ketut Mulya Arsana, Agus Triyanto, Jaka Mulyana dan Abdul Khoir Husin.

"Terima kasih yang mulia atas waktu dan kesempatannya, kami menerima permohonan penundaan tapi untuk memperlancar waktu persidangan, 3 minggu tidak kami sepakati, paling cepat kami minta 3 hari yang mulia terlalu lama 3 minggu, terima kasih," kata Ketut.

"Selain alasan terlalu lama apa lagi alasan yang anda sampaikan?" tanya Cepi kepada kuasa hukum Setnov.

"Selain untuk mempercepat pesidangan kami mohonkan jadwal ditetapkan karena terkait dengan saksi-saksi ahli yang akan kami hadirkan," jawab Ketut.

"Setelah saya baca permohonan penundaan ini, barang kali 3 minggu terlalu lama tapi 3 hari juga terlalu singkat jadi saya beri kesempataan kepada KPK untuk menunda persidangan pada sidang berikutnya. Kita coba agar semua persiapan terutama pemohon dan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK dapat waktu yang cukup karena berdasarkan hukum acara praperadilan cepat 7 hari jadi tidak mungkin perkaranya terlalu lama, karena panggilan kita kasih tenggang waktu seminggu jadi cukup ya ditunda ke Rabu tanggal 20 September," ungkap Cepi.

"Mungkin untuk memberikan kepastian jalannya hukum acara praperadilan kami juga inign dapat kepastian ketika hari Rabu nanti ternyata ada pemunduran kembali kami mohon diberikan kepastian hukum bagi kami dan klien kami, apa langkah yang diambil yang mulia? Kami mohon agar dapat dilakukan proses pemeriksaan," kata pengacara Setnov, Agus Triyanto.

"Jadi kami hakim praperadilan itu memberi kebijakan dalam praktik pada umumnya kalau sudah dipanggil selalu hadir jadi majelis tidak bisa memutuskan perkara yang belum terjadi, nanti saja kalau sudah terjadi akan dikabari bagaimana hukum acaranya," jawab Cepi.

Sidang pun hanya berjalan sekitar 15 menit. (IMC01)


Komentar

Berita Terkini

Indeks
3 jam yang lalu

Panglima TNI Beri Pangkat Luar Biasa 58 Prajurit Penumpas KKB

IMCNews.ID, Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan operasi penumpasan Kelompok Kriminal Bersenjata-Tentara Pembebasan...
4 jam yang lalu

Wapres Dianugerahi Gelar Sri Perdana Mahkota Negara

IMCNews.ID, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla dianugerahi gelar adat Melayu "Sri Perdana Mahkota Negara" oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan...
5 jam yang lalu

KPU diminta Tidak Jadikan Sipol Jadi Instrumen Utama Loloskan Parpol

IMCNews.ID, Jakarta - Proses sistem informasi partai politik (Sipol) kerap menjadi lahan polemik saat pendaftaran pemilu. Ketua Kode Inisiatif Veri...
5 jam yang lalu

Polisi Periksa Pemuda yang Cekoki Anggur Merah ke Kuda Nil

IMCNews.ID, Bogor - Polres Bogor menindaklanjuti kasus pemberian minuman keras jenis anggur merah terhadap satwa di Taman Safari Indonesia (TSI) yang...
5 jam yang lalu

Pemberi Anggur Merah ke Kuda Nil Dijerat Pasal Penganiayaan Hewan

IMCNews.ID, Bogor - Pihak Taman Safari Indonesia (TSI) secara resmi melaporkan tiga pengunjung TSI yang memberikan minuman keras kepada tiga satwa di...
15 Oktober 2016 - 19:02:00 WIB Dibaca: 74264 kali

Kompleks WTC Batanghari Ambruk

07 April 2017 - 18:15:28 WIB Dibaca: 64686 kali

VIRAL!! Ini Dia Video Bentrok Sales Oppo & Vivo

03 Juni 2017 - 20:50:27 WIB Dibaca: 61670 kali

181 ASN Lulus Adm Lelang Jabatan Pemprov Jambi, Ini Dia Nama-namanya

11 Agustus 2016 - 22:10:30 WIB Dibaca: 40171 kali

Breaking News: Ketua DPRD Sarolangun Ditangkap Nyabu

26 Agustus 2016 - 21:56:00 WIB Dibaca: 36774 kali

Rektor Marah Dan Bubarkan Perpeloncoan di Opspek

24 Mei 2016 - 20:15:09 WIB Dibaca: 35149 kali

Ini Dia, Pahlawan Lalu Lintas Kota Jambi

01 Agustus 2016 - 13:02:11 WIB Dibaca: 34639 kali

Alamak: Usai Nyabu, Ketua PAN Batanghari Ditangkap BNN

26 Juli 2017 - 16:07:38 WIB Dibaca: 31315 kali

Cantiknya Ibu Bhayangkari Selingkuhannya Oknum Perwira Polres di Jambi

19 November 2017 - 16:34:41 WIB

Wapres Dianugerahi Gelar Sri Perdana Mahkota Negara

19 November 2017 - 14:43:32 WIB

YLKI: Polda Sumut Usut Kuliner Dicampur Narkoba

19 November 2017 - 14:41:38 WIB

Biaya Promosi Ajang MotoGP Bisa Capai Rp 1 Triliun

19 November 2017 - 14:39:35 WIB

Cara Wong Sumsel Gaet Investor MotoGP

19 November 2017 - 14:15:52 WIB

Bandar Narkoba Asal Malaysia Kabur dari Rutan