10 Januari 2017, 20:40:51 WIB

Pengiriman Cabai di NTB Gunakan Pesawat

Pengiriman Cabai di NTB Gunakan Pesawat
ILUSTRASI. (istimewa)

IMCNews.ID, Mataram - Kepala Dinas Perdagangan Nusa Tenggara Barat Hj Putu Selly Andayani mengakui, meski harga cabai melambung tinggi, para pedagang mengirimkan cabai dari daerah itu tidak hanya melalui laut melainkan menggunakan pesawat terbang.

"Selain kendaraan plat luar daerah, mereka juga menggunakan pesawat dan itu lolos," kata Selly Andayani di Mataram, Selasa (10/01/17).

Ia menyebutkan, per kilogram cabai dikenakan biaya hanya Rp6.000 sehingga jauh lebih murah dari pada harus melalui jalur laut. Hanya saja, agar tidak mengurangi pasokan di dalam daerah, ia menyarankan perlu ada pembatasan.

"Silakan dikirim keluar tetapi jangan berlebihan sehingga di dalam daerah menjadi berkurang," ujarnya.

Terkait maskapai yang digunakan untuk mengangkut cabai, mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB itu enggan menyebutkan. Hanya saja, untuk mencegah agar komoditas di NTB tidak mudah keluar sehingga bisa mengamankan pasokan dalam daerah, pihak berencananya menerapkan e-Comerse agar setiap ada transaksi antara pedagang dan pembeli bisa diketahui.

Pemerintah melakukan operasi pasar untuk mencegah kenaikan harga cabai tidak terlalu tinggi. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian NTB Husnul Faozi membenarkan pengiriman cabai ke luar daerah tidak lagi menggunakan kapal laut melainkan sudah menggunakan maskapai penerbangan. Meski kenaikan harga cabai bersifat musiman.

Saat ini harga cabai di daerah itu terus merangkak naik hingga menembus angka Rp115 ribu per kilogram. "Dua hari lalu harganya Rp85 ribu per kilogram, tetapi naik lagi Rp95 ribu per kilogram, kemudian naik lagi Rp115 ribu per kilogram," ucapnya.

Ia menjelaskan, kenaikan harga cabai tersebut tidak terkait dengan ketersediaan sebab, NTB merupakan daerah surplus cabai. Hanya saja, naiknya harga cabai itu dikarenakan cabai asal NTB banyak dikirim ke sejumlah daerah, salah satunya Jakarta sehingga persediaan di dalam daerah menjadi berkurang.

"Produksi cabai kita itu 105 ribu ton per tahun dari 5.800 hektare lahan. Saat panen tertinggi 13-14 ribu ton per hektare. Sisanya surplus sekitar 20 ton. Surplus inilah yang juga dibawa keluar," imbuhnya.

Sumber: Antara


Berita Terkait

Tag Terkait

Komentar

Berita Terkini

Indeks
15 jam yang lalu

BNN Mendadak Tes Urine Ratusan Kades di Batanghari

IMCNews.ID, Jambi - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi mendadak mengetes urine ratusan kepala desa di wilayah itu,...
15 jam yang lalu

Polda Jambi Ungkap Kredit Fiktif Senilai Rp8,8 Miliar di Bank Mandiri

IMCNews.ID, Jambi - Anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jambi mengungkap kasus kredit fiktif di Bank Mandiri Kantor Cabang Pembantu Sumber...
15 jam yang lalu

Zumi Zola Minta Bupati yang Baru Dilantik Penuhi Janji Politiknya

IMCNews.ID, Jambi - Gubernur Jambi Zumi Zola minta tiga bupati/wakil bupati yang baru dilantik untuk memenuhi janji politik masing-masing semasa...
16 jam yang lalu

Sabu Senilai 9 Miliar dari Aceh Diamankan Polda Jambi

IMCNews.ID, Jambi - Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi kembali mengamankan empat kilogram sabu-sabu asal Aceh senilai Rp9 miliar dan menangkap...
16 jam yang lalu

Ini Dia Kondisi Terakhir Kesehatan Novel Baswedan

IMCNews.ID, Jakarta - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menyatakan dalam waktu dua minggu ke depan membran plasenta yang...
15 Oktober 2016 - 19:02:00 WIB Dibaca: 72489 kali

Kompleks WTC Batanghari Ambruk

07 April 2017 - 18:15:28 WIB Dibaca: 62829 kali

VIRAL!! Ini Dia Video Bentrok Sales Oppo & Vivo

11 Agustus 2016 - 22:10:30 WIB Dibaca: 39264 kali

Breaking News: Ketua DPRD Sarolangun Ditangkap Nyabu

26 Agustus 2016 - 21:56:00 WIB Dibaca: 35854 kali

Rektor Marah Dan Bubarkan Perpeloncoan di Opspek

24 Mei 2016 - 20:15:09 WIB Dibaca: 34122 kali

Ini Dia, Pahlawan Lalu Lintas Kota Jambi

01 Agustus 2016 - 13:02:11 WIB Dibaca: 33658 kali

Alamak: Usai Nyabu, Ketua PAN Batanghari Ditangkap BNN

22 Oktober 2016 - 17:32:21 WIB Dibaca: 23475 kali

Setelah WTC, Giliran Mall Jamtos Ambruk...

20 Januari 2017 - 03:54:47 WIB Dibaca: 20910 kali

Sidak Lewat Tengah Malam di RSUD RM, Zola Marah-marah