08 November 2018, 20:14:17 WIB

Pengemudi Tuding Aplikator Pakai Tarif Predator

Pengemudi Tuding Aplikator Pakai Tarif Predator
Ojek Daring. (ist)

IMCNews.ID, Jakarta- Kelompok mitra pengemudi ojek daring menuding perusahaan penyedia aplikasi (aplikator) banyak menerapkan sistem tarif predator.

"Kami melihat tarif terlalu rendah dan promo terlalu banyak dari aplikator. Ini kan tindakan 'predatory pricing' dan bisa mematikan angkutan alternatif lain," kata Presidium Gerakan Aksi Roda Dua (GARDA) Igun Wicaksana kepada pers di Jakarta, Kamis (8/11).

Igun memberikan contoh, salah satu promo yang paling fantastis adalah penerapan ongkos Rp1 yang dilakukan oleh Grab. Oleh karena itu, dia menilai penerapan harga terlalu rendah dari salah satu aplikator, dalam hal ini Grab, membuat iklim bisnis menjadi tidak sehat. Pengenaan ongkos terlalu murah, menurut dia untuk konsumen akan memicu perang tarif, yang akhirnya lebih banyak merugikan mitra pengemudi.

"Perang tarif bisa membuat tarif terus menukik lebih tajam. Akhirnya yang dikorbankan adalah pengemudi, karena dipaksa kerja lebih ekstra," ujar Igun.

Selama ini, Igun melanjutkan, mitra pengemudi Grab, Bike terpaksa harus menempuh kilometer lebih jauh dan jam kerja lebih lama untuk mendapatkan penghasilan harian yang memadai. Akibatnya, berdampak pada penurunan kualitas pelayanan, keselamatan dan keamanan para mitra pengemudi. "Faktor ini mengakibatkan tingginya kemungkinan kecelakaan karena kelelahan dan akhirnya juga berdampak pada pengguna," kata dia.

Merasa dieksploitasi Sementara itu, pengamat transportasi dari Information Communication Technology (ICT) Institute, Heri Sutadi, sependapat dengan pernyataan Igun.

Menurut Heri Sutadi, mitra pengemudi akan merasa dieksploitasi dengan penerapan harga yang terlampau murah. "Pengemudi kan juga manusia. Jadi, aspek-aspek ekonomi dan pendapatan perlu perhatian serius. Sebab ada pihak yang merasa mendapatkan perlakuan tidak adil secara bisnis, yakni para pengemudi," kata Heri.

Heri juga melihat adanya hubungan tak saling menguntungkan antara aplikator yang menerapkan promo fantastis dengan mitra pengemudinya. Salah satu contohnya adalah ketika aplikator mendapat pendanaan besar, tapi ini tidak menetes ke pengemudinya.

“Malah aplikatornya sibuk memberikan promo untuk konsumen, padahal tulang punggung mereka ini kan pengemudinya," ujar dia.

Para mitra pengemudi Grab sempat melakukan demonstrasi di depan kantor Grab Indonesia, di Jalan Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam demo yang sempat ricuh itu, massa aksi menuntut soal skema penarifan, transparansi perjanjian kemitraan, serta aturan suspensi pengemudi kepada perusahaan penyedia layanan transportasi online berbasis aplikasi asal Malaysia tersebut.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sebelumnya memuji ancaman pemerintah yang akan membekukan izin operator jasa angkutan daring berbasis aplikasi jika tak mampu menjamin keamanan dan keselamatan penggunanya.

“Dari perspektif YLKI, perlindungan, keselamatan, dan kenyamanan konsumen transportasi online itu bukan hanya tanggung jawab mitra driver tapi juga perusahaan aplikator,” ungkap Sekretaris YLKI, Agus Suyanto. (IMC03)


Tag Terkait

#

Komentar

Berita Terkini

Indeks
11 jam yang lalu

Relawan Berharap Baiq Nuril Dapat Amnesti

IMCNews.ID, Jakarta - Jaringan relawan kebebasan berekspresi online SAFEnet menolak putusan kasasi Mahkamah Agung yang menyatakan Baiq Nuril Maknun...
12 jam yang lalu

Anggota DPR RI Diduga Manfaatkan Reses Untuk Kampanye, Begini Kata Bawaslu

IMCNews.ID, Jambi - Kegiatan reses sejumlah anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi  diduga dimanfaatkan juga...
12 jam yang lalu

Sekjen PDIP Semangati Kader Menangi Jokowi-Ma’ruf

IMCNews.ID, Lamongan - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberi semangat kader partainya di Lamongan, Jawa Timur untuk merebut...
12 jam yang lalu

Demokrat Klaim Punya Cara Khusus Kampanyekan Prabowo-Sandi

IMCNews.ID, Jakarta - Partai Demokrat mengklaim memiliki cara khusus dan berbeda dengan partai koalisi lainnya dalam mengkampanyekan Prabowo Subianto...
12 jam yang lalu

Besok PAW Supriyono dan Hasan Ibrahim Dilantik, Pengganti Rahimah?

IMCNews.ID, Jambi - Pelantikan Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Provinsi Jambi, yakni Supriono yang tersandung kasus suap pengesahan RAPBD...
15 Oktober 2016 - 19:02:00 WIB Dibaca: 76707 kali

Kompleks WTC Batanghari Ambruk

07 April 2017 - 18:15:28 WIB Dibaca: 66515 kali

VIRAL!! Ini Dia Video Bentrok Sales Oppo & Vivo

03 Juni 2017 - 20:50:27 WIB Dibaca: 63562 kali

181 ASN Lulus Adm Lelang Jabatan Pemprov Jambi, Ini Dia Nama-namanya

02 Januari 2018 - 12:12:55 WIB Dibaca: 59346 kali

Ternyata Ini Penyebab Utuhnya Jasad Ismiati Setelah Dikubur 13 Tahun

11 Agustus 2016 - 22:10:30 WIB Dibaca: 41356 kali

Breaking News: Ketua DPRD Sarolangun Ditangkap Nyabu

26 Agustus 2016 - 21:56:00 WIB Dibaca: 37844 kali

Rektor Marah Dan Bubarkan Perpeloncoan di Opspek

24 Mei 2016 - 20:15:09 WIB Dibaca: 36260 kali

Ini Dia, Pahlawan Lalu Lintas Kota Jambi

01 Agustus 2016 - 13:02:11 WIB Dibaca: 35986 kali

Alamak: Usai Nyabu, Ketua PAN Batanghari Ditangkap BNN

26 Juli 2017 - 16:07:38 WIB Dibaca: 35383 kali

Cantiknya Ibu Bhayangkari Selingkuhannya Oknum Perwira Polres di Jambi

18 November 2018 - 23:13:58 WIB

Relawan Berharap Baiq Nuril Dapat Amnesti

18 November 2018 - 22:47:06 WIB

Sekjen PDIP Semangati Kader Menangi Jokowi-Ma’ruf

18 November 2018 - 18:31:26 WIB

Wapres JK akan Buka Rakornas KAHMI di Jambi

18 November 2018 - 12:33:20 WIB

Sekda : Budayakan Hidup Sehat Bermula dari Keluarga

18 November 2018 - 12:08:11 WIB

Pengelola Angso Duo Batasi PKL

18 November 2018 - 11:57:15 WIB

KPK OTT Bupati Pakpak Bharat Terkait Suap Proyek