07 Desember 2017, 11:08:18 WIB

Negara Arab, Eropa, PBB Menentang Pengakuan Trump Atas Yerusalem

Negara Arab, Eropa, PBB Menentang Pengakuan Trump Atas Yerusalem
Yerusalem diklaim sepihak trump. (Ist)

IMCNews.ID, London - Negara-negara Arab dan masyarakat Muslim di seantero Timur Tengah pada Rabu (6/12) waktu setempat mengecam pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Mereka menganggap pengakuan itu sebagai langkah yang memanas-manasi wilayah yang bergejolak.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas, dalam pidato yang direkam sebelumnya, mengatakan Yerusalem merupakan "ibu kota abadi Negara Palestina" dan bahwa langkah Trump itu sama saja dengan Amerika Serikat sedang melepaskan peranannya sebagai penengah perdamaian." Putaran terakhir perundingan perdamaian Israel-Palestina yang ditengahi Washington buyar pada 2014.
Uni Eropa dan Perserikatan Bangsa-bangsa menyuarakan kehawatiran atas keputusan Presiden AS Donald Trump untuk memindahkan kedutaan besar AS di Israel ke Yerusalem. Mereka juga mengkhawatirkan akibat yang ditimbulkan Trump terhadap upaya untuk menghidupkan kembali proses perdamaian Israel-Palestina.
Banyak negara sekutu AS juga menentang pembalikan kebijakan AS bertahun-tahun serta kebijakan luar negeri AS atas Yerusalem.
Prancis menentang keputusan "sepihak" itu dan, pada saat yang sama, meminta agar semua pihak di kawasan tetap tenang.
Inggris mengatakan langkah Trump itu tidak membantu upaya perdamaian dan bahwa Yerusalem pada akhirnya harus dibagi untuk Israel dan negara Palestina di masa depan.
Jerman menyatakan bahwa status Yerusalem harus ditentukan melalui kerangka penyelesaian dua-negara.
Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan pengakuan atas Yerusalem merupakan keputusan yang berbahaya dan mengancam kredibilitas Amerika Serikat sebagai mediator perdamaian Timur Tengah.
Ia mengatakan bahwa langkah tersebut akan memundurkan proses perdamaian berpuluh-puluh tahun serta mengancam stabilitas kawasan, dan mungkin stabilitas dunia.
Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani, mengatakan pengakuan Trump atas Yerusalem merupakan "hukuman mati bagi siapa pun yang mengupayakan perdamaian" dan menyebut langkah itu sebagai "peningkatan (ketegangan) yang berbahaya".
Mesir, yang memajukan kesepakatan perdamaian pertama antara Arab dan Israel pada 1979, menentang keputusan Trump dan mengatakan bahwa pengakuan presiden AS itu tidak mengubah status hukum Yerusalem yang disengketakan.
Jordania, negara Arab kedua yang membuat perdamaian dengan Israel pada 1994, mengatakan langkah Trump merupakan tindakan yang "gugur secara hukum" karena keputusannya itu merupakan penguatan terhadap pendudukan Israel di wilayah timur kota, yang disengketakan dalam perang Timur Tengah pada 1967.
Turki menyebut pengakuan Trump atas Yerusalem sebagai langkah "yang tidak bertanggung jawab".
Iran "sangat mengutuk" langkah Trump karena pengakuannya itu melanggar resolusi-resolusi PBB terkait konflik Israel-Palestina.
Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei sebelumnya mengatakan bahwa Amerika Serikat sedang berupaya menimbulkan ketidakstabilan di kawasan dan memulai perang untuk melindungi keamanan Israel.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan ia tidak mendukung langkah "sepihak" Trump.
"Keputusan ini patut disayangkan dan Prancis tidak setuju. (Pengakuan Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel) bertentangan dengan semua resolusi Dewan Keamanan PBB," kata Macron di Aljir.
"Status Yerusalem merupakan masalah keamanan internasional yang mengkhawatirkan masyarakat internasional. Status Yerusalem harus ditentukan oleh Israel dan Palestina dalam kerangka perundingan di bawah pengawasan PBB," tegas Macron.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan tidak ada alternatif terhadap penyelesaian dua-negara antara Israel dan Palestina dan bahwa Yerusalem merupakan masalah penentuan status yang harus diselesaikan melalui perundingan langsung.
Sementara itu, Israel menyambut baik langkah Trump.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam pesan melalui video yang direkam sebelumnya bahwa pengakuan Trump itu merupakan "sebuah langkah penting menuju perdamaian" dan "tujuan Israel sejak semula." Netanyahu menambahkan bahwa kesepakatan perdamaian dengan Palestina harus mencakup pengakuan bahwa Yerusalem merupakan ibu kota Israel dan ia mendesak semua negara untuk mengikuti langkah yang telah dicontohkan Trump.
Dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, Trump menunjukkan bahwa ia tidak peduli dengan peringatan yang berdatangan dari seluruh dunia bahwa pengakuan itu berisiko menimbulkan konflik memburuk terhadap situasi di Timur Tengah, yang sudah ricuh.
Yerusalem merupakan tempat suci bagi para penganut Islam, Yahudi dan Kristen. Wilayah timur kota itu direbut oleh Israel dalam perang 1967 dan dinyatakan oleh Palestina sebagai ibu kota negara independen mereka kelak. (IMC03)


Komentar

Berita Terkini

Indeks
12 jam yang lalu

Relawan Berharap Baiq Nuril Dapat Amnesti

IMCNews.ID, Jakarta - Jaringan relawan kebebasan berekspresi online SAFEnet menolak putusan kasasi Mahkamah Agung yang menyatakan Baiq Nuril Maknun...
13 jam yang lalu

Anggota DPR RI Diduga Manfaatkan Reses Untuk Kampanye, Begini Kata Bawaslu

IMCNews.ID, Jambi - Kegiatan reses sejumlah anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi  diduga dimanfaatkan juga...
13 jam yang lalu

Sekjen PDIP Semangati Kader Menangi Jokowi-Ma’ruf

IMCNews.ID, Lamongan - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberi semangat kader partainya di Lamongan, Jawa Timur untuk merebut...
13 jam yang lalu

Demokrat Klaim Punya Cara Khusus Kampanyekan Prabowo-Sandi

IMCNews.ID, Jakarta - Partai Demokrat mengklaim memiliki cara khusus dan berbeda dengan partai koalisi lainnya dalam mengkampanyekan Prabowo Subianto...
13 jam yang lalu

Besok PAW Supriyono dan Hasan Ibrahim Dilantik, Pengganti Rahimah?

IMCNews.ID, Jambi - Pelantikan Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Provinsi Jambi, yakni Supriono yang tersandung kasus suap pengesahan RAPBD...
15 Oktober 2016 - 19:02:00 WIB Dibaca: 76707 kali

Kompleks WTC Batanghari Ambruk

07 April 2017 - 18:15:28 WIB Dibaca: 66515 kali

VIRAL!! Ini Dia Video Bentrok Sales Oppo & Vivo

03 Juni 2017 - 20:50:27 WIB Dibaca: 63562 kali

181 ASN Lulus Adm Lelang Jabatan Pemprov Jambi, Ini Dia Nama-namanya

02 Januari 2018 - 12:12:55 WIB Dibaca: 59346 kali

Ternyata Ini Penyebab Utuhnya Jasad Ismiati Setelah Dikubur 13 Tahun

11 Agustus 2016 - 22:10:30 WIB Dibaca: 41356 kali

Breaking News: Ketua DPRD Sarolangun Ditangkap Nyabu

26 Agustus 2016 - 21:56:00 WIB Dibaca: 37844 kali

Rektor Marah Dan Bubarkan Perpeloncoan di Opspek

24 Mei 2016 - 20:15:09 WIB Dibaca: 36260 kali

Ini Dia, Pahlawan Lalu Lintas Kota Jambi

01 Agustus 2016 - 13:02:11 WIB Dibaca: 35987 kali

Alamak: Usai Nyabu, Ketua PAN Batanghari Ditangkap BNN

26 Juli 2017 - 16:07:38 WIB Dibaca: 35383 kali

Cantiknya Ibu Bhayangkari Selingkuhannya Oknum Perwira Polres di Jambi

18 November 2018 - 23:13:58 WIB

Relawan Berharap Baiq Nuril Dapat Amnesti

18 November 2018 - 22:47:06 WIB

Sekjen PDIP Semangati Kader Menangi Jokowi-Ma’ruf

18 November 2018 - 18:31:26 WIB

Wapres JK akan Buka Rakornas KAHMI di Jambi

18 November 2018 - 12:33:20 WIB

Sekda : Budayakan Hidup Sehat Bermula dari Keluarga

18 November 2018 - 12:08:11 WIB

Pengelola Angso Duo Batasi PKL

18 November 2018 - 11:57:15 WIB

KPK OTT Bupati Pakpak Bharat Terkait Suap Proyek