20 Juni 2018, 09:50:59 WIB

Merusak Fasilitas Polsek Pelepat, Lima SAD Dilumpuhkan

Merusak Fasilitas Polsek Pelepat, Lima SAD Dilumpuhkan
Kapolres Bungo AKBP Januario Morais saat menjenguk SAD di RSUD H Hanafie, Selasa (19/6). (Ist)

IMCNews.ID, Bungo - Buntut penyerangan Polsek Pelepat, Kabupaten Bungo diduga ditenggarai perselisihan antara Suku Anak Dalam (SAD) dari Kabupaten Merangin dengan Suku Anak Dalam (SAD) Dusun Pasir Putih Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo.

Informasi yang berhasil dihimpun, akibat konflik antara Suku Anak Dalam (SAD) Merangin dan Suku Anak Dalam (SAD) Kampun Pasir Putih, Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo, Jambi, Polsek Pelepat jadi sasaran kemarahan SAD, di Pasir Putih Pelepat.

Awalnya, Suku Anak Dalam (SAD) Pasir Putih, Kecamatan Pelepat, menanyakan, terkait denda yang belum dibayarkan oleh SAD Merangin Rp 40 juta. Denda tersebut, bermula SAD, Merangin bertamu ke tempat Suku Anak Dalam Pasir Putih, Pelepat.

Saat bertamu, ke tempat SAD, Kampung Pasir Putih, ada kata-kata yang terucap dari SAD, Merangin yang menyingung perasaan SAD di Kampung Pasir Putih Pelapat. Akibat hal itu, akhirnya Suku Anak Dalam Pasir Putih, Kecamatan Pelepat berencana menyerang SAD, di Merangin.

Mendapat informasi tersebut, Polsek Pelepat dan Pihak Kecamatan Pelepat, mendatangi SAD, yang ada di Pasir Putih, agar tidak melakukan penyerangan ke tempat SAD, yang di Merangin.

Karena tidak terima, akhirnya, Suku Anak Dalam (SAD) Pasir Putih, Pelepat mendatangi Polsek, sekaligus melepari kaca Mapolsek hingga pecah keributan tak terelakkan. Karena ada sekitar 40 orang lebih SAD, Kampung Pasir Putih berada di Mapolsek.

Kapolres Bungo, AKBP. Januario Jose Morais, S.IK, dikonfirmasi mengatakan, kejadian tersebut berawal karena ada konflik antara SAD, Merangin dan SAD, yang ada di Pasir Putih, Pelepat, karena pada tahun 2016 lalu, Suku Anak Dalam Merangin di denda sebesar, Rp 20 juta.

“Kesepakatan mereka dulu, apabila ada kejadian lagi konflik maka akan di denda dua kali lipat dari yang pertama. SAD, yang di Merangin setelah didatangi oleh anggota Polsek bersama pihak yang ada di Kecamatan Pelepat, mereka tidak merasa bersalah, maka tidak mau membayar denda kepada SAD, yang ada di Pasir Putih, sebesar Rp 40 juta,” kata, AKBP. Morais, Rabu (20/6) dini hari.

Lanjut, Kapolres, pihak Suku Anak Dalam, Pasir Putih tidak puas hasil yang disampaikan, pihak Polsek dan pihak Kecamatan Pelepat, dan SAD, Pelepat mengira terkesan bahwa,Polsek dan pihak Camat memihak kepada SAD, yang ada di Merangin.

“Karena, SAD, yang di Pasir Putih Pelepat, merasa tidak puas dengan hasil yang di sampaikan maka mereka mendatangi Polsek, serta melakukan penggrusakan pintu kaca Polsek. Petugas Polsek sudah melakukan tembakan peringatan ke udara, namun tidak di hiraukan oleh SAD, akhirnya lima Suku Anak Dalam (SAD) Pasir Putih terpaksa di lumpuhkan dengan timah panas di bagian kaki,” ujar Kapolres.

Kini, kata Kapolres, ke lima SAD, Pasir Putih yang di lumpuhkan petugas itu, di rawat di RSUD, H Hanfie Muara Bungo. “Kelima SAD, tersebut terpaksa kita lumpuhkan, karena sudah mengancam petugas serta merusak fasilitas Polsek, oleh karena itu mereka di lumpuhkan, bukan mematikan,” tegas Kapolres.

Sementara, Dandim 0416/Bute, Letkol Inf Wahyu H.S, dikonfirmasi mengatakan, mendapat kabar dari anggota di lapangan, bahwa Polsek Pelepat, diserang oleh sekelompok, SAD dari Pasir Putih, karena itu, Ia dan personil Kodim turun ke lokasi kajadian.

“Ya kita, TNI, membantu Polisi agar tidak terjadi lagi aksi susulan, biar situasi dan kondisi tetap kondusif. Saat mediasi di hadapan temengung SAD, Pasir Putih, sudah saya sampaikan agar tidak melakukan tindakan serupa seperti yang sudah terjadi, yang jelas TNI berupaya agar hal ini bisa di selesaikan secepat mungkin,” tegas Letkol Inf Wahyu H.S.  (IMC03)

Sumber: sidakpost.id


Komentar

Berita Terkini

Indeks
sekitar 1 jam yang lalu

Pemprov Jambi - Sumut Teken MoU Penerapan e-Planning dan e-Budgeting

IMCNews.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Drs. H. M. Dianto, M. Si menjalin kerjasama...
sekitar 1 jam yang lalu

Jika Pendaftar Melebihi Kuota, Ini yang Akan Dilakukan Timsel KPU

IMCNews.ID, Jambi - Tim seleksi calon komisioner KPU 4 Kabupaten/Kota, yakni Kota Jambi, Merangin, Kerinci dan Sungaipenuh telah membuka pendaftaran...
2 jam yang lalu

Mau Ikut Seleksi Komisioner KPU, Baca Disini Tahapan Penjaringannya

IMCNews.ID, Jambi - Seleksi calon komisioner KPU 4 Kabupaten/Kota telah dimulai. Pendaftaran telah mulai dibuka terhitung sejak hari ini, Rabu...
2 jam yang lalu

Dibatasi Soal Umur, Ribuan Guru Honorer Mogok Mengajar

IMCNews.ID, Sukabumi - Ribuan guru honorer di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat memilih mogok mengajar terkait adanya Peraturan Menteri Pemberdayaan...
2 jam yang lalu

Kemendikbud Buka Lowongan CASN 115 Unit Kerja, Cek Disini Formasinya…

IMCNews.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, membuka pendaftaran calon aparatur sipil negara (CASN) di 115 unit...
15 Oktober 2016 - 19:02:00 WIB Dibaca: 76334 kali

Kompleks WTC Batanghari Ambruk

07 April 2017 - 18:15:28 WIB Dibaca: 66275 kali

VIRAL!! Ini Dia Video Bentrok Sales Oppo & Vivo

03 Juni 2017 - 20:50:27 WIB Dibaca: 63271 kali

181 ASN Lulus Adm Lelang Jabatan Pemprov Jambi, Ini Dia Nama-namanya

02 Januari 2018 - 12:12:55 WIB Dibaca: 59077 kali

Ternyata Ini Penyebab Utuhnya Jasad Ismiati Setelah Dikubur 13 Tahun

11 Agustus 2016 - 22:10:30 WIB Dibaca: 41170 kali

Breaking News: Ketua DPRD Sarolangun Ditangkap Nyabu

26 Agustus 2016 - 21:56:00 WIB Dibaca: 37654 kali

Rektor Marah Dan Bubarkan Perpeloncoan di Opspek

24 Mei 2016 - 20:15:09 WIB Dibaca: 36087 kali

Ini Dia, Pahlawan Lalu Lintas Kota Jambi

01 Agustus 2016 - 13:02:11 WIB Dibaca: 35767 kali

Alamak: Usai Nyabu, Ketua PAN Batanghari Ditangkap BNN

26 Juli 2017 - 16:07:38 WIB Dibaca: 34796 kali

Cantiknya Ibu Bhayangkari Selingkuhannya Oknum Perwira Polres di Jambi

19 September 2018 - 19:21:00 WIB

KPK Perpanjang Penahanan Idrus Marham

19 September 2018 - 18:25:03 WIB

Pimpinan Hargai Gugatan Pegawai KPK ke PTUN