12 September 2017, 16:46:27 WIB

Mendikbud Lepas 6.296 Guru ke Daerah Terpencil

Mendikbud Lepas 6.296 Guru ke Daerah Terpencil
Mendikbud

IMCNews.ID, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy melepas sebanyak 6.296 guru garis depan (GGD) ke daerah penempatannya di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T).

"Hari ini, kami melepas sebanyak 6.296 GGD. Mereka akan mengajar di daerah 3T," ujar Mendikbud di Jakarta, Selasa.

Mendikbud dalam sambutannya mengatakan bahwa para guru GGD itu, layaknya pasukan khusus yang ada di militer. Mendikbud yakin para guru itu akan mampu bertahan di daerah 3T yang jauh dari kenyamanan.

Kuota awal dari GGD itu sebanyak 7.000 guru, namun yang lulus hanya 6.296. Sedangkan yang sudah menerima surat keputusan sebanyak 5.897 guru.

Para guru itu akan mengabdi di daerah penempatan minimal 10 tahun. Meski demikian, Mendikbud yakin para guru itu akan betah di daerah penempatan.

"Dugaan saya, malah guru-guru tidak akan pindah kok. Biasanya betah".

Ke depan, pihaknya akan mengevaluasi program GGD itu terutama masalah penempatan. Ada daerah yang minta sekian banyak guru, namun setelah diberi tidak mampu untuk menggaji. Kemudian dikembalikan ke Kemdikbud.

Selain GGD, program Kemdikbud lainnya yakni pembangunan gedung, sarana dan prasarana, tenaga kependidikan yang disesuai dengan kebutuhan pembelajaran.

Pelaksanan Tugas Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud, Hamid Muhammad, mengatakan pihaknya akan melakukan perubahan pola untuk GGD pada tahun depan.

"Sebenarnya tahun depan tetap kita usulkan, namun ada beberapa perubahan pola. Terutama dari beberapa daerah ada usulan agar guru yang memenuhi syarat dan mengabdi di daerah terpencil akan dimasukkan. Itu mungkin yang ada perubahan," kata Hamid.

Seorang guru GGD, Muhammad Azhar, mengatakan dirinya siap untuk mengabdi di daerah penempatan meskipun di kondisi yang serba kekurangan. Azhar ditempatkan di SMPN 1 Sawiyat, Sorong Selatan,Papua Barat.

" Di Papua, guru yang mengajar di desa hanya ada satu atau dua orang. Kalau di kota banyak. Sekolah sangat membutuhkan guru, makanya saya memilih penempatan Papua karena kasihan dengan anak-anak di sana," kata Azhar.

Azhar yang berasal dari Makassar itu menyadari bahwa di Sawiyat, ia akan hidup serba kekurangan. Di daerah itu belum ada listrik, tidak ada sinyal telepon seluler dan kekurangan air bersih.

"Tidak apa-apa, paling hanya satu hingga dua bulan tidak betahnya. Sesudah itu, menyesuaikan," cetus Azhar yakin. (IMC02)

 

Sumber: Antara


Komentar

Berita Terkini

Indeks
8 jam yang lalu

Syarat Administrasi Calon Kurang, KPU Jambi Beri Tenggat Waktu Hingga 20 Januari

IMCNews.ID, Kota Jambi - Dari hasil pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jambi mengenai penyampaian hasil administarasi persyaratan calon Walikota...
8 jam yang lalu

Perindo akan Gugat KPU Jika Hapus Verifikasi Faktual

IMCNews.ID, Jakarta - Partai Partai Persatuan Indonesia (Perindo) mempertimbangkan untuk menggugat Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) jika...
8 jam yang lalu

Gerindra Protes Diverifikasi Faktual Seperti Partai Baru

IMCNews.ID, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono tidak setuju tahapan verifikasi faktual dalam seleksi calon peserta...
9 jam yang lalu

Menteri Susi Izinkan Cantrang Hanya di Enam Wilayah

IMCNews.ID, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan kebijakan penundaan larangan alat tangkap ikan cantrang hanya...
9 jam yang lalu

Tak Hadiri Munaslub Hanura, Wiranto Kirim Pesan ke Peserta

IMCNews.ID, Jakarta - Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto memberikan pesan kepada seluruh peserta musyawarah nasional luar biasa (Munaslub)...
15 Oktober 2016 - 19:02:00 WIB Dibaca: 74694 kali

Kompleks WTC Batanghari Ambruk

07 April 2017 - 18:15:28 WIB Dibaca: 65039 kali

VIRAL!! Ini Dia Video Bentrok Sales Oppo & Vivo

03 Juni 2017 - 20:50:27 WIB Dibaca: 61977 kali

181 ASN Lulus Adm Lelang Jabatan Pemprov Jambi, Ini Dia Nama-namanya

02 Januari 2018 - 12:12:55 WIB Dibaca: 57481 kali

Ternyata Ini Penyebab Utuhnya Jasad Ismiati Setelah Dikubur 13 Tahun

11 Agustus 2016 - 22:10:30 WIB Dibaca: 40376 kali

Breaking News: Ketua DPRD Sarolangun Ditangkap Nyabu

26 Agustus 2016 - 21:56:00 WIB Dibaca: 36977 kali

Rektor Marah Dan Bubarkan Perpeloncoan di Opspek

24 Mei 2016 - 20:15:09 WIB Dibaca: 35372 kali

Ini Dia, Pahlawan Lalu Lintas Kota Jambi

01 Agustus 2016 - 13:02:11 WIB Dibaca: 34859 kali

Alamak: Usai Nyabu, Ketua PAN Batanghari Ditangkap BNN

26 Juli 2017 - 16:07:38 WIB Dibaca: 32066 kali

Cantiknya Ibu Bhayangkari Selingkuhannya Oknum Perwira Polres di Jambi

18 Januari 2018 - 18:58:08 WIB

Amarah DPD Hanura Keluhkan Gaya Kepemimpinan OSO