03 September 2016, 16:35:00 WIB

Krinok: Sebuah Elegi Dari Tanah Jambi

Krinok: Sebuah Elegi Dari Tanah Jambi

Jambi- KALAU cuma sekadar berpantun atau berpuisi, banyaklah daerah-daerah di Indonesia terutama di Tanah Melayu, yang amat lihai menyusun kata-kata.

Tapi, kalau keterampilan menembangkan bait-bait pantun atau puisi, mungkin tak banyak yang punya kemahiran itu.

Di antara yang sedikit itu adalah masyarakat di Kecamatan Rantau Pandan, Muara Bungo, Jambi.

Dalam istilah mereka, kemahiran itu disebut dengan krinok atau belakangan dikenal juga dengan istilah musik krinok.

Tradisi ini muasalnya, mengutip Van Heine Geldern, kemungkinan dibawa oleh para imigran asal Annam, Cina Selatan yang lalu beranak-pinak di Pulau Sumatera, termasuk di Jambi.

Melalui proses tertentu kebudayaan baru itu lantas melokal dan berkembang pesat di tengah-tengah masyarakat di berbagai tempat. Dan beda daerah, beda juga sebutannya.

Selain musik krinok, ada juga yang menamainya senandung jolo (Tanjung Muara Bungo), mantau (Pelepat Muaro Bungo, Sarolangun dan Tebo), dan doak (Tebo).

Musik krinok cikal-bakalnya adalah sejenis pantun atau puisi yang bersifat spontan, personal dan kadang-kadang emosional.

Karenanya, pada awalnya tak dikenal pantun atau puisi yang baku. Maka siapa saja boleh berpantun atau berpuisi.

Isinya boleh riang gembira, tapi kebanyakan berupa rintihan duka nestapa.

 

Modifikasi Musik Krinok tanpa iringan bunyi-bunyian apapun, pantun atau puisi ini bisa dibawakan sendirian atau bisa juga berbalas-balasan.

Pokoknya suara hati yang terdalam dapat tertumpahkan. Dan penat yang mulai merambat saat mereka bekerja di ladang atau di hutan sekaligus bisa diredakan.

Begitulah cerita pada permulaannya. Puisi atau pantun rakyat yang biasa dibawakan kaum pria itu lalu berkolaborasi dengan permainan alat musik kelintang kayu yang sering dimainkan oleh kaum wanita ketika mereka bersawah.

Sesudahnya, beberapa alat musik lain seperti gong, gendang dan biola makin mempermanis atraksinya. Maka dikenallah musik krinok.

Pada perkembangan selanjutnya, tari tauh khas pergaulan muda-mudi lalu dipadupadankan. Walhasil, jadilah tradisi krinok seperti yang dikenal saat ini.

Tradisi berpantun dan berpuisi ini pun lalu berubah pentas, dari sekadar media pelipur lara menjadi seni pertunjukan yang hiruk-pikuk.

Memang, seiring hingar-bingar jaman, krinok kadang-kadang cuma terdengar samar-samar.

Tradisi khas Rantau Pandan ini seperti kembali ke jaman lampau: menyanyi sepi, merintih pedih. Musik Krinok seolah kembali menembangkan elegi-elegi kehidupan. (warisanbudayaindonesia/na)

Ditulis Oleh Y.Ahdiyat


Komentar

Berita Terkini

Indeks
25 menit yang lalu

Pasangan Ini Kepergok Setengah Bugil Saat Memadu Kasih di Kamar Mandi

IMCNews.ID, Bangko - Niat hati ingin memadu kasih, pasangan mesum berinisial DI (30) dan NI(26), warga Desa Sukorejo, Kecamatan Margo Tabir,...
39 menit yang lalu

Usai Sidak Zola ke RS Raden Mattaher, Perawat Ini Protes dan Bikin Heboh di Medsos

IMCNews.ID, Jambi - Aksi sidak Gubernur Jambi, Zumi Zola, ke RSUD Raden Mattaher, Jumat dini hari sontak membikin heboh. Aksinya yang sempat terekam...
8 jam yang lalu

Holland Martabak, Tempat Nongkrong Paling Kece dengan Makanan yang Lezat

IMCNews.ID, Jambi - Satu lagi telah hadir jajanan kuliner di Jambi. Holland Martabak Terang Bulan, yang akan membuat lidah Anda bergoyang dan...
7 jam yang lalu

Perpani Jambi Targetkan 4 Medali Emas di Kejuaraan Bogor

IMCNews.ID, Jambi - Pengurus olahraga Panahan Indonesia Provinsi Jambi (Perpani) Jambi ikut dalam kejuaraan panahan Bogor Open Archery Champhionship...
8 jam yang lalu

Hadirnya Holland Martabak Menambah Pilihan Kuliner untuk Masyarakat

IMCNews.ID, Jambi - Peresmian Holland Bakery, Sabtu (21/1) yang dihadiri Gubernur Jambi Zumi Zola dipadati banyak...
15 Oktober 2016 - 19:02:00 WIB Dibaca: 70935 kali

Kompleks WTC Batanghari Ambruk

11 Agustus 2016 - 22:10:30 WIB Dibaca: 38573 kali

Breaking News: Ketua DPRD Sarolangun Ditangkap Nyabu

26 Agustus 2016 - 21:56:00 WIB Dibaca: 35180 kali

Rektor Marah Dan Bubarkan Perpeloncoan di Opspek

24 Mei 2016 - 20:15:09 WIB Dibaca: 33274 kali

Ini Dia, Pahlawan Lalu Lintas Kota Jambi

01 Agustus 2016 - 13:02:11 WIB Dibaca: 32425 kali

Alamak: Usai Nyabu, Ketua PAN Batanghari Ditangkap BNN

22 Oktober 2016 - 17:32:21 WIB Dibaca: 22552 kali

Setelah WTC, Giliran Mall Jamtos Ambruk...

25 Juni 2016 - 22:19:41 WIB Dibaca: 17654 kali

Zola Sampaikan Ngototnya Fasya Ke Kementerian

20 Januari 2017 - 03:54:47 WIB Dibaca: 16154 kali

Sidak Lewat Tengah Malam di RSUD RM, Zola Marah-marah

21 Januari 2017 - 11:42:51 WIB

Harga CPO di Jambi Cuma Naik Rp 44 per Kilogram