18 Oktober 2017, 11:19:20 WIB

Ketua OJK: Risiko Serangan Siber Semakin Besar

Ketua OJK: Risiko Serangan Siber Semakin Besar
Serangan siber semakin luas. (Ist)

IMCNews.ID, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyatakan bahwa risiko serangan siber pada sistem keuangan semakin besar akibat pesatnya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di industri jasa keuangan.

"Upaya pencegahan serangan siber tidak dapat dilakukan hanya oleh satu negara tetapi harus merupakan inisiatif global karena para hackers beroperasi tanpa mengenal batas negara," kata Wimboh dalam seminar International Good Practices on Cybersecurity Preparednesss dalam rangkaian pertemuan tahunan Bank Dunia - IMF di Washington, D.C, sebagaimana rilis yang diterima Antara di Jakarta, Rabu (18/10).

Menurut Wimboh, meningkatnya penggunaan internet oleh pemerintah, pelayanan publik dan bisnis swasta termasuk di industri jasa keuangan memiliki implikasi besar jika tidak ditangani dengan baik.

"Di Indonesia, industri jasa keuangan dikategorikan sebagai salah satu infrastruktur penting yang perlu dijaga dari ancaman keamanan dunia maya," ujar Wimboh.

Menghadapi hal tersebut, di dalam negeri OJK berencana membuat layanan informasi keuangan yang bertugas mempercepat pemulihan saat terjadi serangan siber, dan membentuk lembaga pelatihan penanganan serangan siber.

Wimboh menuturkan, kepedulian industri jasa keuangan di setiap negara terhadap risiko "cyber attacks" ini harus ditingkatkan dengan penguatan manajemen risiko operasional terkait teknologi informasi.

Selain itu, untuk mengantisipasi peningkatan ancaman keamanan siber, OJK telah bergabung dalam inisiatif bersama untuk membentuk Badan Siber Nasional bersama sejumlah kementerian dan lembaga negara seperti Kemenkominfo, Kementerian Pertahanan, Kemenko Polhukam, Kepolisian, dan lain-lain.

Dalam lawatannya memenuhi undangan Bank Dunia ini, Ketua Dewan Komisioner OJK juga menghadiri dua pertemuan tingkat tinggi bersama beberapa perwakilan bank sentral maupun otoritas pengawas keuangan negara lain untuk membahas dua isu besar, yaitu Annual Meeting of the IFC-led Sustainable Banking Network (SBN) dan Regulatory Approaches for Non-Systemic Banks.

Wimboh juga menjadi pembicara utama dalam Seminar Annual Meeting of the IFC-led Sustainable Banking Network (SBN). Dalam kesempatan di depan 30 perwakilan negara itu, Wimboh mengatakan bahwa pengaruh perubahan iklim dapat mengakibatkan gangguan pada sektor jasa keuangan dan berpotensi memicu krisis ekonomi.

"Perlu ada global roadmap keuangan berkelanjutan yang diharapkan dapat mempercepat pemenuhan pendanaan untuk tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dengan meningkatkan peran sektor swasta secara global," ujar Wimboh .

Menurut Wimboh, agar lebih efektif, masing-masing negara harus memiliki strategi nasional pengembangan keuangan berkelanjutan yang membangun komitmen bersama dan mengkolaborasikan berbagai instansi, akademisi, industri jasa keuangan dan sektor bisnis.

OJK sudah mengeluarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 Tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan Bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, Dan Perusahaan Publik.

Sebelumnya pada Desember 2014, OJK juga sudah mengeluarkan roadmap Keuangan Berkelanjutan di Indonesia yang bertujuan menjabarkan kondisi yang ingin dicapai terkait keuangan yang berkelanjutan dalam jangka menengah (2015-2019) dan panjang (2015-2024) bagi industri jasa keuangan yang berada di bawah pengawasan OJK serta untuk menentukan dan menyusun tonggak perbaikan program keuangan berkelanjutan.

Dalam forum Regulatory Approaches for Non-Systemic Banks, Wimboh menyampaikan bahwa setiap negara memiliki struktur perbankan, kompleksitas dan ukuran yang berbeda-beda, sehingga standarisasi pengaturan kehatian-hatian bank non-sistemik secara internasional sulit dilakukan.

Karena itu yang lebih diperlukan adalah penyesuaian standar kehati-hatian di masing-masing negara termasuk kerangka pengawasannya dengan karakteristik bank non-sistemik di masing-masing negara tersebut atau asas proporsionalitas.

"Hal ini agar pengaturan berlebihan yang memicu compliance cost yang tinggi dapat diminimalkan tanpa mengurangi efektivitas pengaturan dan pengawasan," ujar Wimboh. (IMC03)


Komentar

Berita Terkini

Indeks
3 jam yang lalu

Panglima TNI Beri Pangkat Luar Biasa 58 Prajurit Penumpas KKB

IMCNews.ID, Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan operasi penumpasan Kelompok Kriminal Bersenjata-Tentara Pembebasan...
4 jam yang lalu

Wapres Dianugerahi Gelar Sri Perdana Mahkota Negara

IMCNews.ID, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla dianugerahi gelar adat Melayu "Sri Perdana Mahkota Negara" oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan...
5 jam yang lalu

KPU diminta Tidak Jadikan Sipol Jadi Instrumen Utama Loloskan Parpol

IMCNews.ID, Jakarta - Proses sistem informasi partai politik (Sipol) kerap menjadi lahan polemik saat pendaftaran pemilu. Ketua Kode Inisiatif Veri...
5 jam yang lalu

Polisi Periksa Pemuda yang Cekoki Anggur Merah ke Kuda Nil

IMCNews.ID, Bogor - Polres Bogor menindaklanjuti kasus pemberian minuman keras jenis anggur merah terhadap satwa di Taman Safari Indonesia (TSI) yang...
5 jam yang lalu

Pemberi Anggur Merah ke Kuda Nil Dijerat Pasal Penganiayaan Hewan

IMCNews.ID, Bogor - Pihak Taman Safari Indonesia (TSI) secara resmi melaporkan tiga pengunjung TSI yang memberikan minuman keras kepada tiga satwa di...
15 Oktober 2016 - 19:02:00 WIB Dibaca: 74264 kali

Kompleks WTC Batanghari Ambruk

07 April 2017 - 18:15:28 WIB Dibaca: 64688 kali

VIRAL!! Ini Dia Video Bentrok Sales Oppo & Vivo

03 Juni 2017 - 20:50:27 WIB Dibaca: 61671 kali

181 ASN Lulus Adm Lelang Jabatan Pemprov Jambi, Ini Dia Nama-namanya

11 Agustus 2016 - 22:10:30 WIB Dibaca: 40171 kali

Breaking News: Ketua DPRD Sarolangun Ditangkap Nyabu

26 Agustus 2016 - 21:56:00 WIB Dibaca: 36774 kali

Rektor Marah Dan Bubarkan Perpeloncoan di Opspek

24 Mei 2016 - 20:15:09 WIB Dibaca: 35149 kali

Ini Dia, Pahlawan Lalu Lintas Kota Jambi

01 Agustus 2016 - 13:02:11 WIB Dibaca: 34639 kali

Alamak: Usai Nyabu, Ketua PAN Batanghari Ditangkap BNN

26 Juli 2017 - 16:07:38 WIB Dibaca: 31315 kali

Cantiknya Ibu Bhayangkari Selingkuhannya Oknum Perwira Polres di Jambi

19 November 2017 - 16:34:41 WIB

Wapres Dianugerahi Gelar Sri Perdana Mahkota Negara

19 November 2017 - 14:43:32 WIB

YLKI: Polda Sumut Usut Kuliner Dicampur Narkoba

19 November 2017 - 14:41:38 WIB

Biaya Promosi Ajang MotoGP Bisa Capai Rp 1 Triliun

19 November 2017 - 14:39:35 WIB

Cara Wong Sumsel Gaet Investor MotoGP

19 November 2017 - 14:15:52 WIB

Bandar Narkoba Asal Malaysia Kabur dari Rutan