13 Maret 2018, 13:26:57 WIB

Kemenkop Akui UMKM Berpotensi Alami Kredit Macet

Kemenkop Akui UMKM Berpotensi Alami Kredit Macet
Ilustrasi kredit macet (ist).

IMCNews.ID, Jakarta - Deputi Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Abdul Kadir Damanik mengungkapkan tidak tertutup kemungkinan kredit dari bank yang diterima Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM) memiliki potensi permasalahan dalam pengembaliannya atau kredit macet.

Abdul Kadir Damanik dalam acara diskusi terarah (Focus Group Discussion /FGD) bertema Menekan Resiko Kredit Macet KUMKM, di Jakarta, Selasa, mengatakan penyebab kredit macet KUMKM bisa disebabkan oleh faktor internal seperti kegagalan usaha, dan faktor eksternal seperti adanya krisis moneter dan kejadian di luar kemampuan debitur.

"Meski begitu, KUMKM yang memiliki kredit bermasalah merupakan fenomena yang tidak dapat diabaikan dan memerlukan upaya penyelamatan dan penyelesaian kredit. Sehingga, tidak akan berdampak pada likuiditas keuangan KUMKM, yang dapat mengganggu kelancaran dan keberlangsungan usahanya dan atau bahkan menjadi bangkrut atau kolaps," kata Damanik.

Menurut Damanik, kredit macet adalah suatu keadaan dimana debitur baik perorangan atau perusahaan tidak mampu membayar kredit bank tepat pada waktunya.

"Kredit macet merupakan kredit bermasalah dimana debitur tidak mampu membayar minimum pembayaran yang telah jatuh tempo lebih dari tiga bulan," katanya.

Damanik menjelaskan, kredit merupakan salah satu sumber pendanaan bagi KUMKM yang diperlukan dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan usahanya, dimana sumber pendanaan kredit terbesar diperoleh melalui lembaga keuangan/perbankan.

"Dalam pemberian kredit umumnya berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan KUMKM selaku debitur dan mewajibkan untuk melunasi utangnya dengan jangka waktu tertentu beserta bunga pinjaman," kata Damanik.

Kredit yang diterima atau diberikan kepada KUMKM oleh lembaga keuangan umumnya berdasarkan pertimbangan kelayakan KUMKM sebagai debitur perbankan.

"Bank harus merasa yakin bahwa kredit yang diberikan kepada KUMKM benar-benar akan kembali. Keyakinan tersebut diperoleh dari hasil penilaian kredit sebelum kredit tersebut disalurkan," kata Damanik.

Hanya saja, Damanik mengakui bahwa restrukturisasi kredit KUMKM masih menghadapi berbagai permasalahan.

Pertama, restrukturisasi kredit yang diberlakukan lembaga keuangan perbankan dan lembaga pembiayaan masih dirasakan berat oleh KUMKM.

Hal ini dapat dilihat dari berbagai pengaduan yang disampaikan oleh para pelaku koperasi dan UMKM.

Kedua, implementasi dari kebijakan restrukturisasi tersebut tidak diatur secara jelas oleh pemerintah dalam arti tiap tiap bank diberikan kelonggaran untuk menyusun kebijakan restrukturisasinya masing-masing.

"Pemerintah hanya memberikan garis besarnya saja. Perbedaan kebijakan seperti ini dapat menimbulkan kebingungan dan keraguan di kalangan KUMKM sebagai debitur," kata Damanik.

Ketiga, Tidak dapat dipungkiri pula bahwa masih terjadi "moral hazard" di kalangan perbankan yang lebih memilih untuk melakukan pelelangan atas aset debitur, karena pada umumnya nilai aset debitur lebih tinggi daripada nilai kredit.

"Moral hazard juga terjadi di kalangan debitur yang menunda pembayaran sambil menunggu keringanan pembayaran yang ditanggung oleh pemerintah", kata Damanik.

Keempat, debitur KUMKM memiliki keterbatasan dan kendala dalam bernegosiasi dengan bank untuk menyelesaikan kredit.

"FGD ini diselenggarakan dalam rangka mencari solusi bersama terkait permasalahan yang banyak dialami oleh koperasi sebagai debitur perbankan/nonperbankan dalam penyelesaian kredit," kata Damanik.(IMC03)


Komentar

Berita Terkini

Indeks
23 menit yang lalu

Diduga Tak Netral, Tim Fasha-Maulana Lapor Oknum ASN ke Panwaslu

IMCNews.ID, Kota Jambi - Dugaan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berpihak pada pasangan calon kembali terjadi. Ini terlihat adanya oknum ASN yang...
2 jam yang lalu

Megawati-Cak Imin Hadiri Kampanye Akbar Ipul/Puti

IMCNews.ID, Madiun - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menghadiri kampanye akbar pasangan...
2 jam yang lalu

Mendes: Lebih Enak di Desa Dibanding di Kota

IMCNews.ID, Jakarta- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrais (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengaku saat ini tidak banyak...
2 jam yang lalu

Praktisi: Waspadai Penyakit Setelah Lebaran

IMCNews.ID, Jakarta - Praktisi kesehatan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Ari Fahrial Syam mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai...
2 jam yang lalu

Anggota DPR Herman Belum Merespons Laporan Warga ke Polisi

IMCNews.ID, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Herman Hery belum merespons terkait dengan laporan seorang warga bernama...
15 Oktober 2016 - 19:02:00 WIB Dibaca: 75841 kali

Kompleks WTC Batanghari Ambruk

07 April 2017 - 18:15:28 WIB Dibaca: 65874 kali

VIRAL!! Ini Dia Video Bentrok Sales Oppo & Vivo

03 Juni 2017 - 20:50:27 WIB Dibaca: 62858 kali

181 ASN Lulus Adm Lelang Jabatan Pemprov Jambi, Ini Dia Nama-namanya

02 Januari 2018 - 12:12:55 WIB Dibaca: 58667 kali

Ternyata Ini Penyebab Utuhnya Jasad Ismiati Setelah Dikubur 13 Tahun

11 Agustus 2016 - 22:10:30 WIB Dibaca: 40912 kali

Breaking News: Ketua DPRD Sarolangun Ditangkap Nyabu

26 Agustus 2016 - 21:56:00 WIB Dibaca: 37423 kali

Rektor Marah Dan Bubarkan Perpeloncoan di Opspek

24 Mei 2016 - 20:15:09 WIB Dibaca: 35865 kali

Ini Dia, Pahlawan Lalu Lintas Kota Jambi

01 Agustus 2016 - 13:02:11 WIB Dibaca: 35495 kali

Alamak: Usai Nyabu, Ketua PAN Batanghari Ditangkap BNN

26 Juli 2017 - 16:07:38 WIB Dibaca: 33935 kali

Cantiknya Ibu Bhayangkari Selingkuhannya Oknum Perwira Polres di Jambi

21 Juni 2018 - 17:31:42 WIB

Mendes: Lebih Enak di Desa Dibanding di Kota

21 Juni 2018 - 17:28:34 WIB

Praktisi: Waspadai Penyakit Setelah Lebaran

21 Juni 2018 - 17:18:29 WIB

Wapres Yakin Pilkada Serentak Aman

21 Juni 2018 - 17:13:07 WIB

Presiden Belum Tentukan Waktu Bertemu KPK