13 Desember 2017, 11:57:54 WIB

Jurus Diam ala Papa Novanto Saat Ditanya Hakim Tipikor

Jurus Diam ala Papa Novanto Saat Ditanya Hakim Tipikor
Sidang perdana setnov(repro)

IMCNews.ID, Jakarta - Terdakwa dugaan korupsi e-KTP, Setya Novanto, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/12).
Sidang yang dipimpin Ketua Pengadilan Tipikor, Yanto dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam awal sidang tersebut, Hakim Yanto melontarkan sejumlah pernyataan kepada Setnov, namun sang terdakwa lebih banyak diam atau menjawab dengan suara lirih sehingga terkesan menggumam.
Hakim lalu menanyakan kondisi kesehatan Setnov kepada Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Terdakwa mengeluh sakit, tapi ketika diperiksa dokter kondisinya pagi ini sehat dengan tekanan darah 110. Dan kami membawa dokter [ke pengadilan] yang melakukan pemeriksaan pagi ini," jawab Jaksa Irene Putri kepada hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/12).
Hakim lalu memanggil dokter yang memeriksa kondisi Setnov pada pagi tadi, Johannes Hutabarat. Sang dokter memberi keterangan memeriksa terdakwa sekitar pukul 08.00 WIB, dan ada komunikasi antara keduanya dalam pemeriksaan tersebut.
Setelahnya, hakim kembali melontarkan pertanyaan-pertanyaan awal kepada Setnov. Namun, ketua umum nonaktif Golkar dan Ketua DPR itu tetap hanya diam.
"Saudara tidak jawab pertanyaan saya, apakah saudara tidak mendengar atau bagaimana?" kata Hakim Yanto kepada Setnov.
Segera saja Kuasa Hukum Setnov, Maqdir Ismail, angkat bicara mengenai kondisi kliennya tersebut. Maqdir meminta agar Setnov bisa diperiksa rumah sakit lain, selain yang dirujuk KPK yakni Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
"Dua hari yang lalu kami sudah ajukan permohonan agar terdakwa diperiksa di RSPAD. Tapi, tidak mendapat respons karena bagaimana pun juga kesehatan terdakwa sangat menentukan apakah persidangan dapat dilaksanakan dengan baik," ujar Maqdir.
Mendengar pernyataan Maqdir, jaksa Irene pun angkat bicara. Irene menyatakan selain dokter pribadi Setnov, pihaknya pun meminta pendapat klinis kedua dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). IDI, kata Irene, telah menunjuk dokter yang ahli dalam bidangnya untuk memastikan kondisi Setnov sebelum sidang hari ini.
"Dokter yang tergabung di IDI, dan salah satunya praktik di RSCM dan saat ini hadir. Kalau memang perlu kita dengar keterangan dari tiga dokter terkait. Dokter spesialis juga hadir hari ini. Kita bisa dengarkan keterangan beliau," kata Irene.
Hakim pun meminta memanggil dokter-dokter tersebut ke ruang sidang, dan diminta keterangannya atas kondisi kesehatan Setnov. Dalam keterangannya mereka menilai kondisi kesehatan Setnov baik dilihat dari tekanan darah, dan gula darah dinilai bagus. 
Selain itu, Setnov pun bisa diajak berkomunikasi. Bahkan, disebutkan andai Setnov terganggu psikologinya itu bisa berpengaruh pada kondisi fisik seperti tidak bisa berjalan. Namun, saat tiba di Pengadilan Tipikor Jakarta yang berada di Jalan Bungur, Jakarta Pusat itu, Setnov turun dari mobil dan masuk ke gedung dengan berjalan.
Kemudian, hakim kembali melontarkan pertanyaan kepada Setnov. Namun, Setnov kembali hanya diam.
Lalu, jaksa Irene pun menegaskan berdasarkan keterangan dari dokter Johannes serta tiga dokter dari IDI itu Setnov dalam kondisi sehat.
"Bagi kami (sikap diam terdakwa) ini menunjukkan kebohongan," kata Irene.
Maqdir pun angkat bicara untuk mengajukan keberatan atas pernyataan Irene.
"Bagi kami, ini urusan orang sakit. Kami mohon diberi kesempatan untuk diperiksa dokter lain," ujar Maqdir.
Akhirnya, hakim pun kembali memanggil para dokter. (IMC03)


Komentar

Berita Terkini

Indeks
3 jam yang lalu

Zola dan Fasha Ajukan Cuti Hadapi Pilkada, Bagaimana Petahana yang Lain?

IMCNews.ID, Jambi - Pemilihan Kepala Daerah menghitung hari. Kabupaten Merangin dan Kerinci serta Kota Jambi kini tengah menggelar pesta...
3 jam yang lalu

Helm Sering Hilang, Ini Alasan Zola Tukar Penjagaan Kantor Gubernur

IMCNews.ID, Jambi - Sempat menuai polemik soal pergantian penjagaan Kantor Gubernur Jambi. Bila sebelumnya penjagaan dilakukan Satpol PP, kini...
4 jam yang lalu

Eks Komisioner KPU Sebut Pernah Dapat Ancaman saat Rapat DPR

IMCNews.ID, Jakarta - Eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2012-2017 Hadar Navis Gumay mengaku, pernah mendapat ancaman dan...
4 jam yang lalu

Gubernur Anies, Becak dan Jakarta Tempo Dulu

IMCNews.ID, Jakarta - Wacana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang berkukuh menghidupkan becak sebagai salah satu opsi moda transportasi di Ibu...
4 jam yang lalu

Dorr! Kronologi Kader Gerindra Ditembak Mati Polisi

IMCNews.ID, Jakarta - Kepolisian Resor Kota Bogor tengah menyelidiki kasus perkelahian yang melibatkan seorang anggota polisi dan berujung pada...
15 Oktober 2016 - 19:02:00 WIB Dibaca: 74703 kali

Kompleks WTC Batanghari Ambruk

07 April 2017 - 18:15:28 WIB Dibaca: 65055 kali

VIRAL!! Ini Dia Video Bentrok Sales Oppo & Vivo

03 Juni 2017 - 20:50:27 WIB Dibaca: 61986 kali

181 ASN Lulus Adm Lelang Jabatan Pemprov Jambi, Ini Dia Nama-namanya

02 Januari 2018 - 12:12:55 WIB Dibaca: 57513 kali

Ternyata Ini Penyebab Utuhnya Jasad Ismiati Setelah Dikubur 13 Tahun

11 Agustus 2016 - 22:10:30 WIB Dibaca: 40380 kali

Breaking News: Ketua DPRD Sarolangun Ditangkap Nyabu

26 Agustus 2016 - 21:56:00 WIB Dibaca: 36984 kali

Rektor Marah Dan Bubarkan Perpeloncoan di Opspek

24 Mei 2016 - 20:15:09 WIB Dibaca: 35377 kali

Ini Dia, Pahlawan Lalu Lintas Kota Jambi

01 Agustus 2016 - 13:02:11 WIB Dibaca: 34872 kali

Alamak: Usai Nyabu, Ketua PAN Batanghari Ditangkap BNN

26 Juli 2017 - 16:07:38 WIB Dibaca: 32082 kali

Cantiknya Ibu Bhayangkari Selingkuhannya Oknum Perwira Polres di Jambi

21 Januari 2018 - 11:14:02 WIB

Gubernur Anies, Becak dan Jakarta Tempo Dulu