01 September 2017, 14:16:18 WIB

Hampir 400 Tewas Akibat Serangan Tentara Myanmar Terhadap Gerilyawan Rohingya

Hampir 400 Tewas Akibat Serangan Tentara Myanmar Terhadap Gerilyawan Rohingya
ILUSTRASI. (istimewa)

IMCNews.ID, Cox's Bazar - Hampir 400 orang tewas dalam pertempuran di Myanmar barat laut selama sepekan, kata data resmi terkini.

Ini menjadikan kekerasan paling mematikan terhadap Rohingya di negara tersebut dalam beberapa dasawarsa belakangan.

Sekitar 38.000 warga Rohingya menyeberang ke Bangladesh dari Myanmar, kata sumber dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sepekan setelah gerilyawan Rohingya menyerang sejumlah pos polisi dan pangkalan militer di negara bagian Rakhine, yang memicu bentrokan dan serangan balik dari militer.

"Pada 31 Agustus, 38.000 orang diperkirakan menyeberangi perbatasan menuju Bangladesh," kata sumber tersebut pada Jumat dalam angka perkiraan terkini mereka.

Seperti dilansir Antara, tentara mengatakan melancarkan pembersihan terhadap "teroris garis keras" dan pasukan keamanan diberi pengarahan untuk melindungi warga.

Namun, warga Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh mengatakan bahwa serangan dengan pembakaran dan pembunuhan bertujuan untuk memaksa mereka keluar.

Penanganan terhadap sekitar 1,1 juta Muslim Rohingya menjadi sebuah tantangan terbesar bagi Aung San Suu Kyi, yang telah mengutuk serangan tersebut dan memuji pasukan keamanan.

Peraih Nobel Perdamaian itu dituduh beberapa kritikus Barat karena tidak bersuara terhadap kejadian pembantaian Muslim Rohingya, yang merupakan kaum minoritas di Myanmar, oleh serangan brutal militer setelah terjadinya penyerangan Oktober.

Bentrokan dan tindak kekerasan yang dilakukan oleh tentara telah menewaskan sekitar 370 gerilyawan Rohingya, 13 aparat keamanan, dua pejabat pemerintah dan 14 warga sipil, kata militer Myanmar pada Kamis.

Sebagai perbandingan, kekerasan pada 2012 di Sittwe, ibu kota Rakhine, menyebabkan tewasnya hampir 200 orang dan sekitar 140.000 lagi mengungsi, kebanyakan dari mereka adalah warga Rohingya.

Serangan tersebut merupakan peningkatan tajam dari kemelut yang terjadi sejak Oktober, ketika serangan serupa yang dilancarkan oleh geriyawan Rohingya dengan ukuran yang jauh lebih kecil terhadap pos keamanan, mendorong militer melakukan serangan balasan besar-besaran diikuti dugaan pelanggaran hak asasi manusia.

Myanmar mengungsikan lebih dari 11.700 "warga etnis" dari daerah yang terkena dampak pertempuran, kata militer, merujuk pada penduduk non-Muslim di Rakhine utara.

Lebih dari 150 gerilyawan Rohingya melakukan serangan terkini terhadap pasukan keamanan pada Kamis, di dekat desa-desa yang ditempati oleh masyarakat pengikut Hindu, kata "New Global Light New Myanmar". Pernyataan itu menambahkan bahwa sekitar 700 anggota keluarga di desa-desa tersebut telah diungsikan.

"Empat teroris ditangkap, termasuk seorang anak laki-laki berusia 13 tahun," katanya.

"Pasukan keamanan telah menangkap dua orang lagi di dekat pos polisi Maungdaw yang diduga terlibat dalam serangan tersebut," tambahnya.

Sekitar 20.000 lagi warga Rohingya yang berusaha melarikan diri, terjebak di daerah kosong perbatasan, kata sumber PBB. Pekerja bantuan di Bangladesh berjuang untuk meringankan penderitaan ribuan orang yang mengalami kelaparan dan trauma.

Sementara beberapa warga Rohingya mencoba menyeberang ke Bangladesh melalui darat, yang lain mencoba melakukan perjalanan berbahaya dengan menggunakan perahu, melintasi sungai Naf yang memisahkan kedua negara itu.

Penjaga perbatasan Bangladesh menemukan 15 jenazah warga Rohingya, 11 di antaranya anak-anak, mengambang di sungai pada Jumat, kata komandan daerah Letnan Kolonel Ariful Islam. (IMC01)


Berita Terkait

Tag Terkait

Komentar

Berita Terkini

Indeks
20 menit yang lalu

Kepolisian Jambi Tingkatkan Operasi Jelang Asian Games

IMCNews.ID, Jambi - Kepolisian daerah (Polda) Jambi akan meningkatkan kegiatan operasi rutin mulai dari jajaran Polsek, Polres hingga Polda menjelang...
25 menit yang lalu

BMKG: 126 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera

IMCNews.ID, Pekanbaru- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyatakan pantauan satelit menunjukan ada 126 titik panas (hotspot) tersebar di...
27 menit yang lalu

Pencalegan Laoly dan Puan Karena Kuatnya Dukungan

IMCNews.ID, Jakarta - Pencalonan Yasonna Laoly yang saat ini menjabat sebagai Menteri Hukum dan HAM serta Puan Maharani yang kini menjabat sebagai...
29 menit yang lalu

Puluhan Mahasiswa di Baturaja Demo Kenaikan BBM

IMCNews.ID, Baturaja - Puluhan mahasiswa di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan menggelar aksi demo di Gedung DPRD setempat guna...
sekitar 1 jam yang lalu

Nama Yanti Maria Tak Terdaftar Sebagai Bacaleg dari Gerindra

IMCNews.ID, Jambi - Nama Yanti Maria yang saat ini merupakan anggota DPRD Provinsi Jambi dari Partai Gerindra dapil Kerinci-Sungaipenuh ternyata tak...
15 Oktober 2016 - 19:02:00 WIB Dibaca: 76022 kali

Kompleks WTC Batanghari Ambruk

07 April 2017 - 18:15:28 WIB Dibaca: 66013 kali

VIRAL!! Ini Dia Video Bentrok Sales Oppo & Vivo

03 Juni 2017 - 20:50:27 WIB Dibaca: 62976 kali

181 ASN Lulus Adm Lelang Jabatan Pemprov Jambi, Ini Dia Nama-namanya

02 Januari 2018 - 12:12:55 WIB Dibaca: 58811 kali

Ternyata Ini Penyebab Utuhnya Jasad Ismiati Setelah Dikubur 13 Tahun

11 Agustus 2016 - 22:10:30 WIB Dibaca: 40999 kali

Breaking News: Ketua DPRD Sarolangun Ditangkap Nyabu

26 Agustus 2016 - 21:56:00 WIB Dibaca: 37505 kali

Rektor Marah Dan Bubarkan Perpeloncoan di Opspek

24 Mei 2016 - 20:15:09 WIB Dibaca: 35943 kali

Ini Dia, Pahlawan Lalu Lintas Kota Jambi

01 Agustus 2016 - 13:02:11 WIB Dibaca: 35583 kali

Alamak: Usai Nyabu, Ketua PAN Batanghari Ditangkap BNN

26 Juli 2017 - 16:07:38 WIB Dibaca: 34195 kali

Cantiknya Ibu Bhayangkari Selingkuhannya Oknum Perwira Polres di Jambi

17 Juli 2018 - 22:24:35 WIB

BMKG: 126 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera

17 Juli 2018 - 21:20:06 WIB

Wapres Baru Tahu Johan Budi "Nyaleg"

17 Juli 2018 - 21:18:11 WIB

Johan Budi Ingin Beralih Ladang Pengabdian