21 Januari 2018, 11:14:02 WIB

Gubernur Anies, Becak dan Jakarta Tempo Dulu

Gubernur Anies, Becak dan Jakarta Tempo Dulu
Becak yang akan dihidupkan Gubernur Anies (ist)

IMCNews.ID, Jakarta - Wacana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang berkukuh menghidupkan becak sebagai salah satu opsi moda transportasi di Ibu Kota dinilai sebagai kebijakan transportasi yang irasional. 

Wacana menghidupkan Becak itu terlontar ketika Anies mengakui bahwa terdapat poin perlindungan dan penataan becak pada kontrak politiknya saat kampanye Pilkada DKI 2017 lalu.

Sebagai bentuk pemenuhan kontrak politik itu, Anies akan menata keberadaan becak kurang lebih seribu unit, termasuk mereka yang bergabung dalam Serikat Becak Jakarta.

Menurut Anies, becak masih menjadi angkutan sehari-hari di tempat-tempat tersebut lantaran sebagian warga masih membutuhkannya.

"Banyak sekali yang sehari-hari menggunakan becak. Itu baru di daerah utara belum di daerah lain," katanya beberapa waktu lalu.

Oleh sebab itu, dirinya berkukuh menghidupkan becak sebagai salah satu opsi moda transportasi di Ibu Kota, meski hanya beroperasi di kampung-kampung.

Peneliti Institut Studi Transportasi (Instran) Deddy Herlambang mengkritik rencana kebijakan menghidupkan kembali moda Becak di ibukota. Ia menilai bahwa rencana kebijakan pengelolaan transportasi di DKI Jakarta itu justu mengalami kemunduran.

"Adanya becak itu saya pikir ya mundur jauh seperti Jakarta tempo dulu," ujar Deddy, Jumat (19/1).

Deddy juga menilai bahwa rencana kebijakan tersebut sebagai tindakan irasional dalam pengelolaan transportasi umum oleh Anies-Sandi. Pasalnya, rencana kebijakan itu tak memberikan solusi atas permasalahan transportasi di Jakarta selama ini.

Deddy menilai Jakarta sebagai Ibukota negara harus berani mengedepankan sistem transportasi yang lebih modern dan terintegrasi, ketimbang mempertahankan transportasi tradisional seperti Becak.

"Sangat ironis, itu solusi yang irasional, unlogic. Jakarta harusnya sudah memikirkan yang online, ada sistem integrasi, intermoda, kemudian semua serba massal, LRT, MRT," katanya.

Deddy menjelaskan beberapa faktor mengapa becak disebutnya sebagai kebijakan irasional dan tak layak sebagai sarana transportasi masyarakat di Jakarta.

Pertama, kata Deddy, becak nantinya justru akan memperparah kemacetan ibukota. Ia mengaitkan argumentasi itu dengan data bahwa saat ini terdapat ketimpangan antara jumlah kendaraan dengan pertumbuhan ruas jalan.

Tak Sebanding

Deddy menyebut data Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang menyebut jalan di Jakarta hanya 7.650 km dan luas jalan 40,1 km atau 0,26 persen dari luas wilayah DKI. 

Sedangkan pertumbuhan panjang jalan hanya 0,01 persen per tahunnya.

Hal tersebut dinilai tidak sebanding dengan tingginya angka perjalanan yang mencapai 20 juta perhari dengan tingkat jumlah kendaraan bermotor yang saat ini mencapai 8 juta unit.

"Apalagi dengan sistem adanya transportasi online pertumbuhan mobil dan motor tinggi. Jadi kalau ditambah becak jalan tambah sempit," ungkapnya.

Kedua, adalah dari sisi modernitas transportasi. Dibandingkan dengan transportasi lain yang menggunakan mesin, becak dinilai masih tradisional dan tak sesuai dengan pola gerak masyarakat Jakarta yang membutuhkan kecepatan dan praktis.

"Kecepatan kayuhan becak itu berapa sih, sementara masyarakat Jakarta mobilitasnya sangat tinggi dan cepat, jadi tak sesuai itu," ungkapnya.

Lalu faktor ketiga yakni permasalahan proporsionalitas lebar jalan dengan struktur becak yang inefisien dikhawatirkan akan mempersempit ruang gerak kendaraan lain.

"Becak kan bodinya lebar, bodi satu becak itu itu bisa dua motor, lalu ditambah hanya boleh melintas di jalan kampung, jalan kampung kan sangat sempit. Sekarang mau ditambah becak, mau lewat mana lagi?" Kata Deddy.

Lalu, faktor lainnya yakni permasalahan perpajakan. Deddy lantas mengkritik pernyataan Anies Baswedan yang mendukung becak di Jakarta dengan alasan keadilan.

Ia menilai bahwa penerapan becak di Jakarta nantinya tak akan memberikan keuntungan bagi pemasukan penerimaan pajak daerah. 

Ia melihat data Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang mencatat jumlah perjalanan di wilayah Jabodetabek setiap harinya mencapai 40,5 juta perjalanan. Dari angka itu, hanya 15 persen yang menggunakan perjalanan dengan transportasi umum.

Langgar Aturan

Sementara pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga mengatakan Anies-Sandi akan melanggar aturan soal penerapan becak di Jakarta.

Joga mengatakan Peraturan Daerah No 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum yang telah melarang keberadaan becak di Jakarta. 

Selain itu terdapat Perda Nomor 5 tahun 2014 tentang Transportasi menyebutkan bahwa becak bukan sebagai angkutan umum resmi yang tidak masuk dalam rencana induk dan pola makro transportasi terpadu.

"Kalau mau dibuat Pergub tetap tidak bisa karena Pergub tidak boleh bertentangan dengan Perda di atasnya," ujarnya. (IMC03)


Berita Terkait

Komentar

Berita Terkini

Indeks
2 jam yang lalu

Harapan Honorer Lulus CPNS Jalur Khusus Tipis, Ini Penyebabnya

IMCNews.ID, Kualatungkal - Peluang tenaga honorer diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melalui jalur khusus semakin tipis. Pasalnya...
3 jam yang lalu

Rakor Pengamanan Pemilu, Sekda Harapkan Pemilu 2019 Berjalan Lancar dan Aman

IMCNews.ID, Jambi - Rapat koordinasi tingkat Provinsi Jambi dalam rangka pengamanan penyelenggaraan pemilu tahun 2019 guna mewujudkan keamanan dalam...
5 jam yang lalu

Gaji Tiga Anggota Dewan di Tanjabbar Disetop

IMCNews.ID, Kualatungkal– Tiga anggota DPRD di Tanjab Barat tidak lagi menerima gaji terhitung September 2018. Hal ini dibenarkan Sekretaris...
6 jam yang lalu

Soal Dugaan Manipulasi Dukungan Balon DPD RI, Bawaslu Kota Jambi Bilang Begini

IMCNews.ID, Jambi - Dugaan manipulasi dukungan bakal calon (balon) anggota DPD RI, Kemuning Gilang Pratiwi mencuat. Saat ini, Bawaslu Kota Jambi...
7 jam yang lalu

Diduga Ada Manipulasi Dukungan Untuk Kemuning Maju DPD RI

IMCNews.ID, Jambi - Dugaan adanya manipulasi dukungan Calon DPD RI atas nama Kemuning Gilang Pratiwi mencuat. Kasus ini diduga melibatkan Ketua...
15 Oktober 2016 - 19:02:00 WIB Dibaca: 76327 kali

Kompleks WTC Batanghari Ambruk

07 April 2017 - 18:15:28 WIB Dibaca: 66271 kali

VIRAL!! Ini Dia Video Bentrok Sales Oppo & Vivo

03 Juni 2017 - 20:50:27 WIB Dibaca: 63266 kali

181 ASN Lulus Adm Lelang Jabatan Pemprov Jambi, Ini Dia Nama-namanya

02 Januari 2018 - 12:12:55 WIB Dibaca: 59067 kali

Ternyata Ini Penyebab Utuhnya Jasad Ismiati Setelah Dikubur 13 Tahun

11 Agustus 2016 - 22:10:30 WIB Dibaca: 41167 kali

Breaking News: Ketua DPRD Sarolangun Ditangkap Nyabu

26 Agustus 2016 - 21:56:00 WIB Dibaca: 37654 kali

Rektor Marah Dan Bubarkan Perpeloncoan di Opspek

24 Mei 2016 - 20:15:09 WIB Dibaca: 36086 kali

Ini Dia, Pahlawan Lalu Lintas Kota Jambi

01 Agustus 2016 - 13:02:11 WIB Dibaca: 35763 kali

Alamak: Usai Nyabu, Ketua PAN Batanghari Ditangkap BNN

26 Juli 2017 - 16:07:38 WIB Dibaca: 34782 kali

Cantiknya Ibu Bhayangkari Selingkuhannya Oknum Perwira Polres di Jambi

18 September 2018 - 16:20:44 WIB

Gaji Tiga Anggota Dewan di Tanjabbar Disetop

18 September 2018 - 13:20:35 WIB

Setya Novanto: Sel Saya Tidak Mewah

18 September 2018 - 13:03:14 WIB

Setnov Tagih Piutang Untuk Bayar Uang Pengganti

18 September 2018 - 13:07:49 WIB

KPK: 26 Terpidana Korupsi Dicabut Hak Politiknya

18 September 2018 - 13:01:24 WIB

Menteri Agama: Politik ASN Politik Kenegaraan