15 April 2018, 21:29:43 WIB

Dipolisikan Karena Partai Setan, Begini Jerat Pasal yang akan Belenggu Amien Rais

Dipolisikan Karena Partai Setan, Begini Jerat Pasal yang akan Belenggu Amien Rais
Amien Rais (istimewa).

IMCNews.ID, Jakarta - Cyber Indonesia  akhirnya melaporkan Dewan Pembina DPP PAN Amien Rais ke Polda Metro Jaya, Minggu (15/4/2018).

Laporan ke polisi itu terkait peryataan partai Allah dan partai setan.

Pernyataan soal partai setan itu dinyatakan Amien Rais dalam tausiyahnya saat mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4/2018).

"Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbusy syaithan," kata Amien.

Ia melanjutkan, orang-orang yang anti-Tuhan, akan otomatis bergabung dalam partai besar, yang disebutnya sebagai partai setan.

Sementara orang yang beriman bergabung di sebuah partai besar yang namanya hizbullah, Partai Allah.

"Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan," katanya.

Pernyataan Ketua Penasihat Persaudaraan Alumni 212 itu dinilai Cyber Indonesia menimbulkan ujaran kebencian hingga berdampak pada  perpecahan di masyarakat.

"Pernyataan Amien Rais dikhawatirkan bisa berdampak pada timbulnya pada perpecahan antarumat Islam," tulis Ketua Cyber Indonesia Aulia Fahmi dalam pernyataannya.

 

Perihal : *Laporan Polisi terhadap Terlapor Sdr Amien Rais*

Minggu, 15 April 2018

Pukul 14.00 WIB

Lokasi : SPK Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman No. 55, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

*Terkait Kasus Dugaan Ujaran Kebencian dan Penodaan Agama.*

Pasal 28 ayat 2 Junto 45 ayat 2 UU ITE dan Pasal 156 a KUHP Dugaan Ujaran Kebencian SARA dan Penodaan Agama.

Pernyataan Amien Rais:

"Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbusy syaithan".

 

"Orang-orang yang anti-Tuhan itu otomatis bergabung dalam partai besar, yaitu partai setan. Ketahuilah, partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya. Tapi di tempat lain, orang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan".

 

Bagi kami (CyberIndonesia) pernyataan tersebut sangat berbahaya bagi kita sebagai sebuah negara dan dapat memecah belah masyarakat. Pernyataan ini juga menjadi penting karena disampaikan oleh tokoh bangsa dengan mendikotomikan Partai Allah dan Partai Setan.

 

Maka menjadi masalah ketika didapati statement partainya PAN dan 2 partai lainnya termasuk Gerindra dan PKS sebagai partai Allah, kemudian diikuti sebutan "orang-orang yang anti tuhan bergabung dalam partai besar". Klausul kata-kata ini merupakan delik ujaran kebencian SARA bahkan terindikasi penodaan agama, karena sama saja kita menyamakan Allah zat yang maha suci dengan manifestasi partai politik dimana kadernya banyak terlibat tindak pidana kejahatan termasuk korupsi.

Demikian kami sampaikan

*Cyber Indonesia*

Ketua

Aulia Fahmi

Bukti laporan ke polisi dengan nomor: LP/2070/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus, 15 April 2018.

 

Amien dilaporkan dengan pasal 28 ayat 2 Juncto pasal 45 ayat 2 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik tentang Dugaan Ujaran Kebencian SARA dan Pasal 156a KUHP tentang Penodaan Agama.

Pernyataan Amien Rais dinilai Aulia berbahaya karena ada anggapan kelompok yang berbeda dengan kelompok Amien sebagai kelompok setan.

Sementara pasal dalam Undang-undang ITE digunakan karena pernyataan tersebut sudah tersebar melaui pemberitaan online dan ditanggapi oleh beberapa tokoh.Aulia menilai ada pelanggaran hukum di dalamnya sehingga Amien dilaporkan ke polisi.

Ia menegaskan, pelaporan ini sama sekali tak terkait dengan politik.

Amien Rais enggan membeberkan partai apa saja yang masuk kategori partai setan.

"Saya enggak katakan begitu. Jadi bukan partai, tapi cara berpikir. Cara berpikir yang untuk Allah dan yang diikuti oleh setan. Gelombang pro setan merugi, gelombang besar yang didikte kehendak Allah pasti menang," kata Amien.

 

Kecaman Ketaua Umum PPP

Dalam pemberitaan sebelumnya, Ketua Umum PPP, Romahurmuziy (Romy), meminta Ketua Majelis Kehormatan PAN, Amien Rais, tidak memancing polemik di tengah masyarakat.

"Sebagai pemimpin harusnya makin bijak, memancing polemik dan provokasi agitasi massa pemilih di tingkat bawah. Kalau yang seperti ini mereka marah dan tidak mampu mengendalikan yang repot yang menyampaikan," ujar Romy di Hotel Patrajasa, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (13/4/2018).

Romy menilai, apa yang dibuat Amien terlalu simplistik, karena yang disebut namanya partai Allah minimal asasnya Islam.

"Jadi, kalau bukan Islam, bagaimana bisa disebut partai Allah. Ditanyakan saja, partai yang disebut tadi berasaskan Islam atau bukan, wong yang asasnya Islam saja belum tentu dikatakan partai Allah, apalagi yang bukan Islam," kata Romy.

"Yang tahu partai Allah atau bukan, hanya Allah saja, bukan Amien Rais. Sama-sama ada A-nya, tetapi bukan. Allah bukan Amien Rais," katanya lagi.

Romy melanjutkan, partai setan adanya di luar Indonesia.

Bila kemudian disebut ada di Republik ini, mereka tidak berhak hidup. "Karena itu, saya tidak ingin kita melakukan simplifikasi, pengelompokan," ujarnya.

"Sudahlah, jangan memperkosa agama untuk kepentingan politik sesaat. Kan, kemarin agama dan simbol-simbolnya telah diperkosa selama proses politik yang berjalan belakangan ini dan sepertinya akan diulang," katanya.

Romy kembali mengingatkan kemenangan tidak harus dilakukan dengan cara memainkan isu agama.

Karena bila kalah, mereka akan malu sendiri.

"Jangan sampai agama kalah, karena simbol-simbol itu sendiri. Jangan-jangan, nanti mereka enggak percaya lagi dengan simbol-simbolnya sendiri," ujarnya.

Romy menjelaskan bahwa Amien tidak berhak untuk menyebut partai dengan sebutan tersebut.

Bagi Romy yang hanya memiliki hak untuk itu hanya Allah SWT. Ia meminta Amien Rais tidak mempolitisir masalah agama.

Dirinya meminta agar tidak memperkosa agama untuk kepentingan politik sesaat.

"Saya cuma mau mengatakan kemenangan tidak harus dilakukan dgn cara seperti itu. Nanti malu sendiri kalau sudah dilakukan seperti itu kalah juga," tegas Romy.

Pernyataan kontroversi Amien sebelumnya, menyebut program bagi-bagi sertifikat yang dilakukan Jokowi merupakan suatu pembohongan.

"Ini pengibulan, waspada bagi-bagi sertifikat, bagi tanah sekian hektar, tetapi ketika 74 persen negeri ini dimiliki kelompok tertentu seolah dibiarkan. Ini apa-apaan?" kata Amien saat menjadi pembicara dalam diskusi 'Bandung Informal Meeting' yang digelar di Hotel Savoy Homman, Jalan Asia Afrika, Bandung, Minggu (18/3).

Amien juga berbicara soal PKI yang belum lama ini sempat disinggung Jokowi. Dia menyebut ada unsur pembangkitan PKI dalam pemerintahan Jokowi.

"Pemimpin (Jokowi) mengatakan tahun 1965 baru 4 tahun mana ada PKI balita. Memang enggak ada, tapi kenapa rezim ini memberikan angin membangkitkan PKI," katanya.

Amien mengatakan saat ini merupakan zaman antara ucapan dan kenyataan tidak sejalan. Sehingga dia menilai warga cenderung ditipu oleh pemerintah.

"Kita mengalami satu zaman antara omongan dan kenyataan jaraknya makin jauh. Kita sedang hidup di mana ada penipuan, pengalihan fokus dan pembodohan yang melakukan kadang-kadang dari yang tinggi," kata dia.(*)

Sumber: tribunnews.com


Komentar

Berita Terkini

Indeks
6 menit yang lalu

Cornelis Akui Minta Proyek Senilai Rp 50 Miliar

IMCNews.ID, Jakarta - Cornelis Buston, ketua DPRD Provinsi Jambi dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan dengan terdakwa Zumi Zola. Dalam...
22 menit yang lalu

Bawaslu Buka Posko Pengaduan Daftar Pemilih

IMCNews.ID, Jambi - Terkait Daftar Pemilih dalam pemilu 2019 mendatang, Bawaslu Provinsi Jambi akan membuka posko pengaduan.  Fahrul Rozi,...
35 menit yang lalu

Tak Akui Terima Uang Ketok Palu, Cornelis Buston: Cuma Pinjaman

IMCNews.ID, Jakarta - Cornelis Buston, Ketua DPRD Provinsi Jambi, membantah dirinya menerima uang ketok palu pengesahan RAPBD Provinsi Jambi...
sekitar 1 jam yang lalu

Dihadirkan Sebagai Saksi, Begini Keterangan Apif di Persidangan

IMCNews.ID, Jakarta - Apif Firmansyah, mantan orang dekat Zumi Zola dihadirkan ke persidangan sebagai saksi, hari ini, Kamis (20/9/2018). Dalam...
sekitar 1 jam yang lalu

Demo di Depan Gedung DPRD Ricuh, Mahasiswa dan Polisi Saling Kejar

IMCNews.ID, Jambi - Ratusan mahasiswa meminta anggota DPRD Provinsi Jambi mundur karena terlibat korupsi dan gratifikasi. Aksi di depan gedung DPRD...
15 Oktober 2016 - 19:02:00 WIB Dibaca: 76335 kali

Kompleks WTC Batanghari Ambruk

07 April 2017 - 18:15:28 WIB Dibaca: 66280 kali

VIRAL!! Ini Dia Video Bentrok Sales Oppo & Vivo

03 Juni 2017 - 20:50:27 WIB Dibaca: 63274 kali

181 ASN Lulus Adm Lelang Jabatan Pemprov Jambi, Ini Dia Nama-namanya

02 Januari 2018 - 12:12:55 WIB Dibaca: 59078 kali

Ternyata Ini Penyebab Utuhnya Jasad Ismiati Setelah Dikubur 13 Tahun

11 Agustus 2016 - 22:10:30 WIB Dibaca: 41170 kali

Breaking News: Ketua DPRD Sarolangun Ditangkap Nyabu

26 Agustus 2016 - 21:56:00 WIB Dibaca: 37656 kali

Rektor Marah Dan Bubarkan Perpeloncoan di Opspek

24 Mei 2016 - 20:15:09 WIB Dibaca: 36087 kali

Ini Dia, Pahlawan Lalu Lintas Kota Jambi

01 Agustus 2016 - 13:02:11 WIB Dibaca: 35769 kali

Alamak: Usai Nyabu, Ketua PAN Batanghari Ditangkap BNN

26 Juli 2017 - 16:07:38 WIB Dibaca: 34805 kali

Cantiknya Ibu Bhayangkari Selingkuhannya Oknum Perwira Polres di Jambi

20 September 2018 - 12:31:33 WIB

Cornelis Akui Minta Proyek Senilai Rp 50 Miliar

20 September 2018 - 12:15:41 WIB

Bawaslu Buka Posko Pengaduan Daftar Pemilih

20 September 2018 - 10:01:11 WIB

Ketika Apif Bertemu Zola di Ruang Persidangan