IMCNews.ID - PLN (Persero) kekurangan pasokan listrik untuk wilayah Aceh sebesar 40 Mega Watt (MW). Akibatnya, PLN terpaksa melakukan pemadaman bergilir.
“Kami mohon maaf sedalam-dalamnya, Banda Aceh masih mengalami pemadaman bergilir di mana masih ada kekurangan pasokan sebesar 40 MW. Dalam hal ini pengaliran dari Arun sampai Banda Aceh sudah kami coba,” kata Dirut PLN, Darmawan Prasodjo, Rabu (10/12/2025).
Penyaluran listrik telah diupayakan penyalurannya sejak Selasa (9/12/2025), hanya saja belum dapat maksimal.
Menurutnya, sinkronisasi antara Pembangkit Arun ke Bireuen berjalan lancar. Begitu pula dari Bireuen ke Sigli.
Namun saat tiba di Sigli, terjadi ketidakstabilan sistem. Dia menambahkan proses pemulihan makin berat lantaran salah satu jalur transmisi di Aceh juga terputus.
“Dalam proses memulihkan sistem ini, di mana kami tadi sudah diskusi dengan Menteri ESDM bahwa ada transmisi dari Langsa ke Pangkalan Brandan juga terputus. Maka sistem kelistrikan Aceh terisolasi dari backbone Sumatera. Dari Sumsel sampai ke Aceh pun masih terisolasi,” tegasnya.
Atas kondisi tersebut, PLN mengikuti arahan Menteri ESDM untuk memulihkan transmisi dari backbone Sumatera menuju Langsa. Menurutnya perbaikan membutuhkan waktu hingga akhir pekan.
“Membutuhkan waktu sampai hari Minggu, di mana kami akan segera memulihkan Banda Aceh sampai hari Minggu nanti,” ucapnya.
Selama masa pemulihan sekitar lima hari ke depan, PLN telah mendatangkan genset tambahan untuk mengurangi defisit pasokan di Banda Aceh.
Selain itu, ia pun berjanji akan mengurangi intensitas pemadaman bergilir di Banda Aceh.
“Sehingga selama dalam masa pemulihan ini ada pemadaman bergilir, yang sampai saat ini ada 42 MW, bisa kami kurangi. Sehingga Banda Aceh dalam kondisi yang lebih baik lagi,” pungkasnya. (*)
PDI Perjuangan Jambi Tanam Pohon di Kawasan Candi Muaro Jambi
Gubernur Al Haris Kumpulkan Semua Kepsek SMA/SMK/SLB se-Provinsi Jambi
Pemprov Jambi Pastikan Final Gubernur Cup 2026 di Stadion Swarnabhumi Gratis
90 WNI Korban Online Scam Berhasil Dipulangkan Dari Perbatasan Myanmar-Thailand
Aparat Penegak Hukum dan Pemerintah Diminta Lebih Serius Tindak Aktivitas PETI
PGRI Jambi Minta Perlindungan Hukum Dari Kejati Bagi Guru Agar Tenang Jalankan Tugas
Salurkan BBM ke Masyarakat Terdampak Bencana dengan Pertamina Mobile SPBU