IMCNews.ID, Muarabulian - Peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak meningkat di Batanghari pada periode Januari-Juni 2025.
Peningkatan ini terjadi jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024 lalu.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Batanghari, Neneng Eva Anggraeni, mengatakan hingga saat ini ada 30 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
"Dari 30 itu kekerasan terhadap perempuan sebanyak 15 dan Anak 15 kasus," sebutnya.
Berdasarkan data dari Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Batang Hari, pada periode Januari-April tercatat sebanyak 18 kasus.
Bertambah menjadi 30 kasus hingga Juni 2025. Angka kekerasan ini terjadi akibat beberapa faktor salah satunya adalah karena himpitan ekonomi.
Kekerasan ini mencakup berbagai bentuk, termasuk kekerasan fisik, seksual, psikologis, dan ekonomi, baik yang terjadi di dalam maupun di luar rumah tangga.
Menurut dia, hanya lima kasus yang diselesaikan karena pihak pelapor banyak yang mencabut laporan setelah dilakukan mediasi.
"Ya kasus kekerasan terhadap anak masih berlanjut belum ada sampai keputusan hasil sidang," katanya. (*)
Gubernur Al Haris Dorong HKTI Jadi Lokomotif Gerakan Pangan di Jambi
Menaker Ingatkan Itjen Jangan Cuma Cari Temuan Tapi Harus Cegah Masalah
Tiga Warga Jambi Korban Scam di Kamboja Dipulangkan, Satu Menghilang Saat Tiba di Jakarta
Sempat Dibantarkan, Bengawan Kamto Terdakwa Korupsi Kredit BNI Rp105 M Kembali Ditahan
Gandeng KI Jambi, LLDIKTI Sosialisasikan Keterbukaan Informasi Perguruan Tinggi Swasta
BMKG Ingatkan Kemarau Tahun Ini Lebih Kering Dibanding 30 Tahun Terakhir
Pemkab Batang Hari Klaim Rp57,4 Miliar Dana Desa Tahap Pertama 2025 Telah Disalurkan