IMCNews.ID - Kurang lebih 42 warga Palestina tewas dalam pengeboman yang dilakukan Israel di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza tengah.
Bahkan menurut sumber-sumber medis Palestina pada Sabtu (2/11) lalu, ada 150 orang lainnya yang terluka.
Pada Jumat (1/11) lalu Israel menyerang rumah-rumah penduduk di Nuseirat. Kantor media pemerintah Gaza mengutuk serangan tersebut dan menggambarkannya sebagai "penargetan yang disengaja terhadap warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan," serta menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menekan Israel agar menghentikan aksi-aksi tersebut terhadap warga sipil Gaza.
Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) pada Sabtu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya melakukan operasi di Rafah dan Gaza tengah untuk membunuh para militan, membongkar infrastruktur militan, dan menemukan senjata.
Israel melakukan serangan berskala besar terhadap Hamas di Jalur Gaza sebagai pembalasan atas serangan Hamas di perbatasan Israel selatan pada 7 Oktober 2023.
Serangan Hamas tersebut mengakibatkan sekitar 1.200 orang terbunuh dan sekitar 250 orang disandera.
Jumlah warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel yang terus berlangsung di Jalur Gaza bertambah menjadi 43.314 orang, menurut sebuah pernyataan dari otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza pada Sabtu. (*)
Jalin Sinergi, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Sambangi KI
Gubernur Al Haris Serahkan Keputusan Tapal Batas Batang Hari-Muaro Jambi ke Kemendagri
Daftar 29 Nama Peserta Lelang Jabatan Eselon II di Lima OPD di Pemprov Jambi
Lapas Jambi Musnahkan Puluhan Ponsel Hasil Razia Blok Hunian Warga Binaan
Pelatihan Vokasi Kembali Dibuka Untuk 30 Ribu Peserta, Gratis dan Bersertifikat BNSP
Sekda Sudirman Lepas JCH Jambi Kloter 23, Doakan Keselamatan dan Kemudahan
Ratusan Ribu Warga Gaza Utara Mulai Kesulitan Akses Makanan Akibat Gempuran Israel