Heboh Video Bacaleg Ngamuk di Kantor Golkar Diduga "Dibuang" Dari Daftar

Selasa, 16 Mei 2023 - 07:08:19 WIB

Potongan video Ucok yang mengamuk di kantor Golkar.
Potongan video Ucok yang mengamuk di kantor Golkar.

IMCNews.ID, Jambi - Dua video berdurasi 1.01 menit dan 0.26 detik beredar di grup whatsApp, Senin (15/5/2023) sore dan membuat heboh jagat maya. 

Dua video itu memperlihatkan seorang bakal calon legislatif (bacaleg) Golkar, Jefri Bintara Pardede mengamuk diduga saat rapat singkronisasi pemenangan Partai Golkar di Pemilu 2024.

Dengan suara lantang, pria yang akrab disapa Ucok itu meminta dan menantang Bidang Bapilu DPD II Golkar Kota Jambi ke luar ruang rapat. 

Dalam video tersebut juga sejumlah pengurus Gokar terlihat berusaha mencegah dan menenangkan aksi Ucok.

Informasi yang diperoleh, keributan itu terjadi saat rapat singkronisasi pemenangan Partai Golkar di Pemilu 2024 yang dihadiri sekretaris DPD I, pengurus Partai Golkar Provinsi Jambi, DPD II Partai Golkar Kota Jambi dan para bacaleg sepekan lalu. 

Dalam rapat tersebut, tim Bapilu DPD II Golkar Kota Jambi memaparkan bacaleg yang akan didaftarkan beserta dapil dan nomor urutnya. 

Saat itulah, terungkap nama Jefri Bintara Pardede yang akan maju di Dapil Alam Barajo tidak ada dalam daftar. 

Hal inilah yang memicu emosi Ucok Pardede. Dia makin emosi setelah mengetahui dalam daftar bacaleg dapil Alam Barajo tersebut, nomor urut satu sudah diisi nama baru yang bukan kader Golkar. 

"Nomor urut satu itu baru masuk Golkar saat pencalegan inilah. Seharusnyo yang nomor satu Dapil Alam Baro itu Ucok Pardede. Statusnya jelas di Golkar. Selain kader, dia juga pengurus provinsi dan pernah menjadi anggota DPRD Kota Jambi. Tapi nama Ucok malah tidak ada di Dapil Alam Barajo. Inilah yang menjadi pemicu kericuhan,’’ kata sumber di internal Golkar.

Jefri Bintara Pardede sendiri saat dikonfirmasi membenarkan video keributan yang beredar adalah dirinya.

Dia mengaku emosi dan tidak terima namanya dibuang dari daftar bacaleg Alam Barajo. Parahnya lagi, kata dia, yang diplot mengisi nomor urut satu adalah orang yang baru masuk Golkar. 

Menurut Ucok, saat itu dirinya diundang untuk diwawancarai terkait pencalegannya maju di legislatif Kota Jambi. Namanya berada diurutan nomor 1 dalam daftar pencalegan.

"Saya diundang wawancara, tiba-tiba nama saya hilang dari daftar," kata mantan anggota dewan Kota Jambi ini.

Ucok juga mengaku sudah menanyakan alasan namanya hilang dari daftar tersebut. Namun ketua Bappilu DPD II Golkar Kota Jambi tidak bisa menjelaskannya. 

Malahan kata Ucok, ketua Bappilu bernada tinggi menantangnya dengan perkataan 'kuselesaikan kau'. 

"Dalam rapat itu saya minta Bapilu Golkar Kota menjelaskan alasan nama saya dibuang dari Dapil Alam Barajo. Dan apa alasannya menempatkan orang baru di Golkar menduduki nomor urut satu. Tapi mereka tidak bisa menjelaskan. Malah dia emosi. Katanya aku selesaikan kau, dengan nada tinggi, ngegas. Makanya saya terpancing emosi,’’ katanya saat dihubungi Senin (15/5/2023) malam.

Terkait kejadian ini, Ucok menuding ketua Bappilu merupakan kader baru di Golkar dan tidak tahu aturan dalam proses penjaringan Bacaleg. 

"Kader baru tapi posisi vital. Mereka juga tidak paham proses penjaringan, tapi ngegas," kata Ucok.

Setelah terjadi keributan, menurut Ucok, akhirnya masalah yang dia persoalkan dirapatkan lagi. Saat itu dia mendapat kabar Ketua DPD I Partai Golkar, Cek Endra mengirim pesan melalui whatsApp kepada Sekretaris DPD I Partai Golkar dan Wakil Ketua Bidang Kaderisasi agar namanya diplot menjadi nomor urut satu Dapil Alam Barajo. 

"Saya melihat langsung WA ketua DPD I yang dikirim kepada Waka Bidang Kaderisasi, Adri SH bahwa nama saya nomor urut satu Dapil Alam Barajo. Ketika itu saya merasa gembira. Ternyata sebagai kader dan pengurus DPD I saya dihargai. Dan masalah dengan Bapilu DPD Golkar Kota saya anggap selesai,’’ ungkapnya. 

Namun, lanjut Ucok, ketika pendaftaran bacaleg hari Minggu, 14 Mei 2023 ternyata posisi namanya berubah lagi. Bukannya di nomor urut satu, tapi di nomor urut lima.

"Ternyata nama saya dijegal lagi. Jelas saya sangat kecewa. Kok bisa berubah-ubah keputusannya,’’ katanya. 

Menurut Ucok dia merasa sangat kecewa. Dia menilai kejadian ini bisa terjadi ketua tidak tegas. Penilaiannya juga tidak fair. Makanya dia memutuskan mundur dari pencalegan. 

"Ini sudah tidak fair lagi. Sudah saling jegal di internal partai. Keputusan ketua juga berubah-ubah. Sudah jelas jelas, saya lihat WA ketua ke bang Adri (Waka Bidang Kaderisasi) saya diplot nomor urut satu Dapil Alam Barajo, tapi kok berubah lagi saat pendaftaran,’’ pungkasnya. 

Sementara Wakil Ketua Bidang Kaderisasi DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi Adri SH ketika dikonfirmasi membenarkan ada keributan itu. 

Dia juga mengaku menerima WA dari Keua DPD I Cek Endra agar nama Ucok dimasukkan dalam daftar caleg Kota Jambi di nomor urut satu atau dua Dapil Alam Barajo. 

"Kejadiannya sudah lama itu. Sekitar sepekan lalu. Sudah selesai. Soal WA dari ketua itu memang ada masuk ke saya. Bunyi WA dari Ketua itu supaya nama Ucok dimasukkan di nomor urut satu atau dua. Seingat saya, WA itu masuk saat rapat berlangsung. Dan sudah dibacakan sekretaris pak Fahrul Rozi dalam rapat. Disampaikan juga kepada Budi, Ketua DPD II Golkar Kota,’’ jelasnya. 

Setelah itu, Adri mengaku tidak tahu lagi bagaimana prosesnya. Apakah usulan itu diterima atau tidak oleh ketua DPD II Kota Jambi. 

"Saya hanya sebatas itu tahunya. Selanjutnya bagaimana prosesnya saya tidak tahu lagi,’’ kata Adri. (*)



BERITA BERIKUTNYA