Nekat Masuk Kota, Fasha Tegaskan Sanksi Denda Truk Angkutan Batu Bara hingga Puluhan Juta

Rabu, 25 Januari 2023 - 15:36:36 WIB

IMCNews.ID, Jambi - Masuknya truk angkutan batu bara dan melintas ke dalam wilayah Kota Jambi membuat Wali Kota Jambi, Syarif Fasha naik pitam.

Bahkan Fasha menegaskan akan memberikan sanksi kepada sopir angkutan batu bara yang tetap nekat melintasi jalanan di Kota Jambi.

Selain akan mengandangkan truk yang nekat masuk ke dalam Kota, dia mengaku akan memberi sanksi denda hingga puluhan juta rupiah.

"Saya akan menggunakan otoritas saya untuk tidak memperbolehkan truk batu bara masuk jalan kota. Apapun alasannya, mereka hanya boleh lewat jalan lingkar," tegasnya, Selasa (24/1/2023).

Menurut Fasha, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan rapat bersama Forkompimda Kota Jambi untuk membahas masalah angkutan batu bara yang masuk ke jalan dalam Kota Jambia.

"Saya sudah tegaskan insya Allah nanti, besok atau lusa kami Forkompimda akan melakukan rapat," ujarnya.

Wali Kota Jambi dua periode ini mengatakan, selama ini pihaknya masih memberi toleransi truk batu bara diarahkan masuk ke jalan dalam Kota Jambi. 

Toleransi ini diberikan untuk mengurai kemacetan di jalan lingkar. Itupun dengan pengawalan pihak kepolisian.

Namun belakangan banyak sopir yang diam-diam membawa truknya masuk ke jalan dalam Kota Jambi sehingga masyarakat yang jalannya dilalui truk batu bara resah. 

‘’Makanya ke depan saya akan mengambil tindakan tegas. Tidak ada lagi toleransi. Truk batu bara tidak boleh lagi masuk ke jalan dalam Kota Jambi, apapun alasannya,’’ tegas Fasha.

Jika ada yang tetap nekat, Fasha mengatakan akan diberi sanksi yang bisa membuat efek jera.

"Sanksinya yang pasti kita kena kan denda yang sebesar-besarnya," katanya.

Sebelumnya, Pada Senin (23/1/2023) malam, tim gabungan pengawas angkutan batu bara berhasil mengamankan dua mobil dan menilang delapan mobil angkutan batubara yang masuk dalam Kota Jambi.

"Yang delapan itu selain kita tilang juga kita putar balik, sementara dua yang berisi muatan ditahan di Polresta," jelas Kepala Dinas Perhubungan kota Jambi, Saleh Ridho.

Menurutnya, posko pengawasan didirikan di dekat Batalyon Kasang, Kota Jambi. 

"Kawasan itu merupakan pintu keluar menuju pelabuhan. Selain mendirikan posko, kami juga mengadakan patroli mobile," kata Saleh. 

Pengawasan dan penertiban Angkutan Batubara ini kata Saleh, akan dilakukan hingga situasi kondusif. 

"Kita akan adu bosan, kami (petugas, red) yang bosan atau sopir," katanya.

Untuk truk yang berisi muatan itu, akan ditahan selama dua minggu atau bahkan sebulan. Hal itu untuk memberikan efek jera. 

"Jadi kalau nekat kita tahan dua minggu atau bahkan sebulan, jadi tentu ini merugikan mereka. Karena tidak bisa narik Batubara lagi. Ini bentuk komitmen Pemkot Jambi guna memberikan rasa nyaman kepada masyarakat," katanya. (*)



BERITA BERIKUTNYA