Mantan Dirut RSUD Bangko Dituntut 6,5 Tahun Penjara

Selasa, 17 Januari 2023 - 10:38:20 WIB

IMCNews.ID, Jambi - Mantan Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolonel Abunjani Bangko, Berman Saragih (BS) dituntut 6,5 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangko. 

Selain pidana penjara, terdakwa juga dituntut membayar denda Rp 200 juta, subsidair 6 bulan. Dia juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 40 juta. 

Menurut jaksa, terdakwa telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan primair. 

"Menuntut terdakwa dr Berman Saragih dengan pidana 6 tahun 6 bulan (6,5 tahun). Soal uang pengganti meminta majelis hakim mempertimbangkannya," kata jaksa.

Tuntutan yang sama juga berlaku terhadap Pebi Yonaka (PY) selaku pelaksana kegiatan atau pihak ketiga pada kegiatan jasa kebersihan tahun 2017 hingga 2021 yang merugikan negara senilai Rp 648 juta.

Selain pidana 6,5 tahun, Pebi juga dituntut membayar denda sebesar Rp 200 juta. Apabila tidak dibayar maka diganti dengan kurungan penjara selama 6 bulan.

Tidak itu saja, Pebi juga dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 608 juta. 

Uang pengganti itu telah dikembalikannya sebesar Rp 55 jt. Sehingga menurut jaksa, sisa sebesar Rp 554 juta. 

"Apabila satu bulan setelah putusan tetap tidak dibayarkan, maka harta bendanya dapat disita jaksa. Apabila tidak mencukupi diganti dengan kurungan penjara selama 3 tahun," katanya.

Terhadap tuntutan ini, majelis hakim memberikan hak terdakwa untuk menyampaikan pembelaan pada sidang minggu depan. 

"Sidang ditunda minggu depan," kata hakim.

Berman Saragih dan Peny Yonaka jadi terdakwa kasus korupsi jasa kebersihan di RSUD Kolonel (Kol) Abundjani, Bangko. Berman Saragih merupakan Pengguna Anggaran (PA) pada kegiatan jasa Kebersihan tahun 2017 Sampai 2021.

Sementara Peby Yonaka selaku pelaksana kegiatan atau pihak ketiga pada kegiatan tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan Bidang Tindak Pidana Khusus Kejari Merangin, kedua terdakwa diduga melaksanakan kegiatan tidak sesuai kontrak. 

Dalam penyelidikan ditemukan jumlah tenaga kerja dan jumlah bahan kebersihan tidak sesuai dengan yang tertera dalam kontrak. Sehingga ditemukan jumlah nilai pembayaran lebih besar dari nilai pekerjaan sebenarnya. (*)



BERITA BERIKUTNYA