Direktur RSUD Raden Mattaher Diberi Dua Opsi, Pilih Direktur Atau Dosen

Selasa, 17 Januari 2023 - 07:55:58 WIB

dr Herlambang.
dr Herlambang.

IMCNews.ID, Jambi - Status Kepegawaian Direktur Utama (Dirut) RSUD Raden Mattaher Jambi, dr. Herlambang SpOG terus menjadi polemik.

Pasalnya, selain saat ini menjabat Dirut RSUD Raden Mattaher, dr Herlambang juga berstatus sebagai ASN di Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Ristek RI yang berdinas sebagai dosen di Universitas Jambi (Unja).

Menyikapi polemik ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi mengambil langkah tegas dengan memberikan pilihan kepada dr Herlambang.

Sekda Provinsi Jambi Sudirman mengatakan, pihaknya telah menyurati dr Herlambang. Dalam surat itu dia diberikan dua pilihan.

Pertama mengundurkan diri dari Universitas Jambi (UNJA) dan tetap menjabat sebagai Direktur atau mengundurkan diri sebagai Direktur Raden Mattaher Jambi dan tetap menjadi dosen di UNJA.

"Kami memberi waktu kepada yang bersangkutan sampai hari Jumat 20 Januari 2023, untuk memberikan tanggapan dan sikapnya. Itu Opsi yang kami berikan kepada pak Herlambang," kata Sudirman, Senin (16/1/2023).

Apabila hingga tanggal 20 Januari 2023, dia tak memberikan sikap, maka Pemprov Jambi yang akan mengambil sikap tegas.

"Kalau misalnya sampai 20 Januari Herlambang tidak memberikan sikap, maka Pemprov akan mengambil sikap. Sikapnya seperti apa nanti akan didiskusikan kembali bersama Gubernur Jambi. Kita tunggu sampai tanggal 20, semoga jawabannya bisa kita terima dan bisa mengambil sikap," pungkasnya.

Sebelumnya status kepegawaian dr. Herlambang SpOG banyak disorot. Diketahui dr. Herlambang dilantik sebagai Dirut RSUD Raden Mattaher pada Rabu, 25 Mei 2022. 

Belakangan diketahui, sampai saat ini dr. Herlambang masih berstatus sebagai ASN di Dikti Kemdikbud Ristek RI atau dosen di Unja.

Sejak status kepegawaiannya diketahui, Dirut RSUD Raden Matttaher itupun terus mendapat sorotan. 

Ombudsman RI Perwakilan Jambi mendesak Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi dr Herlambang SpOG mengambil sikap terkait dengan status kepegawaiannya yang juga sebagai ASN di lingkup Kemendikbud Ristek RI.

"Direktur harus segera menentukan sikap, sehingga administrasi dan kinerja beliau tidak menjadi catatan kita," kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jambi, Saiful Roswandi awal Januari 2023 lalu.

Sesuai dengan aturan yang ada, kata Saiful, Direktur harus memilih apakah tetap ingin menjadi dosen di Universitas Jambi (UNJA) atau berpindah status ke lingkup Pemprov Jambi.

Dia telah dilantik secara resmi oleh Gubernur Jambi pada Mei 2022 lalu, melalui seleksi terbuka.

"Nggak boleh, kalau nggak mau komen. Dia harus memberitahu secara profesional agar kepastian status dan kedudukannya sebagai Direktur atau sebagai pejabat publik," jelasnya.

Beberapa waktu lalu, kepada awak media dr Herlambang ketika dikonfirmasi sepertinya engan untuk menangapi hal tersebut. 

Menurut Saiful, seorang pejabat publik harus respon, komunikatif terhadap informasi jabatannya yang dinilai penting serta harus diketahui oleh publik.

"Tolong disampaikan pesan Ombudsman, harus cepat, jangan berlarut-larut," tegasnya. (*)



BERITA BERIKUTNYA