Sekolah Kebangsaan Tular Nalar-Prodi KPI UIN STS Jambi

Sabtu, 19 November 2022 - 17:30:19 WIB

IMCNews.ID, Jambi - Tular Nalar bekerjasama dengan Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam UIN STS Jambi menggelar Sekolah Kebangsaan yang dihadiri 80 mahasiswa. Acara digelar di D'Pathi Cafe Sabtu (19/11/2022).

PIC Jambi yang juga Komisioner Komisi Informasi Provinsi Jambi, Siti Masnidar mengatakan kegiatan Tular Nalar di Kota Jambi terdiri dua sasaran. Pertama untuk kalangan milenial diberi nama dengan Sekolah Kebangsaan dengan Memangnya Syara Remaja Didengar.

Tujuannya untuk memberikan edukasi pentingnya memilih secara cerdas hingga bagaimana bisa melakukan verifikasi terhadap informasi.

Kedua akademi digital lansia untuk lansia. "Hari ini Alhamdulillah acara berlangsung lancar. Terimakasih kepada KPI UIN STS Jambi atas kerjasamanya," katanya.

Pelatihan Sekolah Kebangsaan juga ditangani oleh para fasilitator bersertifikat TOT diantaranya Tenaga Ahli DPRD Provinsi, Darmawansyah Putra, Dosen KPI, Herri Novealdi, Desi Ariyanto aktivis dan pengusaha yang juga Mantan Komisioner KPU Provinsi Jambi, Ketua AJI Jambi Riki Sufrian, Dosen KPI UIN Ade N Maulana, dan jurnalis yang juga aktivis perempuan Novita Sari.

Sementara Ketua Prodi KPI Fakuktas Dakwah UIN STS Junaidi Habe menyambut baik kerjasama ini. Karena Tular Nalar menggunakan metode interaktif yang didukung oleh ahli literasi media dan digital. Sehingga Lebih tahu, tanggap, dan tangguh untuk mengajak mahasiswa berpikir kritis di tengah gempuran hoaks.

Ia memberikan apresiasi atas metode dalam penyampaian materi yang partisipatif yang melibatkan 10 fasilitator. Dimana satu fasilitator melakukan pendampingan ke 10 peserta.

"Metode partisipatifvmengasah berpikir kritis peserta untuk bisa menyampaikan pendapat," katanya.

“Diharapkan pada tahun 2024 para pemilih pemula dapat dengan sadar dan bertanggung jawab mendukung iklim demokrasi dan politik yang kondusif,” katanya.

Ia juga berharap peserta dapat mempraktikkan democratic and political resilient dan digital citizenship, melalui konten digital di media sosial yang mereka miliki. Menurutnya, generasi Z harus cakap dalam digital skill. (*)

 



BERITA BERIKUTNYA