Pemprov Jambi Digugat Terkait Lahan yang Akan Dibangun Sport Center

Jumat, 18 November 2022 - 08:54:59 WIB

IMCNews.ID, Jambi- Yayasan Pendidikan Jambi menggugat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi terkait lahan yang akan dijadikan sebagai lokasi pembanguan Sport Center di Pijoan, Kabupaten Muaro Jambi.

Gugatan ini didaftarkan ke Pengadilan Negeri (PN) Sengeti oleh kuasa hukum Yayasan Pendidikan Jambi, Ihsan Hasibuan, Jarkasman dan Gusfa Wendri, Kamis (17/11/2022) kemarin.

Gugatan tersebut buntut dari somasi yang dilayangkan pihak Yayasan ke Pemprov Jambi tertanggal 12 November 2022 yang tak ditanggapi.

"Kami selaku kuasa dari yayasan pendidikan Jambi sudah mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Sengeti mengenai tanah yang berada di Pijoan, tepatnya di sebelah MAN Cendikia," sebut Ihsan didampingi dua rekannya.

"Dasar gugatannya, tanah itu dulu pada tahun 1985 telah dihibahkan oleh Pemda Batanghari kepada yayasan pendidikan Jambi yang ketika itu ketua yayasannya adalah pak Abdurrahman Sayoeti. Awalnya dulu itu 44 hektare. Tapi sebagian telah diserahkan ke SMA TT yang dulu yayasan pendidikan Jambi dan MAN Cendikia. Waktu itu dengan persetujuan yayasan," jelasnya lagi. 

Dia menyebutkan, dari luas tanah awal yang dihibahkan seluas 44 hektare, saat ini tersisa tinggal 11 hektare.  

"Masih mau diambil juga. Menurut kita Pemkab Muara Jambi tak ada hak atas tanah itu, karena itu tak termasuk aset yang diserahkan ketika pemekaran Muaro Jambi. Terbukti 2021 itu sertifikatnya masih Pemda Batanghari, jadi tidak termasuk aset yang diserahkan ketika pemekaran," tegasnya. 

Bahkan, kata dia, menurut info yang didapat, DPRD Muaro Jambi tidak memberikan persetujuan penghibahan tanah itu ke Gubernur Jambi sebagai lahan yang akan dibangun Sport Center.

"Gubernur juga harusnya cek dulu, jangan hanya menerima hibah saja. Dari dulu juga kita semua tau sudah ada merk universitas batanghari disitu. Disitu rencananya akan dibangun Sport Center. Karena ini masih dalam perkara, kita harap Pemprov jangan dilanjutkan dulu karena ini masih sengketa. Karena dana yang dipakai untuk membangun itu adalah dana rakyat. Kalau sudah dianggarkan, pakai uang rakyat, pembangunan tidak jadi, kita sebagai orang Jambi ikut rugi," tegasnya.

Namun kabarnya, sambung Ihsan, lelang proyek sport center ini sudah dilaksanakan. 

"Maka kita ajukan somasi. Penyerahan dari bupati Muara Jambi ke Gubernur juga tidak ada pemberitahuan ke kita. Jadi dulu ketika diserahkan ke yayasan pendidikan Jambi, pemkab batanghari sudah meminta kita mengurus sertifikat dan yayasan sudah mendanai membuat sertifikat. Tapi karena masalah administrasi maka namanya tetap atas nama Pemkab Batanghari," ungkapnya.

"Yayasan memang tidak pegang sertifikat tapi ada hibah pada 1985 dan hibah itu sah karena ada persetujuan DPRD. Ketika itu pak Hasib Kalimuddin Syam selaku Bupati Batanghari dan pak Abdurrahman Sayoeti sebagai ketua yayasan," sambungnya. 

Dia menyampaikan, permohonan pihaknya jika memang ada penghibahan baik dari Pemkab Batanghari ke Pemkab Muaro Jambi dan dari Pemkan Muaro Jambi ke Gubernur, mohon dibatalkan. 

"Kalau juga ada sertifikat yang timbal di atas tanah itu kita minta dibatalkan. Soal somasi sampai hari ini belum ada tanggapan maka dilanjutkan dengan gugatan. Gugatan sudah didaftarkan dengan nomor perkara 47 ke PN Sengeti karena objeknya berada di wilayah Muaro Jambi," katanya.

Dia berharap Pemerintah Provinsi Jambi dapat menunda rencana pembangunan sport center di lahan tersebut karena masih dalam sengketa.

"Paling tidak sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, jangan ada pembangunan dulu disana. Kalau untuk pembangunan sport center kita semua dukung, tapi bangun di atas objek yang tak bermasalah," tandasnya. (IMC01)



BERITA BERIKUTNYA