Dalam Kasus Proyek TPA Parit Culum

Kusnindar Divonis 1,5 Tahun Penjara

Selasa, 14 Juni 2022 - 07:30:27 WIB

IMCNews.ID, Jambi - Terdakwa perkara korupsi proyek Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Parit Culum tahun 2017 di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kusnindar divonis 1 tahun 6 bulan (1,5 tahun) penjara oleh majelis hakim Tipikor Jambi, Senin (13/6/2022) kemarin.

Selain hukuman kurungan, mantan anggota DPRD Provinsi Jambi itu juga divonis membayar denda Rp 50 juta subsider 1 bulan penjara.

Majelis hakim yang diketuai Syafrizal menyatakan mantan anggota DPRD Provinsi Jambi itu terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindakan korupsi secara bersama-sama.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindakan korupsi secara bersama-sama. Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa selama 1 tahun dan 6 bulan penjara dan denda senilai Rp 50 juta, subsider 1 bulan kurungan," kata ketua majelis hakim membacakan putusan.

Kemudian, Kusnindar juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 109 juta dan harus dibayar paling lama 1 bulan sejak putusan berkekuatan hukum tetap. Jika tidak dibayar, maka akan disita harta benda yang sebanding dengan nilai uang pengganti tersebut.

“Jika tidak sebanding, maka akan diganti dengan kurungan 1 bulan penjara,” sebutnya.

Majelis hakim menyatakan Kusnindar tidak terbukti melanggar pasal primer yang didakwa oleh Jaksa. Namun, Kusnindar terbukti melanggar pasal subsidair dalam Pasal 3 Jo pasal 18 ayat (1) huruf a, b, ayat (2) dan (3) UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Vonis hakim ini sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), yang sebelumnya meminta hakim menjatuhkan pidana penjara berupa 1 tahun 6 bulan penjara kepada Kusnindar.

Namun denda yang diputuskan majelis hakim lebih rendah dari tuntyutan JPU. Sebelumnya, jaksa meninta pidana denda sebesar Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Adapun Perbuatan yang meringankan adalah terdakwa berlaku sopan selama persidangan, koperatif saat di periksa dan belum pernah dihukum. Sedangkan perbuatan yang memberatkan yaitu terdakwa tidak membantu peran pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi.

Terhadap vonis hakim itu, Kusnindar menerima putusan tersebut. “Kami menerima putusan tersebut,” katanya setelah berdiskusi dengan penasihat hukumnya lewat virtual.

Sementara JPU Kejari Tanjab Timur, Ali Nurhidayahtullah menyampaikan akan berpikir-pikir terlebih dahulu.

"Kita akan berkoordinasi dengan tim JPU lainnya dan pimpinan Kejari Tanjabtim selama beberapa hari kedepannya," katanya. (IMC01)



BERITA BERIKUTNYA