Saksi Akui Pernah Transfer Uang ke Apif Firmansyah, Tapi Tak Tahu Asalnya

Rabu, 12 Januari 2022 - 09:25:43 WIB

IMCNews.ID, Jambi - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa sembilan orang saksi kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017, di Polda Jambi, Selasa kemarin (11/1/2022). 

Mereka dimintai keterangan untuk tersangka Apif Firmansyah (AF), yang merupakan orang kepercayaan mantan Gubernur Jambi Zumi Zola.

Para saksi yang diperiksa diantaranya adalah anggota DPRD Kabupaten Tanjungjabung Timur Dewi Julianti, Tri Ayu Andira, dan Direktur PT Dua Putri Persada Ulfah Hariyani. 

Lalu, ada pula beberapa pihak wiraswasta, Dedy Kurniawan, Wijayanto, Wisnu Syahputra, Farmawati, Sri Astuti Nengsih, dan Ari Sesar Hidayah selaku sopir.

Salah seorang saksi, Sri Astuti Nengsih mengaku pernah mentransfer uang kepada Apif Firmansyah. 

"Kerabat Apif mengirimkan uang melalui rekening saya di BRI Link. Saya lupa jumlahnya, karena sudah lama," kata Sri yang merupakan pengelola BRI Link asal Tanjab Timur kepada wartawan usai pemeriksaan.

Dia Sri mengaku ditanyai penyidik mengenai asal usul uang yang ditransfer tersebut. Sri mengaku tidak mengetahui asal usul uang itu. 

"Saya juga tidak kenal dengan Apif. Hanya tahu namanya saja. Kita kan usaha, jadi ya kita transfer saja. Ada beberapa kali saya transfer," ungkapnya.

Saksi lain, Fatmawati mengaku tidak kenal dengan Apif Firmansyah. 

"Saya baru tahu setelah dia ditangkap KPK," ujarnya. 

Fatmawati mengaku banyak pertanyaan yang diajukan penyidik. Salah satunya soal pekerjaan. 

Kemudian, Hasanuddin, saksi yang seharusnya diperiksa Senin (10/1/2022), tidak banyak bicara usai pemeriksaan. Kepada wartawan dia mengaku hanya sekedar kenal dengan Apif Firmansyah. "Kenal-kenal gitu bae," katanya.

Dari informasi yang diperoleh, saksi lainnya, Dewi Julianti, anggota DPRD Tanjabtim yang juga adik tersangka Apif Firmansyah yang seharusnya juga diperiksa hari ini, ternyata sudah diperiksa Sabtu (8/1/2022) lalu. 

"Dia datang lebih awal dari jadwal pemanggilan karena ada kegiatan lain," kata sumber di Polda Jambi.

Seperti diketahui, Apif ditetapkan sebagai tersangka dan di tahan KPK pada 4 November 2021 lalu. Dalam konstruksi perkara, KPK menjelaskan Apif merupakan orang kepercayaan dan representasi dari mantan Gubernur Jambi Zumi Zola. 

Saat Zumi terpilih menjadi Gubernur Jambi periode 2016-2021, Apif bahkan dipercaya untuk mengurus semua keperluan Zumi, di antaranya mengelola kebutuhan dana operasional dengan meminta sejumlah fee proyek dari para kontraktor yang mengerjakan berbagai proyek di Provinsi Jambi.

Sejumlah uang yang terkumpul diberikan kepada Zumi dan keluarganya termasuk untuk keperluan pribadi Apif. Total uang yang telah dikumpulkan Apif sekitar Rp 46 Miliar. 

Dari jumlah tersebut, sebagaimana perintah Zola, sebagian diberikan kepada Anggota DPRD Provinsi Jambi sebagai konfensasi "ketok palu" pembahasan RAPBD Tahun Anggaran 2017.

KPK juga menduga Apif menerima dan menikmati uang sekitar Rp 6 miliar untuk keperluan pribadinya dan saat ini sudah mengembalikan Rp400 juta ke KPK. Atas perbuatannya, tersangka Apif disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 dan Pasal 12b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (IMC01)



BERITA BERIKUTNYA